Subahu
सुबहु
Rama memanah Subahu dan Marica.
Rama memanah Subahu dan Marica.
Tokoh Ramayana
NamaSubahu
Ejaan Dewanagariसुबहु
Ejaan IASTSubahu
Kitab referensiRamayana
KediamanDandakaranya
Golonganraksasa
AyahSunda
IbuTataka
SaudaraMarica

Dalam wiracarita Ramayana, Subahu (Dewanagari: सुबहु; ,IASTSubahu, सुबहु) adalah nama seorang raksasa pemakan daging manusia, hidup di wilayah Dandaka. Ia merupakan putra dari seorang raksasa bernama Sunda dan raksasi bernama Tataka; ia memiliki seorang saudara bernama Marica. Subahu dan saudaranya gemar mengganggu pertapaan para resi yang melangsungkan upacara. Akhirnya ia terbunuh di tangan Rama, yang dipanggil oleh Resi Wiswamitra untuk melindungi pertapaan para resi.

Kisah

sunting

Dalam wiracarita Ramayana dikisahkan bahwa Subahu bersama dengan saudaranya, yaitu raksasa Marica, membentuk suatu perkumpulan untuk mengganggu upacara yadnya yang dilakukan oleh para resi. Biasanya saat Resi Wiswamitra menyelenggarakan upacara yadnya, Subahu dan Marica beserta tentaranya terbang di angkasa dan memenuhi langit. Mereka melempar darah dan daging mentah untuk menodai kesucian sesajen untuk upacara.[1]

Atas permohonan dari Wiswamitra, kedua pangeran yaitu Rama dan Laksmana bersedia berada di Sidhasrama untuk melindungi penyelenggaraan yadnya yang dilakukan oleh para resi.[2] Melihat tindakan Subahu yang jahat, Rama tidak tinggal diam. Ia dan Laksmana memanah bala tentara raksasa yang terbang di angkasa. Rama tidak ingin Marica mati, maka ia menyuruh Laksmana agar melepaskan anak panahnya untuk menerbangkan Marica ke laut. Untuk Subahu, Rama tidak memberi ampun. Dengan senjata Agneyastra atau "Senjata Agni" (panah berapi), tubuh Subahu terbakar sampai menjadi abu. Melihat pemimpinnya sudah tiada, akhirnya para raksasa melarikan diri.[3]

Subahu yang lain

sunting

Dalam mitologi Hindu, ada beberapa tokoh berbeda yang bernama Subahu, yaitu:

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Gita Jnana Brahmacharini Sharanya Chaitanya (1 July 2018). "Rama Brings Ahalya Back to Her Living Form". The New Indian Express. Diakses tanggal 22 January 2019.
  2. ^ Shashtri, Hari Prasad (21 September 2020). "Dasaratha acquiesces [Chapter 21]". Wisdom Library - Valmiki Ramayana - Bala Kanda (dalam bahasa Inggris). Wisdom Library. Diakses tanggal 22 May 2022.
  3. ^ "Subahu - Asura Slain by Rama". Indian Mythology. Diakses tanggal 22 January 2019.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Rama

Laksmana, sedangkan untuk Subahu, Rama tidak memberi ampun. Dengan senjata Agneyastra atau Panah Api, Rama membakar tubuh Subahu sampai menjadi abu. Setelah

Murid-murid Buddha Gotama

(juga pañcavaggiyā, berbeda dari Mahānāma Sakka) Assaji Nāḷaka Yasa Vimala Subāhu Puṇṇaji Gavampati Uruvelakassapa Nadīkassapa Gayākassapa Sāriputta Mahāmoggallāna

Korawa

10 Anuwinda अनुविन्द Anuvinda 11 Durdarsa दुर्धर्ष Durdharṣa 12 Subahu सुबाहु Subāhu 13 Duspradarsana दुष्प्रधर्षण Duṣpradharṣaṇa 14 Durmarsana दुर्मर्षण

Tataka

seorang yaksa bernama Suketu, dan merupakan ibu dari raksasa Marica dan Subahu. Ia dikutuk oleh Resi Agastya agar rupanya buruk. Ia tinggal di hutan Dandaka

Wiswamitra

Sidhasrama. Di Sidhasrama, Rama dan Laksmana menyingkirkan raksasa Marica dan Subahu. Atas pertolongan Rama dan Laksmana, Resi Wiswamitra mengajak mereka ke

Rama Shinta

Vishvamitra. Mereka memberi Lakshman makanan. Segera Taraka dan putranya Subahu dibunuh oleh Ram dan Lakshman. Guru Vishvamitra mengatakan kepadanya bahwa

Ramayana

Mandodari Marica Mayasura Narantaka Prahasta Rahwana (Dasamuka) Sarama Singika Subahu Sukesi (Kaikesi) Sulocana Sumali Surasa Surpanaka Tataka Trijata Trisirah

Marica

diri. Saat Wiswamitra melakukan upacara, Marica kembali mengganggu bersama Subahu dan raksasa lainnya. Mereka terbang di atas tempat upacara sambil membawa