Pirola
Chemical structure of pyrrole
Nama
Nama IUPAC
Pirola
Pirol
Penanda
Model 3D (JSmol)
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1/C4H5N/c1-2-4-5-3-1/h1-5H
  • C1=CC=CN1
Sifat
C4H5N
Massa molar 67,09 g/mol
Densitas 0,967 g/cm3
Titik lebur −23 °C
Titik didih 129–131 °C
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Pirola atau pirol, adalah sejenis senyawa organik aromatik heterosiklik beranggota lima dengan rumus kimia C4H4NH.[1] Turunan tersubstitusinya juga disebut pirola. Sebagai contoh, C4H4NCH3 adalah N-metilpirola. Porfobilinogen adalah pirola yang ter-trisubstitusi yang merupakan prekursor biosintetik banyak produk alami.[2]

Pirola merupakan komponen makrolingkar yang lebih kompleks, meliputi porfirin heme, klorin dan bakterioklorin[3] klorofil, dan porfirinogen.

Sifat-sifat

sunting

Pirola mempunyai kebasaan yang sangat rendah dibandingkan amina dan senyawa aromatik lainnya seperti piridina, di mana nitrogen pada cincin tidak berikatan dengan atom hidrogen. Kebasaan yang lebih rendah ini disebabkan oleh delokalisasi pasangan menyendiri elektron atom nitrogen apada cincin aromatik. Pirola adalah basa yang sangat lemah dengan pKaH sekitar −4. Protonasi akan menyebabkan senyawa ini kehilangan aromatisitas, sehingga proses ini sangat tidak difavoritkan.

Sintesis

sunting

Terdapat banyak metode sintesis organik pirola dan turunannya. Reaksi-raksi klasik misalnya sintesis pirola Knorr, sintesis pirola Hantzch, dan sintesis Paal-Knorr. Bahan awal pada sintesis pirola Piloty-Robinson adalah 2 ekuivalen aldehida dan hidrozina.[4][5] Produk reaksinya adalah pirola dengan substituen tertentu pada posis 3 dan 4. Aldehida bereaksi dengan diamina menjadi zat antara di-imina (R–C=N−N=C–R), kemudia dengan penambahan asam klorida, menghasilkan penutupan cincin dan pelepasan amonia menjadi pirola.

Pada satu modifikasi, propionaldehida direaksikan pertama-tama dengan hidrazina, kemudian dengan benzoil klorida pada temperatur tinggi dan dibantu dengan iradiasi mikrogelombang:[6]

Piloty-Robinson reaction Milgram 2007

Pada langkah kedua, reaksi sigmatropik [3,3] terjadi di antara dua zat antara.

Reaktivitas

sunting

Baik proton NH dan CH pada pirola bersifat asam moderat dan dapat dideprotonasi dengan basa kuat seperti butillitium dan logam hidrida. "Pirolida" yang dihasilkan bersifat nukleofilik. Dengan menangkap konjugat basa dengan elektrofil (misalnya alkil atau asil halida) akan menunjukkan bagian mana yang terdeprotonasi sehingga akan bereaksi sebagai nukleofil. Distribusi produk reaksi ini sering kali kompleks dan tergantung pada basa yang digunakan (terutama ion lawan seperti litium dari butillitium atau natrium dari natrium hidrida), substitusi pirola yang telah ada, dan elektrofil.

Kontribusi resonansi pirola memberikan kontribusi pada pemahaman reaktivitas reaksi. Seperti furan dan tiofena, pirola lebih reaktif daripada benzena terhadap substitusi aromatik nukleofilik karena ia dapat menstabilisasi muatan positif zat antara karbokation. Hal ini karena nitrogen dapat mendonor pasangan menyendiri elektronnya ke dalam sistem resonansi cincin. Resonance Contributors of Pyrrole

Pirola secara predominan menjalani substitusi aromatik elektrofilik pada posisi 2 dan 5, walaupun produk substitusi pada posisi 3 dan 4 juga didapatkan dalam rendemen yang rendah. Dua reaksi yang signifikan dalam menghasilkan pirola berfungsional adalah reaction Mannich dan reaksi Vilsmeier-Haack.[7][8] Kedua reaksi ini sangat cocok dengan berbagai macam substrat pirola. Reaksi pirola dengan formaldehida menghasilkan profirin.

Forilasi turunan pirola Garabatos-Perera 2007

Senyawa pirola juga dapat berpartisipasi pada reaksi sikloadisi (Diels-Alder) dalam kondisi-kondisi tertentu, seperti katalis asam Lewis, pemanasan, atau tekanan tinggi.

Penggunaan komersial

sunting

Pada laporan tahun 1994 yang dirilis oleh lima besar perusahaan rokok, pirola adalah salah satu dari 599 aditif yang digunakan dalam rokok. [9]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Loudon, Marc G. (2002). "Chemistry of Naphthalene and the Aromatic Heterocycles.". Organic Chemistry (Edisi Fourth Edition). New York: Oxford University Press. hlm. 1135–1136. ISBN 0-19-511999-1.
  2. ^ Cox, Michael; Lehninger, Albert L; Nelson, David R. (2000). Lehninger principles of biochemistry. New York: Worth Publishers. ISBN 1-57259-153-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ^ Jonas Jusélius and Dage Sundholm (2000). "The aromatic pathways of porphins, chlorins and bacteriochlorins". Phys. Chem. Chem. Phys. 2: 2145–2151. doi:10.1039/b000260g.
  4. ^ Piloty, O. (1910). "Synthese von Pyrrolderivaten: Pyrrole aus Succinylobernsteinsäureester, Pyrrole aus Azinen". Chem. Ber. 43: 489. doi:10.1002/cber.19100430182.
  5. ^ Robinson, Gertrude Maud (1918). "LIV.—A new synthesis of tetraphenylpyrrole". J. Chem. Soc. 113: 639. doi:10.1039/CT9181300639.
  6. ^ Benjamin C. Milgram, Katrine Eskildsen, Steven M. Richter, W. Robert Scheidt, and Karl A. Scheidt (2007). "Microwave-Assisted Piloty-Robinson Synthesis of 3,4-Disubstituted Pyrroles". J. Org. Chem. 72 (10): 3941–3944. doi:10.1021/jo070389. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  7. ^ Jose R. Garabatos-Perera, Benjamin H. Rotstein, and Alison Thompson (2007). "Comparison of Benzene, Nitrobenzene, and Dinitrobenzene 2-Arylsulfenylpyrroles". J. Org. Chem. 72: 7382–7385. doi:10.1021/jo070493r. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  8. ^ The 2-sulfenyl group in the pyrrole substrate acts as an activating group and as a protective group that can be removed with Raney nickel
  9. ^ quitsmoking.about.com Link Diarsipkan 2006-05-23 di Wayback Machine.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Karl-Günther Heimsoth

hlm. 329. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 December 2013. Moritz Pirol: Hahnenschreie, Vol. 2, 2000, p. 285. zur Nieden, Susanne (2004). "Die 'männerheldische

Universitas Islam Negeri Palopo

Prof. Dr. H. Nihaya M., M.Hum (2010-2014) Dr. Abdul Pirol, M.Ag (2014-2015) 1 Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag (2015-2023) 2 Dr. Abbas Langaji, M.Ag (2023-Sekarang)

Ikatan karbon–nitrogen

karena delokalisasi pasangan elektron sunyi menjadi ikatan rangkap dan dalam pirol pasangan elektron sunyi tersebut adalah bagian dari sekstet aromatik. Serupa

Saccoglossus

secara spiral. Genus ini dikenal dengan produksi dan akumulasi berbagai pirol dan fenol terhalogen. Spesiesnya mencakup: Saccoglossus apatensis Thomas

Irinotekan

sitotoksik yang terdiri dari struktur cincin pentasiklik yang mengandung gugus pirol (3, 4 β) kuinolin, bentuk lakton berkonfigurasi S, dan bentuk karboksilat

Gliklazid

paruh eliminasi 10,4 jam Pengenal Nama IUPAC N-(heksahidrosiklopenta[c]pirol-2(1H)-ilkarbamoil)-4-metilbenzenasulfonamida Nomor CAS 21187-98-4 Y PubChem

Kimia organoboron

adisi, misalnya, C. Senyawa siklik borola, sebuah analog struktural dari pirol, belum diisolasi, tetapi derivatif tersubstitusinya dikenal sebagai borola

Ilaprazol

Nama IUPAC 2-[(RS)-[(4-metoksi-3-metilpiridin-2-il)metil]sulfinil]-5-(1H-pirol-1-il)-1H-benzimidazola Nomor CAS 172152-36-2 PubChem CID 214351 ChemSpider