Yama
Dewa kematian dan keadilan[1]
Anggota Lokapala dan Astadikpala
Nama lainKala, Darmaraja, Yamaraja
Genderpria
AfiliasiDewa
Arahselatan
KediamanNaraka (Yamaloka)
PlanetPluto[2]
Mantra
  • Oṁ sūryaputrāya vidmahe mahākālāya dhīmahi tanno yama pracodayāt.
  • Om Vaivasvadaya Vidmahe Dandahastaya Dhimahi Tanno Yama Prachodayat.
Senjatadaṇḍa (pedang), pasa (jerat), dan gada
Wahanakerbau
Dewa/dewi terkaitKāla, Dharmathakur
Keluarga
Orang tua
SaudaraYami, Aswin, Waiwaswata Manu, Rewanta, Sani, Tapati
IstriDumorna[3][a]
AnakSunita (putri)
Yudistira (putra)
Padanan
NordikYmir[6][7][8]
RomawiRemus,[8] Dis Pater, Pluto[9]
YunaniHades
MesirOsiris, Sokar
ManipuriThongalel[10]

Yama (Dewanagari: यम; ,IASTYama, यम), dikenal pula sebagai Kala (Dewanagari: काल; ,IASTKāla, काल) atau Darmaraja (Dewanagari: धर्मराज; ,IASTDharmarāja, धर्मराज) adalah dewa akhirat dalam agama Hindu. Menurut kepercayaan umat Hindu, dialah dewa yang pertama kali dijumpai oleh roh orang mati saat berangkat menuju wilayah surgawi, sehingga dia juga bergelar dewa kematian. Tugasnya yang utama adalah mengadili roh orang mati, dengan didampingi oleh asistennya yang disebut Citragupta, pencatat karma manusia. Karena keadilannya, ia disebut pula Dharmaraja.

Penggambaran

sunting

Yama biasanya digambarkan sebagai seorang pria berkulit biru, memiliki wahana berupa seekor kerbau hitam raksasa. Ia bersenjata gada atau danda dan membawa jerat. Yama juga dikatakan muncul dalam wujud berbeda saat menghampiri orang baik dan orang jahat menjelang kematiannya. Untuk orang jahat, Yama akan terlihat memiliki kaki yang sangat besar, dengan bibir tipis membara, mata sedalam ruang hampa, dan rambut yang terbakar api. Yama memiliki dua anjing, masing-masing dengan empat mata. Anjing ini bertugas memandu roh orang mati saat sedang berada di dunia bawah menuju alam Yama serta merupakan keturunan anjing perkasa yang menjaga kawanan ternak dewa Indra.

Mitologi

sunting

Menurut kitab Purana, Yama adalah putra Surya (dewa matahari) dan Saranya (putri Wiswakarma). Dia memiliki kakak bernama Waiwaswata Manu, dan saudara kembar perempuan bernama Yamuna. Selain itu, ia memiliki ibu tiri bernama Radnyi, Praba, dan Caya. Karena Caya lebih memperhatikan anak kandungnya sendiri daripada anak tirinya, Yama menendang kakinya. Hal itu membuatnya dikutuk bahwa kakinya akan digerogoti oleh cacing. Cacing-cacing tersebut juga akan menyebabkan kakinya bernanah dan berdarah.

Untuk mengurangi kutukan tersebut, Surya memberikan seekor burung kepada Yama untuk memakan cacing-cacing tersebut. Kemudian Yama memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat suci yang bernama Gokarna. Disana ia memuja Siwa dengan cara bertapa selama ribuan tahun. Siwa berkenan dengan tapa yang dilakukan Yama, lalu ia diangkat sebagai dewa kematian. Ia diberi hak untuk menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang melakukan dosa, dan memberikan berkah kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Other names of Yama's consort include Urmila and Shyamala.[4] Yama is also sometimes depicted with three consorts Hema-mala, Sushila and Vijaya.[5] When identified with Dharmadeva, he is married to 10 or 13 daughters of Daksha.

Referensi

sunting
  1. ^ Cyclopaedia of India and of Eastern and Southern Asia, Commercial, Industrial and Scientific: Products of the Mineral, Vegetable and Animal Kingdoms, Useful Arts and Manufactures. Ed. by Edward Balfour (dalam bahasa Inggris). [Dr.:] Scottish and Adelphi Press. 1873.
  2. ^ "Planetary Linguistics". Diarsipkan dari asli tanggal December 17, 2007. Diakses tanggal June 12, 2007.
  3. ^ Puranic Encyclopedia by Vettam Mani
  4. ^ Debroy, Bibek (2005). The History of Puranas (dalam bahasa Inggris). Bharatiya Kala Prakashan. ISBN 978-81-8090-062-4.
  5. ^ Daniélou, Alain (1991). The Myths and Gods of India: The Classic Work on Hindu Polytheism from the Princeton Bollingen Series (dalam bahasa Inggris). Inner Traditions / Bear & Co. ISBN 978-0-89281-354-4.
  6. ^ Lincoln 1975, hlm. 129.
  7. ^ Anthony 2007, hlm. 134–135.
  8. ^ a b Mallory & Adams 1997, hlm. 129–130.
  9. ^ Lincoln 1991, hlm. 33.
  10. ^ "Glimpses of Manipuri Language, Literature, and Culture". 1970.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hansamu Yama

Hansamu Yama Pranata (lahir 16 Januari 1995) adalah seorang pemain sepak bola profesional Indonesia yang bermain sebagai Bek tengah untuk klub Liga Super

Yama Carlos

28 Desember 1980), lebih dikenal sebagai Yama Carlos adalah pemeran dan model berkebangsaan Indonesia. Yama lahir dengan nama Hamba Ramanda pada 28 Desember

Pencarian Terakhir (film 2008)

Film ini akan dibintangi antara lain oleh Lukman Sardi, Richa Novisha, Yama Carlos, dan Alex Abbad. Sita mendapat kabar penting dari pos Jagawana gunung

Narik Sukmo: Menari atau Mati

tersebut menampilkan Teuku Rifnu Wikana, Nugie, Aliando Syarief, Kinaryosih, Yama Carlos, Febby Rastanty, Dea Annisa, Elly D. Luthan dan Maryam Supraba. Film

Rambut Kafan

Helfi Kardit. Film ini dibintangi oleh Bulan Sutena, Catherine Wilson, dan Yama Carlos. Rambut Kafan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 18 Januari

Ganteng-Ganteng Genteng: Kontes Otot Paling Viral

sebagai Harry Rusli Adinda Thomas sebagai Claudia Jasmine Nadya sebagai Ella Yama Carlos sebagai Drajat Willy Dozan sebagai Broto Faiz Vishal sebagai Aang

Yanluo Wang

Yánluó Wáng diterjemahkan sebagai "Yama, Raja Akhirat; terjemahan dari bahasa Sanskerta: Yama Raja". Yan merupakan "Yama; gerbang desa; atau marga Yan".

Pandawa

saudara para Pandawa yang paling tua. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Yama dan lahir dari Kunti. Menurut narasi Dropadi dalam Wanaparwa, Yudistira bertubuh