📑 Table of Contents

Dwaita (Dewanagari: द्बैत; ,IASTDvaita,Kannada: ದ್ವೈತ; juga dikenal dengan Tattvavada and Bheda-vada), adalah salah satu bagian dari ajaran Wedanta, merupakan ajaran Wedanta yang paling luas penyebarannya. Dwaita didirikan oleh Maharesi Madhva.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hutan Dwaita

Hutan Dwaita atau Dwaitawana (Dewanagari: द्वैतवन; ,IAST: Dvaitavana, द्वैतवन) adalah suatu hutan yang termaktub dalam wiracarita Hindu Mahabharata. Wilayah

Moksa

utama di mazhab Wedanta Hinduisme – Adwaita Wedanta, Wisistadwaita, dan Dwaita – masing-masingnya memiliki pandangan tersendiri terhadap moksa. Mazhab

Gatotkaca

Kampilya Kurukshetra Mathura Upaplawya Wiratanagara Bentang alam Hutan Dwaita Hutan Kamyaka Hutan Khandawa Hutan Nemisa Pegunungan Himalaya Sungai Gangga

Siddhattha Gotama dalam Hinduisme

berarti "Itu tidak ada") menurut aliran-aliran agama Dharma lainnya, seperti Dwaita. Namun beberapa aliran lainnya, seperti Adwaita, sangat mirip dengan ajaran

Dewa (Hindu)

para dewa setara derajatnya dengan dewa lain. Namun dalam filsafat Hindu Dwaita, para dewa tertentu memiliki sekte tertentu pula yang memujanya sebagai

Agama Hindu

dalam mazhab Wedanta, tetapi tiga di antaranya—Adwaita, Wisistadwaita, dan Dwaita—lebih termasyhur. Wedanta terdiri dari berbagai macam aliran, tiga di antaranya

Tuhan dalam agama Hindu

luar jangkauan indra fisik dan alam baka. Umat Hindu yang mengikuti ajaran Dwaita Wedanta meyakini bahwa jīwātman (diri pribadi) dan Kebenaran Sejati yang

Mahabharata

Kampilya Kurukshetra Mathura Upaplawya Wiratanagara Bentang alam Hutan Dwaita Hutan Kamyaka Hutan Khandawa Hutan Nemisa Pegunungan Himalaya Sungai Gangga