Diagram skema mata manusia. Kornea (5) terletak di bagian atas diagram.

Kornea atau selaput bening adalah bagian depan mata yang tembus pandang yang menutupi iris dan pupil.[1] Bila kornea disentuh maka kelopak mata akan menutup secara refleks. Kornea tidak memiliki pembuluh darah. Kontribusi kornea selain sebagai pertahanan fisik dan kimia bola mata juga sebagai komponen media refraktif berkekuatan 40-44 Dioptri. Kornea memiliki tingkat kelengkungan yang bervariasi dari kelengkungan kecil (landai) pada tepi luar kornea dan kelengkungan besar (curam) pada pusat tengah kornea, dengan demikian kornea mampu membiaskan cahaya yang datang dari luar untuk diteruskan melewati komponen media refraktif lain di dalam bola mata. Kornea memiliki lapisan yang tersusun dari ektoderm permukaan yaitu epitel, tersusun dari sel krista neural yaitu keratosit dan sel endotel, sel penyokong seperti sel Langerhans (imunitas), juga komponen aselular yang banyak dan tebal di lapisan stroma, Bowman, serta Descemetnya. Lapisan kornea secara berturut-turut dari luar ke dalam yaitu epitel, Bowman, stroma, Descemet, endotel. Di antara seluruh lapisan kornea, stroma membentuk sebanyak 80-85% lapisan kornea dan bentuknya tersusun paralel dari serat-serta kolagen seperti kolagen tipe I, VI, dan XII diliputi oleh matriks ekstraselular. Matriks ekstraselularnya tersusun dari kolagen tipe I, III, V, VI, dan glikosaminoglikans. Struktur stroma ini juga unik karena dibandingkan jaringan penyokong lainnya di seluruh tubuh, kolagen stroma tersusun lebih padat dan menempel erat satu sama lain sehingga memberikan bentuk makroskopis kornea yang jernih dan tembus cahaya.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ (Inggris) Sridhar, M.S. Anatomy of Cornea and Ocular Surface. Indian J Ophthalmol. 2018 Feb: 190–4; Vol 66(2). Dapat diunduh dari: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5819093

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Abrasi kornea

Abrasi kornea adalah goresan di atas permukaan kornea mata. Gejalanya meliputi nyeri, kemerahan, sensitivitas terhadap cahaya, dan perasaan seperti ada

Rabun jauh

peningkatan risiko infeksi. Bedah refraktif seperti LASIK dan PRK mengubah bentuk kornea secara permanen. Pembedahan seperti Implantable Collamer Lens (ICL) memasukkan

Transplantasi selaput bening mata

bening mata (kornea) yang dianggap sudah keruh diganti kornea baru yang didapat dari pendonor. Tindakan tersebut ditempuh karena kornea keruh akibat dari

Mata

di beberapa hewan pemburu seperti elang dan laba-laba pelompat, memiliki kornea refraktif (dibahas berikutnya): struktur ini memiliki lensa negatif, memperbesar

Natamisin

jamur di sekitar mata termasuk infeksi pada kelopak mata, konjungtiva, dan kornea. Obat ini digunakan sebagai obat tetes mata. Natamisin juga digunakan dalam

Sindrom Ehlers–Danlos

esofagus. Pada mata dapat timbul keratokonus (kornea mata menonjol sehingga menyebabkan penipisan kornea), fistula kavernosus-karotis yang ditandai dengan

Kereta api Sancaka

yang duduk di kereta 2, mengalami luka gores di bagian wajah, leher, dan kornea matanya. Kedua korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim

Keratitis Acanthamoeba

penyakit langka yang terjadi ketika amuba dari genus Acanthamoeba menyerang kornea mata manusia. Acanthamoeba adalah protozoa yang dapat ditemui di tanah dan