| Bagian dari seri |
| Kecerdasan buatan |
|---|
Kontroversi terkait kecerdasan buatan meliputi serangkaian besar perdebatan publik, akademik dan politik terkait dampak masyarakat dari kecerdasan buatan (AI). Perdebatan tersebut utamanya timbul pada akhir 2010an dan 2020an, bertepatan dengan periode perkembangan terakselerasi yang dikenal sebagai bom AI. Meskipun mengadvokasikan kemajuan potensi teknologi untuk memecahkan masalah kompleks dan menunjang kualitas hidup manusia, para penentangnya menyoroti sejumlah besar bahaya dan tantangan. Ini meliputi etika, plagiarisme dan pencurian, pemalsuan, keamanan dan pengendalian, dampak lingkungan, pengangguran teknologi, dan penyebaran misinformasi. Ini juga menyoroti tantangan masa depan atau teoretikal, seperti kemunculan kecerdasan super buatan dan resiko eksistensial.[1]
2016
suntingBot obrolan Microsoft Tay (2016)
suntingPada 23 Maret 2016, Microsoft merilis Tay,[2] sebuah bot obrolan yang dirancang untuk meniru susunan bahasa dari seorang gadis berusia 19 tahun dan belajar dari interaksi dengan para pengguna Twitter.[3] Tak lama usia peluncurannya, Tay mulai mengirim cuitan rasis, seksis dan tak menyenangkan lainnya setelah para pengguna Twitter mengajarkannya peribahasa ofensif dan mengeksploitasi kemampuan "pengulangan terhadapku".[4] Contoh-contoh cuitan kontroversialnya meliputi penyangkalan Holokaus dan seruan untuk genosida menggunakan julukan rasial.[4] Dalam 16 jam perilisannya, Microsoft menangguhkan akun Twitter tersebut, menghapus cuitan ofensif, dan menyatakan bahwa Tay telah terkena "serangan terrencana oleh sekelompok orang" yang "mengeksploitasi kerentanan."[4][5][6][7] Tay secara singkat dan tak sengaja dirilis ulang pada 20 Maret saat uji coba, dan setelah itu ditutup permanen.[8][9] CEO Microsoft Satya Nadella kemudian menyatakan bahwa Tay "telah memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana Microsoft melakukan pendekatan terhadap AI" dan mengajarkan perusahaan tersebut soal pentingnya mengambil akuntabilitas.[10]
2022
suntingSkandal plagiarisme Voiceverse NFT (2022)
sunting
Pada 14 Januari 2022, pengisi suara Troy Baker mengumumkan kemitraan dengan Voiceverse, sebuah perusahaan berbasis rantai blok yang memasarkan teknologi peniruan suara AI sebagai token yang tidak dapat ditukar (NFT), memicu timbal balik langsung terhadap perhatian lingkungan, khawatir bahwa AI dapat menggantikan pengisi suara manusia, dan kekhawatiran terhadap pemalsuan.[11][12][13] Hari hari yang sama, pembuat pseudonim 15.ai—sebuah proyek riset sintesis suara AI non-komersial bebas—menyatakan bahwa melalui log server, Voiceverse memakai 15.ai untuk menciptakan contoh suara, mengalihkannya untuk membuat mereka tak dikenal, dan secara palsu memasarkan mereka sebagai teknologi sebenarnya mereka sendiri sebelum menjual mereka sebagai NFT;[14][15] pengembang 15.ai sebelumnya menyatakan bahwa mereka tak berminat mengikutsertakan NFT pada pengerjaan mereka.[15] Voiceverse mengakuinya dalam sejam dan menyatakan bahwa tim pemasaran mereka telah memakai 15.ai tanpa atribusi meskipun bertujuan untuk menciptakan sebuah demo.[14][15] Publikasi berita dan kelompok pemantau AI secara universal mengkarakterisasi insiden tersebut sebagai pencurian yang ditimbulkan dari kecerdasan buatan generatif.[14][15][16][17]
Théâtre D'opéra Spatial (2022)
sunting
Pada 29 Agustus 2022, Jason Michael Allen memenangkan peringkat pertama dalam divisi "artis pendatang" (non-profesional) dari kategori "Fotografi Seni Digital/Manipulasi Difgital" dari kompetisi seni rupa murni Colorado State Fair dengan Théâtre D'opéra Spatial, sebuah karya seni digital yang diciptakan menggunakan generator citra AI Midjourney, Adobe Photoshop, dan alat peningkatan skala AI, menjadikannya salah satu gambar pertama yang dipakai menggunakan AI generatif yang memenangkan penghargaan semacam itu.[18][19][20][21] Allen membongkar pemakaian Midjourney-mya saat diajukan, meskipun para juri tak mengetahui bahwa ini adalah aalt AI namun menyatakan mereka akan memberikannya peringkat pertama tanpa pandang bulu.[19][22] Meskipun terjadi sedikit pertentangan terhadap gambar tersebut di pameran tersebut, reaksi terhadap kemenangannya di media sosial bersifat negatif.[23][22] Pada 5 September 2023, Badan Hak Cipta Amerika Serikat menyatakan bahwa karya tersebut tak layak untuk perlindungan hal cipta karena input kreatif manusia bersifat de minimis dan bahwa aturan hak cipta "mengkecualikan karya yang dibuat oleh non-manusia."[20][24]
2023
suntingPernyataan terhadap resiko AI (2023)
sunting
Pada 22 Maret 2023, Future of Life Institute menerbitkan sebuah surat terbuka yang menyerukan agar "seluruh lab AI secara langsung menghentikan setidaknya 6 bulan pelatihan sistem AI yang lebih kuat ketimbang GPT-4", dengan alasan resiko seperti propaganda yang dipicu AI, otomasi ekstrim terhadap pekerjaan, keusangan manusia, dan kehilangan kendali masyarakat umum.[25] Surat tersebut, yang diterbitkan sepekan setelah perilisan GPT-4 oleh OpenAI, menganggap bahwa model bahasa besar saat ini "menjadi tugas kompetetif manusia secara umum".[25] Surat tersebut meraih lebih dari 30.000 tanda tangan, termasuk para peneliti AI akademik dan CEO industri seperti Yoshua Bengio, Stuart Russell, Elon Musk, Steve Wozniak dan Yuval Noah Harari.[25][26][27] Sura tersebut dikritik karena mengalihkan perhatian dari resiko masyarakat yang lebih langsung seperti bias algoritma,[28] dengan Timnit Gebru dan lainnya berpendapat bahwa surat tersebut menyatakan "beberapa skenario fiksi ilmiah distopia, futuristik" alih-alih masalah saat ini dengan AI.[29]
Pada 30 Mei 2023, Center for AI Safety merilis pernyataan satu kalimat yang ditandatangani oleh ratusan pakar kecerdasan buatan dan tokoh terkenal lainnya: "Memitigasi resiko kepunahan dari AI harus menjadi prioritas global bersama dengan resiko skala masyarakat lainnya seperti pandemi dan perang nuklir."[30][31] Para penandatangannya meliputi para penerima Penghargaan Turing Geoffrey Hinton dan Yoshua Bengio, serta para pemimpin eksekutif dan saintifik dari banyak perusahaan AI besar, yang meliputi Sam Altman, Demis Hassabis, dan Bill Gates.[30][31][32] Pernyataan tersebut menanggapi tanggapan dari para pemimpin politik, yang meliputi Perdana Menteri Britania Raya Rishi Sunak, ang mencuitkannya ulang dengan pernyataan bahwa pemerintah Inggris akan memantaunya secara berhati-hati, dan Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre, yang berkomentar bahwa AI "adalah salah satu teknologi paling kuat yang kami lihat saat ini pada masa kita."[33][34] Kalangan skeptis, yang meliputi orang-orang yang berasal dari Human Rights Watch, berpendapat bahwa para ilmuwan harus berfokus pada resiko yang diketahui dari AI alih-alih resiko masa depan spekulatif.[35][36]
Pemecatan Sam Altman dari OpenAI (2023)
sunting
Pada 17 November 2023, badan direktur OpenAI memecat saalh satu pendiri dan kepala eksekutif Sam Altman, yang menyatakan bahwa "badan tersebut tak lagi memiliki kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk terus memimpin OpenAI."[37] Pemecatan tersebut dipicu oleh perhatian karyawan terhadap penanganannya pada keamanan kecerdasan buatan[38][39] dan tuduhan perilaku menyimpang.[40] Altman diangkat kembali pada 22 November setelah tekanan dari para karyawan dan investor, temrausk sebuah surat yang ditandatangani oleh 745 karyawan OpenAI dari 770 karyawan yang mengancam pengunduran diri massal jika badan tersebut tidak mengundurkan diri.[41][42][43] Pemecatan dan kemudian pengangkatan kembali tersebut menyebabkan merebaknya reaksi, termasuk kejatuhan saham Microsoft nyaris tiga persen usai pengumuman awal dan kemudian naik lebih dari dua persen setelah Altman diundang untuk memimpin tim riset AI Microsoft sebelum pengangkatan ulangnya.[44][45] Peristiwa tersebut juga memicu penyelidikan dari Competition and Markets Authority dan Federal Trade Commission terhadap hubungan Microsoft dengan OpenAI.[46][47]
2024
suntingKontroversi pornografi pemalsuan dalam Taylor Swift (2024)
suntingPada akhir Januari 2024, gambar-gambar pemalsuan dalam yang dibuat oleh AI secara seksual dari Taylor Swift tersebar di X, dengan sebuah pos dilaporkan telah dilihat lebih dari 47 juta kali sebelum dihapus.[48][49] Firma riset disinformasi Graphika melacak bahwa gambar-gambar tersebut berasal dari 4chan,[50] sementara para anggota grup Telegram membahas cara untuk pengawasan penyensoran pengedaran generator gambar AI untuk menciptakan gambar pornografi para selebriti.[51] Gambar-gambar tersebut memicu tanggapan dari kelompok advokasi anti-serangan seksual, politikus AS, dan Swifties.[52][53] CEO Microsoft Satya Nadella menyebut peristiwa tersebut sebagai "peringatan dan mengerikan."[54] X secara singkat memblokir pencarian nama Swift pada 27 Januari 2024,[55] dan Microsoft memberlakukan pengawasan model teks-ke-gambar untuk mencegah penyalahgunaan pada masa mendatang.[56] Pada 30 Januari, senator AS Dick Durbin, Lindsey Graham, Amy Klobuchar, dan Josh Hawley mengeluarkan UU bipartisan yang akan memperkenankan para korban untuk menggugat orang-orang yang membuat atau memasang "pemalsuan digital" dengan tujuan untuk disebarkan, atau orang-orang yang menerima material yang diketahui dibuat tanpa ijin.[57]
Kontroversi pembuatan gambar Google Gemini (2024)
sunting
Pada Februari 2024, para pengguna media sosial melaporkan bahwa bot obrolan Google Gemini membuat gambar-gambar yang menampilkan orang kulit berwarna dan wanita dalam konteks tak akurat secara historis—seperti Viking, prajurit Nazi, dan Para Bapak Bangsa—dan menolak instruksi untuk membuat gambar-gambar orang kulit putih. Gambar-gambar tersebut tersebar di media sosial, termasuk oleh kalangan konservatif yang mengutipnya sebagai bukti "wokeness" dari Google,[58][59][60] dan dikritik oleh Elon Musk, yang mengecam produk-produk Google karena bias dan rasis.[61][62][63] Sebagai tanggapannya, Google menghentikan kemampuan Gemini untuk membuat gambar-gambar orang.[64][65][66] Eksekutif Google Prabhakar Raghavan merilis sebuah pernyataan yang menjelaskan bahwa Gemini "telalu berkompensasi" dalam upayanya untuk menampilkan keragaman dan mengakui bahwa gambar-gambar tersebut "memalukan dan salah".[67][68][69] CEO Google Sundar Pichai menyebut peristiwa tersebut bersifat ofensif dan tak dapat diterima dalam memo interal, menjanjikan perubahan struktural dan teknikal,[70][71][72] dan sejumlah karyawan dalam tim kepercayaan dan keamanan Google berbenah pada hari-hari kemudian.[73][74] Pasar berreaksi secara negatif, dengan saham Google turun sampai 4.4 persen,[75] dan Pichai menghadapi seruan untuk mengunduran diri.[76][77][78] Fitur pembuatan gambar diluncurkan ulang pada akhir Agustus 2024, ditenagai oleh model Imagen 3 yang baru.[79][80]
Sejak 2025
suntingIklan Natal buatan AI McDonald's (2025)
sunting
Pada 6 Desember 2025, McDonald's Belanda merilis It's the Most Terrible Time of the Year, sebuah iklan televisi 45 detik yang diproduksi dengan kecerdasan buatan generatif oleh perusahaan Belanda TBWA\Neboko dan studio produksi yang berbasis di Amerika Serikat, The Sweetshop, mengikuti tren yang dilakukan oleh merek lain seperti Coca-Cola dan Toys "R" Us.[81][82][83] Iklan tersebut menampilkan berbagai kemalangan saat musim Natal, dengan versi modifikasi dari "It's the Most Wonderful Time of the Year" karya Andy Williams dan tagar "hide out in McDonald's till January's here".[84] Iklan tersebut menerima sambutan negaitf karena pemakaian AI generatif dan penggambaran sinisnya terhadap musim hari raya,[81][83][85] dan ditarik pada 9 Desember 2025.[86] Sutradara asal Los Angeles Mark Potoka dan Matt Spicer, yang awalnya disebut terlibat dalam film tersebut, telah mengundurkan diri karena tersudut akibat proses produksi tersebut.[82]
Skandal pemalsuan dalam seksual Grok (2025–2026)
sunting
Sejak 2025, Grok, bot obrolan terintegrasi di X, dipakai untuk membuat gambar orang-orang secara tanpa ijin, termasuk anak-anak, untuk menggambarkan mereka berbikini, berbusana transparan atau konteks sugestif secara seksual, dengan bot obrolan secara terbuka meluncurkan gambar buatan dalam menanggapi permintaan pengguna. Kasus mulai muncul pada Mei 2025.[87] Pada akhir Desember 2025, praktek tersebut menjadi tren yang menyebar di platform tersebut dan menerima perhatian media signifikan pada awal Januari 2026.[88][89] Sebuah analisis dilakukan sepanjang 24 jam dari 5 sampai 6 Januari 2026, memperkirakan bahwa para pengguna memakai Grok untuk menciptakan 6.700 gambar penelanjangan atau sugestif secara seksual per jam—84 kali melebihi lima situs web pemalsuan dalam papan atas yang digabungkan.[90][91] Wired melaporkan bahwa pencitraan seksual buatan AI yang lebih grafis, termasuk konten yang menampilkan anak-anak, dibuat melalui situs web dan aplikasi Grok sendiri.[92]
Skandal tersebut memicu pengecaman luas dari para pembuat hukum di seluruh belahan dunia. Indonesia, Malaysia, dan Filipina secara temporer memblokir akses ke Grok,[93] sementara perdana menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa pencekalan X di Britania Raya sedang berada "di atas meja",[94] dan jaksa agung California Rob Bonta mengumumkan sebuah penyelidikan soal apakah xAI telah melanggar hukum negara bagian.[95] Di Prancis, para jaksa meluncurkan investigasi yang memperluas persebaran penyangkalan Holokaus dan pemalsuan dalam seksual, berpuncak penyerbuan kantor X di Paris pada 3 Februari 2026, dengan Elon Musk menghadapi pemeriksaan.[96] xAI menanggapi permintaan media untuk komentar dengan jawaban otomatis "Legacy Media Lies".[97] Pada 14 Januari, Musk menyatakan bahwa ia "tak menyadari gambar-gambar telanjang di bawah umur apapun yang dibuat oleh Grok. Nol secara harfiah." sebelum xAI mengumumkan bahwa para pengguna X takkan lagi dapat memakai Grok untuk membuat gambar orang nyata untuk menggambarkan mereka dalam busana terbuka. Namun, para pengguna terverifikasi dan para pengguna aplikasi dan situs web Grok yang berdiri sendiri masih dapat membuat gambar-gambar semacam itu.[98][99]
Referensi
sunting- ^ Müller, Vincent C. (April 30, 2020). "Ethics of Artificial Intelligence and Robotics". Stanford Encyclopedia of Philosophy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 October 2020.
- ^ Andrew Griffin (March 23, 2016). "Tay tweets: Microsoft creates bizarre Twitter robot for people to chat to". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-26.
- ^ Rob Price (March 24, 2016). "Microsoft is deleting its AI chatbot's incredibly racist tweets". Business Insider. Diarsipkan dari asli tanggal January 30, 2019.
- ^ a b c Ohlheiser, Abby (25 March 2016). "Trolls turned Tay, Microsoft's fun millennial AI bot, into a genocidal maniac". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 25, 2016. Diakses tanggal 25 March 2016.
- ^ Hern, Alex (24 March 2016). "Microsoft scrambles to limit PR damage over abusive AI bot Tay". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 18, 2016. Diakses tanggal December 16, 2016.
- ^ Worland, Justin (24 March 2016). "Microsoft Takes Chatbot Offline After It Starts Tweeting Racist Messages". Time. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 March 2016. Diakses tanggal 25 March 2016.
- ^ Lee, Peter (25 March 2016). "Learning from Tay's introduction". Official Microsoft Blog. Microsoft. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 30, 2016. Diakses tanggal 29 June 2016.
- ^ Graham, Luke (30 March 2016). "Tay, Microsoft's AI program, is back online". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 20, 2017. Diakses tanggal 30 March 2016.
- ^ Meyer, David (30 March 2016). "Microsoft's Tay 'AI' Bot Returns, Disastrously". Fortune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 30, 2016. Diakses tanggal 30 March 2016.
- ^ Moloney, Charlie (29 September 2017). ""We really need to take accountability", Microsoft CEO on the 'Tay' chatbot". Access AI. Diarsipkan dari asli tanggal 1 October 2017. Diakses tanggal 30 September 2017.
- ^ McWhertor, Michael (January 14, 2022). "The Last of Us voice actor promotes 'voice NFTs,' pulls out after criticism". Polygon. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 14, 2022. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ Brown, Andy (January 14, 2022). "Troy Baker criticised for supporting company that makes AI "voice NFTs"". NME. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 7, 2025. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ McKean, Kirk (January 14, 2022). "Actor Troy Baker endorses NFT voice AI that aims to replace actors". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 30, 2025. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ a b c Phillips, Tom (January 17, 2022). "Troy Baker-backed NFT firm admits using voice lines taken from another service without permission". Eurogamer. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 17, 2022. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ a b c d Innes, Ruby (January 18, 2022). "Voiceverse Is The Latest NFT Company Caught Using Someone Else's Content". Kotaku Australia. Diarsipkan dari asli tanggal July 26, 2024. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ "Voiceverse NFT caught plagiarising voice lines from AI service 15.ai". AI, Algorithmic, and Automation Incidents and Controversies. January 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 4, 2025. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ Sonali, Pednekar (January 14, 2022). Lam, Khoa (ed.). "Incident 277: Voices Created Using Publicly Available App Stolen and Resold as NFT without Attribution". AI Incident Database. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 13, 2025. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ "Explained: The controversy surrounding the AI-generated artwork that won US competition". Firstpost (dalam bahasa Inggris). 2022-09-05. Diakses tanggal 2023-03-26.
- ^ a b Roose, Kevin (2022-09-02). "An A.I.-Generated Picture Won an Art Prize. Artists Aren't Happy". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2023-03-26.
- ^ a b Wilson, Suzanne V.; Strong, Maria; Rubel, Jordana; et al. (U.S. Copyright Office Review Board) (5 September 2023). "Théâtre D'opéra Spatial Review Board Decision letter" (PDF). United States Copyright Office.
- ^ Todorović, Miloš (5 February 2024). "AI and Heritage: A Discussion on Rethinking Heritage in a Digital World". Uluslararası Kültürel ve Sosyal Araştırmalar Dergisi. doi:10.46442/intjcss.1397403.
- ^ a b Metz, Rachel (2022-09-03). "AI won an art contest, and artists are furious". CNN. Diakses tanggal 2023-03-26.
- ^ Harwell, Drew (2022-09-02). "He used AI to win a fine-arts competition. Was it cheating?". Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 September 2023. Diakses tanggal 2024-09-04.
- ^ Helmore, Edward (24 September 2023). "An old master? No, it's an image AI just knocked up ... and it can't be copyrighted". The Guardian.
- ^ a b c "Pause Giant AI Experiments: An Open Letter". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-07-19.
- ^ Metz, Cade; Schmidt, Gregory (2023-03-29). "Elon Musk and Others Call for Pause on A.I., Citing 'Profound Risks to Society'". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2024-08-20.
- ^ Hern, Alex (2023-03-29). "Elon Musk joins call for pause in creation of giant AI 'digital minds'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2024-08-20.
- ^ Paul, Kari (2023-04-01). "Letter signed by Elon Musk demanding AI research pause sparks controversy". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2023-04-14.
- ^ Anderson, Margo (7 April 2023). "'AI Pause' Open Letter Stokes Fear and Controversy". IEEE Spectrum (dalam bahasa Inggris).
- ^ a b "Statement on AI Risk". Center for AI Safety. May 30, 2023.
- ^ a b Roose, Kevin (2023-05-30). "A.I. Poses 'Risk of Extinction,' Industry Leaders Warn". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2023-05-30.
- ^ Vincent, James (2023-05-30). "Top AI researchers and CEOs warn against 'risk of extinction' in 22-word statement". The Verge (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-07-03.
- ^ "Artificial intelligence warning over human extinction – all you need to know". The Independent (dalam bahasa Inggris). 2023-05-31. Diakses tanggal 2023-06-03.
- ^ "President Biden warns artificial intelligence could 'overtake human thinking'". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-06-03.
- ^ Ryan-Mosley, Tate (12 June 2023). "It's time to talk about the real AI risks". MIT Technology Review (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-07-03.
- ^ Gregg, Aaron; Lima-Strong, Cristiano; Vynck, Gerrit De (2023-05-31). "AI poses 'risk of extinction' on par with nukes, tech leaders say". Washington Post (dalam bahasa American English). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2024-07-03.
- ^ "OpenAI announces leadership transition" (Press release). OpenAI. OpenAI. 2023-11-17. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ^ Tong, Anna; Dastin, Jeffrey; Hu, Krystal (2023-11-23). "Exclusive: OpenAI researchers warned board of AI breakthrough ahead of CEO ouster, sources say". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 11, 2023. Diakses tanggal 2023-11-23.
- ^ "OpenAI made huge breakthrough before ousting Sam Altman, introducing Q*". TweakTown. 2023-11-22. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 23, 2023. Diakses tanggal 2023-11-23.
- ^ Tiku, Nitasha (December 8, 2023). "OpenAI leaders warned of abusive behavior before Sam Altman's ouster". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 8, 2023. Diakses tanggal December 8, 2023.
- ^ Efrati, Amir (November 19, 2023). "Dozens of Staffers Quit OpenAI After Sutskever Says Altman Won't Return". The Information. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 20, 2023. Diakses tanggal November 19, 2023.
- ^ Fried, Ina. "OpenAI's drama has two likely endings. Microsoft will like either one". Axios. Diakses tanggal November 21, 2023.
- ^ Kastrenakes, Jacob; Warren, Tom (November 20, 2023). "Hundreds of OpenAI employees threaten to resign and join Microsoft". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 20, 2023. Diakses tanggal November 20, 2023.
- ^ Metz, Rachel (November 17, 2023). "OpenAI Ousts Altman as CEO, Board Says It Lost Confidence In Him". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 20, 2023. Diakses tanggal November 18, 2023.
- ^ Hur, Krystal (November 20, 2023). "Microsoft stock hits all-time high after hiring former OpenAI CEO Sam Altman". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 20, 2023. Diakses tanggal November 20, 2023.
- ^ Gammell, Katharine; Seal, Thomas; Bergen, Mark (December 8, 2023). "Microsoft's OpenAI Ties Face Potential UK Antitrust Probe". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 8, 2023. Diakses tanggal December 8, 2023.
- ^ Nylen, Leah (December 8, 2023). "Microsoft's OpenAI Investment Risks Scrutiny from US, UK Regulators". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 8, 2023. Diakses tanggal December 8, 2023.
- ^ "Taylor Swift deepfakes spread online, sparking outrage". CBS News. January 26, 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 February 2024. Diakses tanggal February 7, 2024.
- ^ Wilkes, Emma (February 5, 2024). "Taylor Swift deepfakes spark calls for new legislation". NME. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 7, 2024. Diakses tanggal February 7, 2024.
- ^ Hsu, Tiffany (February 5, 2024). "Fake and Explicit Images of Taylor Swift Started on 4chan, Study Says". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 9, 2024. Diakses tanggal February 10, 2024.
- ^ Belanger, Ashley (January 26, 2024). "Toxic Telegram group produced X's X-rated fake AI Taylor Swift images, report says". Ars Technica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 25, 2024. Diakses tanggal February 7, 2024.
- ^ Kastrenakes, Jacob (January 26, 2024). "White House calls for legislation to stop Taylor Swift AI fakes". The Verge (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 10, 2024. Diakses tanggal June 10, 2024.
- ^ Rosenzweig-Ziff, Dan. "AI deepfakes of Taylor Swift spread on X. Here's what to know". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 30, 2024. Diakses tanggal February 7, 2024.
- ^ Yang, Angela (January 30, 2024). "Microsoft CEO Satya Nadella calls for coordination to address AI risk". NBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 25, 2024. Diakses tanggal February 26, 2024.
- ^ Saner, Emine (January 31, 2024). "Inside the Taylor Swift deepfake scandal: 'It's men telling a powerful woman to get back in her box'". The Guardian. ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 27, 2024. Diakses tanggal February 26, 2024.
- ^ Weatherbed, Jess (January 25, 2024). "Trolls have flooded X with graphic Taylor Swift AI fakes". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 25, 2024. Diakses tanggal February 7, 2024.
- ^ Montgomery, Blake (January 31, 2024). "Taylor Swift AI images prompt US bill to tackle nonconsensual, sexual deepfakes". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 31, 2024. Diakses tanggal January 31, 2024.
- ^ a b Robertson, Adi (February 21, 2024). "Google apologizes for 'missing the mark' after Gemini generated racially diverse Nazis". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 21, 2024. Diakses tanggal February 22, 2024.
- ^ Franzen, Carl (February 21, 2024). "Google Gemini's 'wokeness' sparks debate over AI censorship". VentureBeat. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 22, 2024. Diakses tanggal February 22, 2024.
- ^ Titcomb, James (February 21, 2024). "Google chatbot ridiculed for ethnically diverse images of Vikings and knights". The Daily Telegraph. ISSN 0307-1235. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 22, 2024. Diakses tanggal February 22, 2024.
- ^ Tan, Kwan Wei Kevin (February 22, 2024). "Elon Musk is accusing Google of running 'insane racist, anti-civilizational programming' with its AI". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 23, 2024. Diakses tanggal February 24, 2024.
- ^ Hart, Robert (February 23, 2024). "Elon Musk Targets Google Search After Claiming Company AI Is 'Insane' And 'Racist'". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 23, 2024. Diakses tanggal February 24, 2024.
- ^ Nolan, Beatrice (February 27, 2024). "Elon Musk is going to war with Google". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 27, 2024. Diakses tanggal February 28, 2024.
- ^ Kharpal, Arjun (February 22, 2024). "Google pauses Gemini AI image generator after it created inaccurate historical pictures". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 22, 2024. Diakses tanggal February 22, 2024.
- ^ Milmo, Dan (February 22, 2024). "Google pauses AI-generated images of people after ethnicity criticism". The Guardian. ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 22, 2024. Diakses tanggal February 22, 2024.
- ^ Duffy, Catherine; Thorbecke, Clare (February 22, 2024). "Google halts AI tool's ability to produce images of people after backlash". CNN Business. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 22, 2024. Diakses tanggal February 22, 2024.
- ^ Roth, Emma (February 23, 2024). "Google explains Gemini's 'embarrassing' AI pictures of diverse Nazis". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 23, 2024. Diakses tanggal February 24, 2024.
- ^ Moon, Mariella (February 24, 2024). "Google explains why Gemini's image generation feature overcorrected for diversity". Engadget. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 24, 2024. Diakses tanggal February 24, 2024.
- ^ Ingram, David (February 23, 2024). "Google says Gemini AI glitches were product of effort to address 'traps'". NBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 23, 2024. Diakses tanggal February 24, 2024.
- ^ Love, Julia (February 27, 2024). "Google CEO Blasts 'Unacceptable' Gemini Image Generation Failure". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 28, 2024. Diakses tanggal February 28, 2024.
- ^ Allyn, Bobby (March 3, 2024). "Google CEO Pichai says Gemini's AI image results "offended our users"". NPR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 28, 2024. Diakses tanggal March 3, 2024.
- ^ Albergotti, Reed (February 27, 2024). "Google CEO calls AI tool's controversial responses 'completely unacceptable'". Semafor. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 28, 2024. Diakses tanggal February 28, 2024.
- ^ Alba, Davey; Ghaffary, Shirin (March 1, 2024). "Google Trims Jobs in Trust and Safety While Others Work 'Around the Clock'". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 1, 2024. Diakses tanggal March 3, 2024.
- ^ Victor, Jon (March 2, 2024). "Google Lays Off Trust and Safety Staff Amid Gemini Backlash". The Information. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 3, 2024. Diakses tanggal March 3, 2024.
- ^ Wittenstein, Jeran (February 26, 2024). "Alphabet Drops During Renewed Fears About Google's AI Offerings". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 26, 2024. Diakses tanggal February 28, 2024.
- ^ Langley, Hugh (March 1, 2024). "There are growing calls for Google CEO Sundar Pichai to step down". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 1, 2024. Diakses tanggal March 3, 2024.
- ^ Kafka, Peter (February 26, 2024). "Google has another 'woke' AI problem with Gemini — and it's going to be hard to fix". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 26, 2024. Diakses tanggal February 26, 2024.
- ^ Cao, Sissi (February 15, 2024). "Criticism is Mounting Over Sundar Pichai's Stumbles as Google CEO". The New York Observer. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 8, 2024. Diakses tanggal May 21, 2024.
- ^ Grant, Nico (August 28, 2024). "Google Says It Fixed Image Generator That Failed to Depict White People". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 28, 2024. Diakses tanggal August 28, 2024.
- ^ Cerullo, Megan (August 29, 2024). "Google relaunches Gemini AI tool that lets users create images of people". CBS News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 29, 2024. Diakses tanggal September 2, 2024.
- ^ a b "McDonald's pulls AI-generated Christmas advert following backlash". BBC News. 10 December 2025. Diakses tanggal 11 December 2025.
- ^ a b "AI slop ad backfires for McDonald's". Los Angeles Times. 10 December 2025. Diakses tanggal 11 December 2025.
- ^ a b Di Placido, Dani (9 December 2025). "McDonald's AI-Generated Ad Controversy, Explained". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 December 2025.
- ^ "McDonald's - "It's the Most Terrible Time of The Year"". Ad Forum. Diakses tanggal 11 December 2025.
- ^ "McDonald's pulls Christmas advert after criticism". Newsweek (dalam bahasa Inggris). 10 December 2025. Diakses tanggal 11 December 2025.
- ^ "McDonald's removes AI-generated Christmas ad after online backlash". CBS8. 10 December 2025. Diakses tanggal 11 December 2025.
- ^ Maiberg, Emanuel (6 May 2025). "Elon Musk's Grok AI Will 'Remove Her Clothes' In Public, On X". 404 Media (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 February 2026.
- ^ Bernard, Hugo (1 January 2026). "Sur X, Grok déshabille des femmes sans leur consentement". Rotek (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 10 February 2026.
- ^ McCann, Logan. "Grok and the Rise of Nonconsensual Image Manipulation". Copyleaks. Diakses tanggal 10 February 2026.
- ^ D'Anastasio, Cecilia (2026-01-07). "Musk's Grok AI Generated Thousands of Undressed Images Per Hour on X". Bloomberg.
- ^ Wilson, Jason (January 8, 2026). "Hundreds of nonconsensual AI images being created by Grok on X, data shows". The Guardian. Diakses tanggal January 8, 2026.
- ^ Burgess, Matt; Varner, Maddy (January 7, 2026). "Grok Is Generating Sexual Content Far More Graphic Than What's on X". Wired. Diakses tanggal January 8, 2026.
- ^ Watkins, Ali (January 11, 2026). "Malaysia and Indonesia Block Access to Grok Because of Sexually Explicit Content". The New York Times. Diakses tanggal January 11, 2026.
- ^ Lyons, Emmet (2026-01-09). "U.K. says ban on Elon Musk's X platform "on the table" over Grok AI sexualized images". CBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-14.
- ^ "California attorney general investigates Musk's Grok AI over lewd fake images". The Guardian. January 14, 2026. Diakses tanggal January 14, 2026.
- ^ Robins-Early, Nick (2026-01-02). "Elon Musk's Grok AI generates images of 'minors in minimal clothing'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-02.
- ^ Kerr, Dara (January 14, 2026). "Musk's X to block Grok AI tool from creating sexualized images of real people". The Guardian. Diakses tanggal January 14, 2026.
- ^ Lyons, Emmet (26 January 2026). "X, Grok AI still allow users to digitally undress people without consent, as EU announces investigation - CBS News". www.cbsnews.com. CBS News. Diakses tanggal 10 February 2026.
bacaan tambahan
sunting- Nield, David (11 September 2024). "AI Chatbots Have a Political Bias That Could Unknowingly Influence Society". ScienceAlert.
- Mather, Mike (30 September 2025). "Q&A: How is AI enhancing scams? This UVA expert knows". UVA Today.
- Buckley, Oli (12 July 2023). "AI scam calls imitating familiar voices are a growing problem – here's how they work". The Conversation.
- "Bitget Anti-Scam Report Shows AI-Related Scams Drive $4.6B in Crypto Losses in 2024". Pakistan Press International. 12 June 2025. ProQuest 3218139980.
- Allen, Jeffrey M (10 June 2025). "What Deepfake Scams Teach Us About AI and Fraud". The Voice of Experience. American Bar Association. Gale A849867421.
