Vinayapiṭaka
JenisKitab kanonis
IndukTipiṭaka
IsiSuttavibhaṅga; Khandhaka; Parivāra
KomentarSamantapāsādikā
PengomentarBuddhaghosa
SubkomentarSāratthadīpanī-ṭīkā (Mahāvagga-ṭīkā, Cūḷavagga-ṭīkā); Vajirabuddhi-ṭīkā; Vimativinodanī-ṭīkā
PanduanDvemātikāpāḷi (Dvemātikā Kaṅkhāvitaraṇī); Vinayālaṅkāra-ṭīkā; Kaṅkhāvitaraṇīpurāṇa-ṭīkā (Kaṅkhā-purāṇa-abhinava-ṭīkā); Vinayavinicchaya-ṭīkā; Pācityādiyojanāpāḷi
IkhtisarVinayavinicchaya-uttaravinicchaya; Vinayasaṅgaha-aṭṭhakathā; Khuddasikkhā-mūlasikkhā; Pāḷimuttakavinicchaya
SingkatanVinaya; Vin; Vi

Vinayapiṭaka (Pali untuk "Keranjang Disiplin"), juga ditulis sebagai Vinaya Piṭaka, adalah salah satu dari tiga bagian Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh aliran Theravāda. Bagian ini berisi peraturan-peraturan bagi para anggota Sangha monastik, yaitu para biku dan bikuni; dua bagian lainnya adalah Suttapiṭaka dan Abhidhammapiṭaka. Bagian ini terdiri atas 3 sub-bagian:

Suttavibhaṅga

sunting

Kitab Suttavibhaṅga berisi peraturan-peraturan bagi para biku dan bikuni, terdiri dari:

  • Bhikkhuvibhaṅga - berisi 227 peraturan yang mencakup 8 jenis pelanggaran, di antaranya terdapat 4 pelanggaran yang menyebabkan dikeluarkannya seorang biku dari Saṅgha dan tidak dapat menjadi bikuu lagi seumur hidupnya. Keempat pelanggaran itu, adalah berhubungan kelamin, mencuri, membunuh manusia atau terlibat dalam rencana pembunuhan, dan berbohong menyatakan dirinya telah mencapai kesucian padahal belum. Untuk ketujuh jenis pelanggaran lainnya ditetapkan hukuman dan pembersihan yang sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang bersangkutan.
  • Bhikkhunīvibhaṅga - berisi peraturan-peraturan yang serupa bagi para bikuni, hanya jumlahnya lebih banyak.

Khandhaka

sunting

Kitab Khandhaka terbagi atas:

  • Kitab Mahāvagga - berisi peraturan-peraturan dan uraian tentang upacara penahbisan biku; upacara uposatha pada saat bulan purnama dan bulan baru, pada saat itu juga dibacakan Pāṭimokkha (peraturan disiplin bagi para biku); peraturan tentang tempat tinggal selama musim hujan (vassa); upacara pada akhir vassa (Pavāranā); peraturan-peraturan mengenai jubah, peralatan, obat-obatan dan makanan; pemberian jubah Kaṭhina setiap tahun; peraturan-peraturan bagi para biku yang sakit; peraturan tentang tidur; peraturan tentang bahan jubah; tata cara melaksanakan Saṅghakamma (tata cara mengambil keputusan dalam Sangha monastik); dan tata cara dalam hal terjadi perpecahan.
  • Kitab Cūḷavagga - berisi peraturan-peraturan untuk menangani pelanggaran-pelanggaran; tata cara penerimaan kembali seorang biku ke dalam Sangha setelah melakukan pembersihan atas pelanggarannya; tata cara untuk menangani masalah-masalah yang timbul; berbagai peraturan yang mengatur cara mandi, pengenaan jubah, menggunakan tempat tinggal, peralatan, tempat bermalam dan sebagainya; mengenai perpecahan kelompok-kelompok biku; kewajiban-kewajiban guru (ācariya), dan calon biku (samanera); pengucilan dari upacara pembacaan Pātimokkha; penahbisan dan bimbingan bagi bikuni; cerita tentang Sidang Buddhis Pertama di Rajagaha; dan cerita tentang Sidang Buddhis Kedua di Vesali.

Parivāra

sunting

Kitab Parivāra memuat ikhtisar dan pengelompokan peraturan-peraturan Vinaya, yang disusun dalam bentuk tanya jawab untuk dipergunakan dalam pengajaran dan ujian.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Vinaya

Vinaya (kata dalam bahasa Pali dan bahasa Sanskerta, yang berarti 'memimpin', pendidikan', 'peraturan') adalah landasan peraturan kumpulan monastik Buddhis

Buddhisme

peraturan minor dalam Vinaya, di sisi lain kelompok yang mempertahankan Vinaya apa adanya. Kelompok yang ingin perubahan Vinaya memisahkan diri dan dikenal

Sigālovāda Sutta

Buddhaghosa merujuk sutta ini sebagai "Vinaya [aturan disiplin buddhis] bagi para perumah tangga (Pali: gihi-vinaya)." Pada masa modern, Bhikkhu Bodhi telah

Kitab buddhis awal

bahasa Tionghoa Klasik. Beberapa ahli berpendapat bahwa sebagian kitab Vinaya, seperti yang digunakan aliran Patimokkha, serta beberapa bagian dari kitab

Sriwijaya

menganalisis dan mempelajari semua topik ajaran sebagaimana yang ada di India; vinaya dan ritual-ritual mereka tidaklah berbeda sama sekali [dengan yang ada di

Theravāda

konservatif dalam hal pembelajaran kitab suci (pariyatti) dan disiplin monastik (vinaya). Salah satu unsur konservatisme ini adalah kenyataan bahwa Theravāda menolak

Murid-murid Buddha Gotama

spiritual serta peranannya dalam penyebaran dan pelestarian awal Dhamma dan Vinaya. Para murid ini, baik biku (bhikkhu), bikuni (bhikkhunī), upasaka (upāsaka)

Yijing (biksu)

sutra (teks agama Buddha) ke dalam bahasa Tionghoa, termasuk: Saravanabhava Vinaya (一切有部毗奈耶) Avadana, (Kisah-kisah kebajikan 譬喻經) pada tahun 710.