Dalam mitologi Hindu, Kadru (Sanskerta: कद्र; Kadrū) merupakan salah satu puteri Daksa yang menikahi seorang resi bernama Kasyapa. Kadru memperoleh seribu butir telur dari Kasyapa untuk dirawat. Telur-telur tersebut dijaga dengan sangat baik oleh Kadru. Setelah lima ratus tahun, telur-telur itu menetas. Makhluk yang lahir dari telur-telur tersebut semuanya berwujud naga. Naga yang utama adalah Anantaboga, Basuki dan Taksaka. Semuanya diangkat sebagai anak oleh Kadru.

Ketika Kadru memenangkan sebuah pertaruhan, ia memperbudak saudaranya yaitu Winata. Winata memiliki anak yang bernama Aruna dan Garuda. Aruna menjadi kusir Dewa Matahari, sedangkan Garuda membantu ibunya menjalani masa perbudakan. Garuda amat sakti sehingga para putera Kadru menghormatinya.

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kadru (warna)

Kadru (bahasa Inggris: Chestnutcode: en is deprecated ) adalah suatu corak warna cokelat yang menyerupai warna biji kastanya. Adiwimarta, Sri Sukesi;

Napas (warna kuda)

Napas atau kadru (bahasa Inggris: chestnutcode: en is deprecated ) adalah warna bulu kuda yang terdiri dari bulu berwarna kemerahan hingga coklat dengan

Kereta api Taksaka

Mahabharata. Wiracarita tersebut mengisahkan naga tersebut adalah putra dari Dewi Kadru dan Kasyapa yang tinggal di Nagaloka bersama saudara-saudara lainnya, yaitu

Basuki (mitologi)

sebagaimana para naga lainnya, Basuki merupakan putra Bagawan Kasyapa dengan Dewi Kadru. Dalam kisah Samudramanthana, Basuki melilit Gunung Mandara yang dipakai

Garuda

dari ibunya, yang pernah bertengkar dengan istri lain dari suaminya, yaitu Kadru, ibu para ular. Sinar Garuda sangat terang sehingga para dewa mengiranya

Kuda

menemukan gen baru yang terkait dengan sifat-sifat tertentu. Warna bulu dasar kadru dan hitam ditentukan oleh gen yang dikendalikan oleh reseptor Melanocortin

Asfar

cokelat, hanya kadru saja. Namun, karena ada contoh kuda kadru rami yang lahir dari induk yang berwarna hitam atau cokelat, warna kadru rami mungkin tidak

Nagaraja

memberikan seribu butir telur agar dirawat Dewi Kadru. Kelak dari telur-telur tersebut lahirlah putra-putra Dewi Kadru. Setelah lima ratus tahun berlalu, telur-telur