Kuwera
Dewa kekayaan harta benda
Bendahara para dewa
Nama lain
  • Waisrawana
  • Daneswara
  • Danadipati
  • Yaksaraja
Dewanagariकुबेर
IASTKuvera
Genderpria
AfiliasiYaksa, Dikpala
PustakaPurana, Itihasa
Senjatadanda (tongkat komando), pedang
Wahana
Keluarga
Orang tua
Saudara
IstriBadra
Anak
  • Nalakuwara
  • Manibadra
  • Mayuraja
  • Minaksi
Daneswara atau Kuwera, menjadi simbol bank dan kekayaan.

Dalam agama Hindu, Kuwera (Dewanagari: कुबेर; ,IASTKuvera, कुबेर) alias Waisrawana (Dewanagari: वैश्रवण; ,IASTVaiśravaṇa,; artinya "Putra Wisrawa") atau Daneswara adalah dewa pemimpin golongan bangsa Yaksa atau Raksasa. Meskipun demikian, ia lebih istimewa dan yang utama di antara kaumnya. Ia bergelar "bendahara para Dewa", sehingga ia disebut juga Dewa Kekayaan.

Kuwera merupakan putra dari seorang resi sakti bernama Wisrawa. Ia satu ayah dengan Rahwana, tetapi lain ibu. Ia menjadi raja di Alengka, menggantikan Malyawan, tetapi di kemudian hari kekuasaannya direbut oleh Rahwana. Karena merasa tidak sanggup mengalahkan Rahwana, Kuwera pun dengan berat hati menyerahkan takhta.

Pewayangan Jawa

sunting

Pada masa penyebaran agama Hindu di Nusantara, kepercayaan dan kisah para dewa-dewi Hindu diadaptasi serta disesuaikan dengan sudut pandang lokal yang berbeda dengan budaya Hindu India. Setelah Nusantara didominansi oleh agama Islam, adaptasi tersebut masih lestari dalam bentuk lakon pewayangan, terutama di pulau Jawa. Kisah Kuwera dalam kepercayaan Hindu India juga mengalami adaptasi dalam pertunjukan wayang.

Dalam budaya pewayangan Jawa, Kuwera dikenal sebagai Batara Daneswara. Sebelumnya dia bernama Danaraja. Dia merupakan raja di Lokapala, yang diserang oleh adik tirinya (satu ayah lain ibu) yang bernama Prabu Rahwana alias Dasamuka. Serangan Rahwana ke Lokapala ini dilatarbelakangi oleh kematian Dewi Sukasalya (istri Rahwana setelah perjodohan yang diatur oleh Prabu Dasarata). Rahwana tidak bisa menerima kematian istrinya. Prabu Dasarata pun menjelaskan bahwa garis kehidupan manusia ditentukan oleh para dewa di kahyangan Suralaya. Rahwana menjadi marah dan mempersiapkan bala tentaranya untuk menyerang Suralaya. Mendengar rencana penyerangan Rahwana ke Suralaya, maka Prabu Danaraja mengirimkan surat peringatan kepada Rahwana. Rencana penyerangan pun berubah dari Kahayangan Suralaya menjadi negeri Lokapala.

Dalam pertempuran, semua patih andalan Danaraja gugur di tangan Rahwana. Akhirnya Prabu Danaraja sendiri maju ke medan perang menghadapi Rahwana. Pertempuran keduanya tampak seimbang sebab Prabu Danaraja terkenal sebagai raja yang sangat sakti dan menguasai ilmu peperangan, demikian pula Rahwana memiliki ajian Pancasona yang membuatnya sulit untuk dibunuh. Setelah perang tanding yang sangit, Rahwana dapat menghantam kepala Danaraja hingga hancur dan berhamburan darah. Akhirnya negeri Lokapala direbut oleh Rahwana. Kemudian Danaraja diangkat ke kahyangan Indraloka oleh kakeknya (Begawan Padma) yang telah menjadi dewa, atas perkenan Batara Indra. Di sana dia bertugas menjaga kembang Dewaretna.

Lihat pula

sunting
Didahului oleh:
Malyawan
Raja Alengka Diteruskan oleh:
Rahwana

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jambhala

Permata (lihat Ratnasambhava). Dalam mitologi Hindu, Jambhala dikenal sebagai Kubera. Jambhala juga dipercaya merupakan emanasi dari Awalokiteswara atau Chenrezig

Rahwana

diciptakan oleh seorang arsitek para dewa bernama Wiswakarma untuk Kubera, Dewa kekayaan. Kubera juga merupakan putra Wisrawa, dan bermurah hati untuk membagi

Nezha

Nazhajuwaluo (那吒矩韈囉) dan akhirnya Nazha (那吒). Ayah dari Nalakuvara adalah Kubera yang kemudian diserap menjadi salah seorang panteon Buddhis sebagai Dewa

Prasasti Pucangan

antara mereka yang hidup abadi dan semoga berani dalam tindakan-tindakannya. Kubera akan membagi benda-benda di antara para pengikutnya dan kelompok yang membutuhkan

Dewa

Dewa-dewi tersebut seperti: Brahma, Wisnu, Siwa, Agni, Baruna, Aswin, Kubera, Indra, Ganesa, Yama, Saraswati, Laksmi, Surya, dan lain-lain. Karena ditemukan

Ganesa

Ganesa dipuja oleh banyak umat Jaina, muncul sebagai pengambil alih fungsi Kubera. Hubungan Jaina dengan komunitas perdagangan mendukung gagasan bahwa Jainisme

Rama Shinta

sebagai Ahilya Surendra Pal sebagai Vishrava - Devbarnini dan suami Kaikesi; Kubera, Shaastra Rahwana, Rahwana, Kumbhakaran, Vibhishan, Khar, Dushan, dan ayah

Ardanariswara

beserta tiga citra lain yang telah dikenali sebagai Wisnu, Gajalasmi, dan Kubera. Belahan kanannya adalah sosok laki-laki berzakar tegak atau urdwalingga