Perahu nelayan di Pantai Pelabuhan Ratu, Kota Pelabuhan Ratu, Jawa Barat
Sebuah museum nelayan di Johor, Malaysia.
Nelayan memakai baju tradisional di Benin

Nelayan adalah istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan atau biota lainnya yang hidup di dasar, kolom maupun permukaan perairan. Perairan yang menjadi daerah aktivitas nelayan ini dapat merupakan perairan tawar, payau maupun laut. Di negara-negara berkembang seperti di Asia Tenggara atau di Afrika, masih banyak nelayan yang menggunakan peralatan yang sederhana seperti pancing dan perangkap dalam menangkap ikan. Nelayan di negara-negara maju biasanya menggunakan peralatan modern seperti jaring besar dan kapal yang besar yang dilengkapi teknologi canggih.

Etimologi

sunting

Kata "nelayan" berasal dari bahasa Melayu Awal (sekitar 500–1700 M) dan merupakan kata serapan dari bahasa Tamil "nulaiyan" (நுளையன்) bentuk obsolet yang bermakna "penghuni pesisir" atau "penangkap ikan".[1]

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Haspelmath, Martin; Tadmor, Uri (ed.). "nelayan". World Loanword Database. Diakses tanggal 26 Maret 2026. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)



📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Perahu nelayan tradisional

berbeda dipakai sebagai perahu nelayan untuk menangkap ikan di laut, atau danau atau sungai. Saat ini, beberapa perahu nelayan tradisional masih dipakai.

Kesultanan Samudera Pasai

ke depan, seorang nelayan, untuk mengepalai tentara yang ingin mengalahkan negeri Nakur kembali. Menurut riwayat Tiongkok, nelayan itu menang perang,

Desa nelayan

digunakan. Desa nelayan dapat dioperasikan di pantai maupun di danau. Di Malawi, Danau Malawi merupakan lokasi di mana desa nelayan tumbuh dan memiliki

Sejarah Kabupaten Karawang

sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani dan nelayan di daerah pantai. Profesi sebagai petani dan nelayan ini yang kemudian memengaruhi corak kebudayaan

Bank Rakyat Indonesia

yang dihimpun dari petani dan nelayan, ditambah bantuan dana dari pemerintah kolonial Belanda untuk para petani dan nelayan di area Banyumas kepada masyarakat

Aceh

menjadikan perikanan sebagai mata pencaharian utama. Namun, 60 persen adalah nelayan kecil menggunakan perahu berukuran kecil. Dari sekitar 18.800 unit perahu/kapal

Pantai Pangandaran

pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan. Oleh karena itu, dulu pantai ini mendapat julukan sebagai Kota Nelayan Kecil. Pantai Pangandaran memiliki

Cincin Nelayan

Cincin Nelayan, juga dikenal sebagai Cincin Piskatori atau Pescatorio (dalam Bahasa Italia), adalah sebuah bagian resmi dari perlengkapan Sri Paus yang