Upacara sraddha adalah upacara umat Hindu di pulau Jawa zaman dahulu kala untuk mengenang arwah seseorang yang meninggal. Bentuk reminisensi upacara ini, masih ada sekarang dan disebut sadran dengan bentuk verba aktif nyadran.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nyadran

masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah. Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta, sraddha yang artinya keyakinan. Nyadran adalah tradisi pembersihan makam oleh masyarakat

Candi Tegowangi

dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan melalui serangkaian upacara sraddha. Candi Tegowangi dapat pula disebut Candi Sentul. N. W. Hoepormans adalah

Moksa

uparati (tidak adanya bias, objektivitas), titiksa (ketahanan, kesabaran), sraddha (keyakinan), dan samadhana (niat, komitmen). Tradisi Adwaita mempertimbangkan

Bhagawadgita

kekuasaan Kitab Suci, berangsur-angsur mencapai kesempurnaan rohani. BAB XVII Sraddha Traya Wibhaga Yoga, menguraikan mengenai golongan-golongan keyakinan. Ada

Gayatri (Rajapatni)

memberitakan pada tahun 1362 Hayam Wuruk (raja keempat) mengadakan upacara Sraddha memperingati 12 tahun meninggalnya Gayatri Rajapatni. Nagarakretagama memberitakan

Purana

Widhi Wasa. Ajaran agama yang dijumpai dalam kitab Purana, yaitu: Ajaran Sraddha (Keimanan) Ajaran Etika (Etika moral) Ajaran Acara (Ritual) Tuntunan dalam

Bodhipakkhiyādhammā

analisis (vīmaṁsa atau vīmaŋsā; mimāṃsā) Keyakinan (Pali: saddhā; Sanskerta: śraddhā) Energi/usaha (viriya; vīrya) Perhatian-penuh (sati; smṛti) Konsentrasi

SMA Negeri 8 Denpasar

yang artinya "Dasarilah Hidup Ini Dengan Kesetiaan (SATYA) dan Keyakinan (SRADDHA)". SMAN 8 Denpasar didirikan pada tahun 2006 Sebagai upaya menjadikan Denpasar