Sadran adalah Upacara masyarakat Jawa Baru (dan Madura serta mungkin juga Sunda) yang disebut dengan nama sadran atau bentuk verbal nyadran, merupakan reminisensi daripada upacara sraddha Hindu yang dilakukan pada zaman dahulukala.

Upacara ini dilakukan oleh orang Jawa pada bulan Jawa-Islam Ruwah sebelum bulan Puasa, Ramadan, bulan di mana mereka yang menganut ajaran Islam berpuasa.

Upacara sadran ini dilakukan dengan berziarah ke makam-makam dan menabur bunga (nyekar). Selain itu upacara ini juga dilaksanakan oleh orang Jawa yang tidak menganut ajaran Islam pula.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nyadran

pedesaan. Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artinya ruwah syakban. Nyadran / Sadranan adalah suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan

Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Kampung Pitu Upacara Adat Tuk Si Beduk Sadranan Logantung Gunungkidul Sadranan Alas Wonosadi Gunungkidul Sadranan Gunung Genthong Gunungkidul Growol Kesenian

Kabupaten Boyolali

perwita sari air yang diambil dari kawasan pesangrahan Kebo Kanigoro. Sadranan yaitu suatu tradisi masyarakat untuk membersihkan makam leluhur dan ziarah

Daerah Istimewa Yogyakarta

Drini/Pulau Drini Pantai Watukodok Pantai Sepanjang Pantai Krakal Pantai Sadranan Pantai Sundak Pantai Pulang Sawal Pantai Slili Area Gunungkidul 2 Pantai

Durga

Selain tiu juga memiliki simbol sebagai aspek penghancur dari keinginan kesadran hakiki setial individu. Sara sebagai pelengkap dhanus sendiri merupakan

Pantai Parangtritis

Pantai Ngrumput Pantai Ngandong Pantai Sepanjang Pantai Trenggole Pantai Sadranan Pantai Pok Tunggal Pantai Gesing Pantai Ngrenehan Pantai Watulawang Pramono

Candi Bacem

Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama "Sadran Cungkup". Sampai sekarang situs tersebut masih dikeramatkan oleh masyarakat

Pantai Slili

dan menjadi batas alami antara Pantai Krakal di sebelah barat dan Pantai Sadranan di sebelah timur.[butuh rujukan] Meskipun ukurannya tidak luas, Pantai