Semua karbokation (yang sebelumnya disebut ion karbonium) membawa satu muatan positif pada sebuah atom karbon. Disebut karbokation karena sebuah kation adalah sebuah ion positif, dan "karbo" menunjuk pada sebuah atom karbon. Akan tetapi, ada perbedaan penting dalam hal struktur berbagai jenis karbokation.[1]

Jenis-Jenis Karbokation

sunting

Karbokation primer

sunting

Pada karbokation primer (1°), atom karbon yang membawa muatan positif hanya terikat pada satu gugus alkil yang lain.

Beberapa contoh karbokation primer antara lain sebagai berikut: CH3-CH2 Perhatikan bahwa yang menentukan bukan seberapa kompleks gugus alkil yang terikat, tetapi jumlah ikatan antara karbon positif dengan atom karbon lainnya. Pada semua contoh di atas, hanya ada satu ikatan antara karbon positif dengan atom karbon lain.

Dengan mengganti sebuah gugus alkil dengan simbol R, maka karbokation primer dapat dituliskan seperti gambar di samping.

Karbokation sekunder

sunting

Pada karbokation sekunder (2°), atom karbon yang memiliki muatan positif terikat pada dua gugus alkil yang lain, yang bisa sama atau berbeda.

Contoh: CH3-CH-CH3

Karbokation sekunder memiliki rumus umum seperti ditunjukkan pada gambar di samping. R dan R’ adalah gugus-gugus alkil yang bisa sama atau berbeda.

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Reaksi kimia

mengganti ikatan rangkap ganda dan membentuk karbokation, lalu kemudian bereaksi dengan nukleofil (bromin). Karbokation dapat terbentuk di salah satu ikatan rangkap

Karbon monoksida

diilustrasikan dengan reaktivitas karbon monoksida yang bereaksi dengan karbokation. Dinitrogen bersifat isoelektronik terhadap karbon monoksida. Hal ini

George A. Olah

kelahiran Hungaria. Ia amat bermakna dalam menstabilkan dan mempelajari karbokation. Ia memenangkan Penghargaan Nobel dalam Kimia pada 1994. Pada 2005 ia

Reaksi SN1

adalah reaksi molekul tunggal. Reaksi ini melibatkan sebuah zat antara karbokation dan umumnya terjadi pada reaksi alkil halida sekunder ataupun tersier

Ion

ion organik secara formal terpusat pada suatu karbon, maka ia disebut karbokation (jika bermuatan positif) atau karbanion (jika bermuatan negatif). Ion

Asam karboksilat

Karbonilasi. Metode ini efektif digunakan pada alkena yang menghasilkan karbokation sekunder dan tersier, contohnya isobutilena menjadi asam pivalat. Pada

Kimia organik fisik

untuk mengembangkan konsep tersebut. Termokimia dari zat antara reaktif—karbokation, karbanion, dan radikal—juga menarik bagi ahli kimia organik fisik. Data

Reaksi substitusi

zat antara yang reaktif terlibat dalam reaksi tersebut adalah suatu karbokation, suatu karbanion atau suatu radikal bebas atau apakah substratnya merupakan