Ra repa
Aksara Bali
Huruf LatinRe
IAST
Fonem[ɹ], [rə]
UnicodeU+1B0B
Warga aksaramurdhanya
Gempelan

Ra repa (lafal: /rərepə/) adalah salah satu aksara swara (huruf vokal) dalam sistem penulisan aksara Bali. Di Bali, Ra repa dikenal sebagai pengganti aksara Ra yang tidak boleh diberi pepet. Jika dialihaksarakan dari aksara Bali ke huruf Latin, maka Ra repa ditulis "Re" (lafal: /rə/).

Fonem

sunting

Aksara ini melambangkan bunyi /ɹ/, yaitu bunyi hampiran tarik-belakang dalam bahasa Sanskerta. Bunyi ini tidak dikenal dalam bahasa Bali, tetapi aksara ऋ yang melambangkan bunyi tersebut tetap diserap ke dalam aksara Bali. Di Bali, aksara tersebut tidak lagi melambangkan bunyi /ɻ/, tetapi /rə/, bunyi getar rongga-gigi dengan vokal madya.

Penggunaan

sunting

Ra repa ditulis pada kata yang mengandung bunyi /ɹ/, dilambangkan oleh huruf Latin Ṛ. Karena bunyi /ɻ/ tidak terdapat dalam bahasa Bali, dan beralih menjadi /rə/, maka Ra repa dianggap sebagai pengganti aksara Ra yang dilekati pepet.

Di India, ऋ dieja /ri/. Contoh: kata Kṛṣṇa (कृष्ण) dieja "Kresna" (di Bali) dan "Krishna" (di India); kata ṛṣi (ऋषि) dieja "resi" (di Bali) dan "rishi" (di India). Sehubungan dengan itu, segala bunyi /rə/ harus ditulis dengan Ra repa dalam bahasa Bali. Maka dari itu, huruf Ra tidak boleh dibubuhi tanda pepet agar bunyinya /rə/, karena sudah ada Ra repa sebagai pengganti Ra yang dibubuhi pepet.

Referensi

sunting
  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
  • Simpen, I Wayan. Pasang Aksara Bali. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ra (aksara Bali)

huruf Ra repa. Hal ini dianjurkan karena menurut aturan sistem penulisan aksara Bali, bunyi /rə/ termasuk vokal, bukan bunyi konsonan. Ra repa Guwung

Aksara Bali

tetapi dilafalkan sebagaimana padanan pendek masing-masing aksara. Ra rĕpa ᬋ, ra rĕpa tĕdung ᬌ, la lĕnga ᬍ, dan la lĕnga tĕdung ᬎ adalah konsonan silabis

Cakra (guwung)

mət͡ʃələʔ/). Guwung macelek itu sendiri juga merupakan gantungan aksara Ra repa. Ra Ra repa Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan

Hanacaraka

l b s Aksara Bali Aksara suara (Vokal) A kara I kara U kara Ra repa La lenga E kara O kara   Warga Kanthya (Konsonan langit-langit belakang) Ka Ka mahaprana

Taling

pasangan/gantungan aksara tersebut. Tarung/tedung yang dikombinasikan dengan taling repa (dalam bhs. Bali juga disebut taling detya) akan menjadi tanda vokalisasi

Kresna

tersebut dialihaksarakan sebagai huruf Pa cerek (huruf Ra repa dalam aksara Bali) yang melambangkan bunyi /rə/ daripada /r̩/ (ditulis dengan huruf Latin "Re")

Tarung (tedung)

pasangan/gantungan aksara tersebut. Tarung/tedung yang dikombinasikan dengan taling repa (dalam bhs. Bali juga disebut taling detya) akan menjadi tanda vokalisasi

Suku (Hanacaraka)

akhirnya mengarah ke atas, yaitu gantungan yang termasuk pangangge aksara – Ya, Ra, Wa – kecuali La. Suku ilut/suku kered mengalami perubahan bentuk bila melekati