Pancing
1=Gagang/ joran
2=Tali
3=Pelampung
4=Pemberat
5=mata pancing

Pancing atau Joran adalah salah satu alat penangkap ikan yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu: tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan.

Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya. Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti: tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel).

Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan. Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.[1]

Jenis

sunting

Alat tangkap pancing dibagi menjadi dua, yaitu alat tangkap pancing tanpa umpan dan alat pancing berumpan.

Alat tangkap pancing tanpa umpan

sunting

Alat tangkap pancing tanpa umpan terdiri dari: (a) Pancing tonda (troll line); (b) pancing huhate (pole and line); dan (c) pancing yang ditarik (drag line).

Alat tangkap pancing berumpan

sunting

Sedangkan alat tangkap pancing berumpan dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Pancing tangan dan pancing ulur sederhana

Jenis pancing yang juga digunakan oleh sebagian besar nelayan di Indonesia ini ada yang memakai satu mata pancing dan ada juga yang memasang dua hingga empat mata pancing sekaligus. Pancing tangan (di tempat lain ada yang menamakan pancing usep, pancing jegog, pancing mungsing, pancing gambur, dan lain sebagainya) dapat digunakan di mana saja, seperti: tebing pantai, daerah bebatuan di tepi pantai, maupun di atas perahu. Sedangkan jenis-jenis ikan yang biasa dipancing menggunakan pancing tangan adalah ikan kakap merah, snapper, ekor kuning (ceasio sp.), Caranx sp., dan lain sebagainya.

  1. Pancing bergagang

Pancing bergagang pancing pada prinsipnya sama dengan pancing tangan dan pancing ulur. Bedanya hanyalah pada penggunaan gagang yang terbuat dari kayu, besi, atau bambu yang panjangnya antara 2 hingga 3 meter. Jenis pancing bergagang diantaranya adalah pancing welwsan, pancing tiger, pancing dewel, pancing sumbal, pancing pemaphav dan lain sebagainya. Sedangkan ikan-ikan yang menjadi tujuan tangkapannya adalah ikan kakap merah, ekor kuning, dan ikan belanak.

  1. Pancing dengan layang-layang (kite line)

Sesuai dengan namanya, kite line mengunakan layang-layang yang terbuat dari daun kiter (polypodium quercifollum). Sebagai ganti ekor layang-layang diikatkan tali pancing yang mata kailnya diganti dengan jerat berumpan. Sedangkan cara pengoperasiannya sama seperti orang yang sedang bermain layang-layang tetapi dilakukan di atas sebuah perahu atau kapal kecil. Layang-layang tersebut dinaikkan sedemikian rupa dan diusahakan agar ujung tali (yang berjerat dan berumpan) seakan-akan bermain di atas air sehingga ikan yang menjadi tujuan tangkapannya, yaitu ikan cendro (Tylosurus Melenotes blk.) mudah tertangkap.

  1. Pancing gurita (octopus jigg)

Pancing gurita bukanlah alat pancing yang bentuknya menyerupai gurita, melainkan alat pancing yang khusus digunakan untuk menangkap gurita (octopus). Pancing gurita bentuknya unik karena pada bagian ujungnya terdapat banyak sekali mata kail yang melengkung dan mencuat ke atas. Melalui tali pancing yang panjang, puluhan mata kail tersebut diberi sedikit umpan lalu diturunkan pada lokasi yang diduga banyak dihuni gurita. Manakala gurita memakan umpan yang ada di mata kail, maka sang pemancing akan melakukan sentakan mendadak pada tali pancing sehingga mulut sang gurita akan tersangkut pada mata pancing.

  1. Pancing rawai (long line).

Pancing rawai atau perawe atau prawe ini banyak digunakan oleh nelayan di Indonesia dengan berbagai macam bentuk, sesuai dengan lokasi penangkapan ikan (selasar benua maupun lautan lepas). Sedangkan ikan yang menjadi tujuan penangkapannya terutama adalah berbagai macam jenis ikan tuna dan beberapa ikan lainnya seperti: cucut, pari, layaran, setuhuk, ikan pedang atau ikan todak. Jadi, tidak mengherankan apabila ada nelayan menyebut pancing long line, maka yang diartikannya adalah pancing tuna long line.[2]

Catatan Kaki

sunting
  1. ^ "Alat tangkap ikan". 29 March 2014.
  2. ^ "Tentang pancing". 29 March 2014.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pancing tonda

Pancing tonda merupakan pancing yang diberi umpan buatan dan ujung tali pancingnya dikaitkan pada kapal motor atau perahu. Pancing tonda dikelompokan ke

Penggulung pancing

Penggulung pancing adalah gulungan engkol tangan yang digunakan dalam pemancingan untuk memutar dan menyimpan senar pancing, yang biasanya dipasang pada

Kuro

merupakan ikan tangkapan nelayan yang penting, sekaligus populer sebagai ikan pancingan. Dalam bahasa Inggris ikan-ikan ini dikenal sebagai Threadfin. Ikan yang

Alat menangkap ikan

dikategorikan menjadi: Kait ikan, benang pancing, dan pemberat pancing umumnya terpasang pada benang yang sama Joran Roda pancing, kumparan, gulungan, atau rol Umpan

Senar pancing

Senar pancing adalah sejenis senar yang dipakai atau digunakan untuk memancing. Ukuran penting dari senar pancing adalah panjangnya, bahannya dan beratnya

Tuna

menggunakan pukat cincin, sebesar 14% dengan menggunakan pancing rawai tuna (longline), 11% dengan pancing huhate (pole and line), selebihnya dengan alat lain-lain

Kakap merah utara

komoditas perikanan penting dan juga banyak dicari oleh pemacing sebagai ikan pancing. Kakap merah Kakap putih Kakap hitam Kakap kuning Hindia Kakap kuning Pasifik

Nelayan

masih banyak nelayan yang menggunakan peralatan yang sederhana seperti pancing dan perangkap dalam menangkap ikan. Nelayan di negara-negara maju biasanya