Nama samaran, alias, atau pseudonim[1] adalah nama yang digunakan oleh para penulis dalam mengarang karya mereka.[2] Namun, sering kali nama samaran juga banyak menunjukkan nama asli atau sifat asli.

Maksud seorang penulis menggunakan nama samaran ialah untuk mengalihkan pendapat.

Contoh:

  • Samuel Langhorne Clemens adalah nama asli pengarang terkenal yang melejit lewat nama samarannya, Mark Twain, bahkan akhirnya nama samaran tersebut jauh lebih dikenal daripada nama aslinya.

Rujukan

sunting
  1. ^ "Arti kata pseudonim". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 8 Maret 2026.
  2. ^ "Arti kata nama samaran". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 8 Maret 2026.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

John Doe

"John Doe" untuk laki-laki atau "Jane Doe" untuk perempuan, adalah nama fiktif yang dipakai untuk terdakwa yang nama aslinya tidak diketahui pada saat

Maria Konopnicka

wanita dan kemerdekaan yang berasal dari Polandia. Ia mempunyai beberapa pseudonim, salah satunya adalah Jan Sawa. Ia dianggap sebagai salah satu penyair

Petualangan Tintin

komik yang diciptakan oleh Hergé, seorang artis dari Belgia. Hergé adalah pseudonim dari Georges Remi (1907–1983) yang dituliskan menjadi RG (dibaca sebagai

Chen Yuan Guang

Goân-kong; 657–711), nama kehormatan Tingju (Hanzi: 廷炬; Pinyin: Tíngjù), pseudonim Longhu (龍湖; Lónghú), dulu adalah seorang jenderal dan pejabat Dinasti

Piet Hein

pengarang dan penyiar asal Denmark, yang sering kali menulis dengan pseudonim Norse Lama Kumbel, yang artinya "batu nisan". Puisi pendeknya, yang dikenal

Due West: Our Sex Journey

pertama kali diterbitkan sebagai sebuah serial cerita online oleh pengarang pseudonim Xiang Xi Murakami Haruki. Film tersebut tayang perdana di Hong Kong pada

Anthony Boucher

Chronicle. Selain "Anthony Boucher", White juga memakai pseudonim "H. H. Holmes", yang merupakan pseudonim dari pembunuh berantai asal Amerika pada akhir abad

Kitab Daniel

Daniel sendiri, sementara konsensus keilmuan modern menganggap kitab ini pseudonim, kisah-kisah di bagian pertama legendaris asalnya, dan penglihatan-penglihatan