Model Heme B

Heme adalah gugus prostetik yang terdiri dari atom besi yang terdapat di tengah-tengah cincin organik heterosiklik yang luas yang disebut porfirin. Tidak semua porfirin mengandung besi, tetapi fraksi metalloprotein yang mengandung porfirin memiliki heme sebagai gugus protetiknya; ini kemudian dikenal sebagai hemoprotein. Heme banyak dikenal dalam perannya sebagai komponen Hemoglobin, tetapi heme juga merupakan komponen dari sejumlah hemoprotein lainnya.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Besi

Besi dalam daging (besi heme) lebih mudah diserap daripada besi dalam sayuran. Meskipun sejumlah studi menyebutkan bahwa heme/hemoglobin dari daging merah

Hemoglobin

ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein

Karbon monoksida

secara alami sebagai pemecahan dari heme, sebuah substrat untuk enzim heme oksigenase. Reaksi enzimatis ini memecahkan heme menjadi CO, biliverdin, dan Fe3+

Darah

protein), yang terdapat dalam eritrosit dan mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Pada serangga

Sel darah merah

hemoglobin, sebuah metalloprotein kompleks yang mengandung gugus heme, di mana dalam golongan heme tersebut, atom besi akan tersambung secara temporer dengan

Unsur golongan 8

1074–5 Nam, Wonwoo (2007). "High-Valent Iron(IV)–Oxo Complexes of Heme and Non-Heme Ligands in Oxygenation Reactions". Accounts of Chemical Research.

Hemoglobin A

subunit alfa dan dua subunit beta (α2β2). Setiap subunit mengandung grup heme yang bisa diikat oleh oksigen diatomik (O2). Ketika hemoglobin mengikat pada

Porfiria

dasarnya adalah penurunan jumlah heme yang dihasilkan dan penumpukan zat antara yang terlibat dalam pembentukan heme. Porfiria juga dapat diklasifikasikan