Omatidia pada udang geragau berbentuk segi enam
Omatidium:
A – kornea
B – kerucut kristalin
C & D – sel pigmen
E – rhabdom
F – sel-sel fotoreseptor
G – membrana fenestrata
H – saraf optik

Omatidium (jamak: omatidia) merupakan masing-masing reseptor penglihatan mata majemuk pada artropoda seperti serangga, krustasea dan kaki seribu. Omatidia berfungsi secara terpisah sebagai reseptor warna,[1] menyediakan informasi penglihatan kepada otak dengan gambar masing-masing. Seluruh pandangan seekor artropoda akan disusun dari gabungan gambar-gambar yang dihasilkan setiap omatidium dari berbagai arah.

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Zubaidah, Siti (2017). ILMU PENGETAHUAN ALAM VIII Semester 2 (PDF). Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 210, 211. ISBN 978-602-1530-65-8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-05-16.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mata

majemuk berkaitan dengan ukuran omatidia tunggal dan jarak antar omatidia yang bersebelahan. Secara fisik ukuran omatidia tidak dapat dikurangi untuk mencapai

Belalang sembah

mangsanya melalui penglihatan; mata majemuk mereka mengandung hingga 10.000 omatidia. Sebuah area kecil di bagian depan yang disebut fovea memiliki ketajaman

Mata majemuk

dari ribuan omatidia, yaitu reseptor penglihatan yang terpisah. Seluruh pandangan yang didapati merupakan gabungan masukan dari omatidia yang terletak

Pseudopupil

melintasi mata ketika hewan berputar. Pseudopupil terbentuk karena satu omatidia yang mengamati sepanjang sumbu optisnya menyerap cahaya datang, sementara

Lobster jongkok

menonjol pada tangkai dari bagian depan karapaks; mata ini terdiri dari omatidia dengan faset persegi, yang merupakan ciri khas bentuk mata "superposisi

Tyrannomyrmex

mungkin ada. Rumus palpal 2, 2. Mata majemuk kecil, yang berkurang menjadi omatidia. 11 segmen antena dengan 3 segmen klub yang kurang sempurna. Carinae depan