Permadi Arya
Permadi pada tahun 2019
LahirHeddy Setya Permadi
14 Desember 1973 (umur 52)
Nama lainAbu Janda
AlmamaterUniversitas Wolverhampton
Suami/istri
Tidak diketahui (cerai)
(m. 2005⁠–⁠2018)
Wynona Riesa
(m. 2021)
Anak2 (istri pertama)

Heddy Setya Permadi[1] (lahir 14 Desember 1973),[2] lebih dikenal sebagai Permadi Arya,[3] Abu Janda, atau Abu Janda Al-Boliwudi,[4] adalah seorang buzzer politik dan pegiat media sosial dari Indonesia. Ia merupakan tim sukses Joko Widodo di Pilpres 2019 dan dikenal karena tindakannya yang kontroversial.[5]

Kehidupan awal dan pribadi

sunting

Ia merupakan anak dari pasangan H.M. Sudjatna dan Lina Herlin (ibu). Menurut CV yang dimuat pertama kali oleh tagar.id, Permadi disebutkan pernah menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer Informatic It School, Singapura (1997) dan Sarjana Business & Finance Universitas Wolverhampton (1999).[6]

Ia pernah menikah tahun 2005, kemudian bercerai pada 2018. Daripernikahan tersebut, ia mempunyai dua anak, laki-laki lahir 2007, perempuan lahir 2010.[6]

Pada 2021, ia menikahi Wynona Riesa.[7]

Karier

sunting

Pada tahun 1999–2015, Permadi bekerja sebagai karyawan di berbagai perusahaan mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga tambang batu bara. Pada tahun 2018, ia bergabung menjadi pegiat media sosial dan influencer tim sukses Joko Widodo di Pilpres 2019.[8]

Kontroversi

sunting

Kasus hukum

sunting

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memeriksa Permadi Arya alias Abu Janda atas cuitan ‘Islam adalah agama arogan’ yang ia unggah di Twitter pada 1 Februari 2021. Dia juga direncanakan dimintai keterangan atas dugaan ujaran rasisme yang ditujukan kepada eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.[9][10][11][12]

Bendera tauhid

sunting

Abu Janda dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh anggota Majelis Taklim Al-Minawwir Bekasi, Alwi Muhammad Alatas atas postingan di akun Facebook-nya soal bendera teroris bukan panji nabi. Alwi mengatakan bahwa hal tersebut termasuk ke dalam penghinaan syariat Islam dan menyinggung perasaan umat muslim.[13]

Aksi bela tauhid

sunting

Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh guru asal Jakarta bernama Mintaredja karena diduga menyebut Aksi Bela Tauhid sebagai aksi politik terselubung melalui media sosial.[13]

Pencemaran nama baik Ustaz Maaher At-Thuwailibi

sunting

Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau yang dikenal dengan nama Soni Eranata juga melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.[13]

Pelaporan ujaran rasisme

sunting

Komite Nasional Pemuda Indonesia melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian terhadap Natalius Pigai. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat KNPI, Medya Rischa.[13]

Perseteruan

sunting

Maaher At-Thuwailibi

sunting

Permadi Arya melaporkan Maaher At-Thuwailibi terkait tuduhan ancaman pembunuhan melalui media sosial. Maaher dituduh melanggar pasal 28 dan 29 UU ITE. Dalam salah satu ceramahnya, Maaher pernah mengatakan bahwa Abu Janda dan Sukmawati Soekarnoputri layak dibunuh karena dianggap telah melakukan penistaan agama. Menyikapi hal ini, Maaher melaporkan balik Permadi atas dugaan pencemaran nama baik. Hal tersebut disebabkan oleh keterangan yang diberikan Permadi ke awak media bahwa terorisme mempunyai agama, yaitu Islam dan gurunya adalah Maaher.

Alasan Permadi melaporkan Maaher karena isi ceramahnya berpotensi menjadi bibit terorisme yang menghalalkan pembunuhan dengan mengatasnamakan agama. Sementara itu, Maaher membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, ia hanya menjelaskan fikih tentang hukuman bagi orang yang menista agama. Baik sebelum maupun sesudah kasus ini, Maaher dan Permadi memang sering terlibat perseteruan di media sosial.[9][14]

Tengku Zulkarnain

sunting

Hal ini berawal dari Permadi Arya berpendapat bahwa Islam merupakan agama arogan. Sebab, kehadirannya di Indonesia disebut telah menginjak-injak budaya lokal. Hal tersebut yang kemudian memantik amarah Tengku Zulkarnain hingga membuat pesan balasan.[15][16]

Referensi

sunting
  1. ^ dua, Admin. "Gaji Belum Cair Karena Sering Blunder, Abu Janda Nunggak BPJS Rp2,4Juta". Warta Berita - The Voice of The People. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-09. Diakses tanggal 2024-02-21.
  2. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-07-09. Diakses tanggal 2021-07-03.
  3. ^ Aria, Lutfi Dwi Puji Astuti, Bimo (2020-02-29). "Abu Janda Pajang KTP Saat Dikritik Pakai Baju Governoor is an Idiot". www.viva.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-04. Diakses tanggal 2024-02-21. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ^ Gunawan, Deden. "Permadi Arya Bicara di Balik Lahirnya Nama Abu Janda". detiknews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-01. Diakses tanggal 2026-03-12.
  5. ^ Pamungkas, Reynaldi Andrian (2026-3-11). "Siapa Abu Janda Berikut Profil, Pendidikan dan Deretan Kontroversinya". Media Indonesia. Diakses tanggal 2026-03-12.
  6. ^ a b News, Tagar (2017-12-23). "Wawancara Tagar dan Pegiat Medsos Abu Janda Permadi Arya". TAGAR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-01-30. Diakses tanggal 2026-03-13.
  7. ^ detikcom, Tim. "Kisah Bahagia Abu Janda Lengkap Saat Hendropriyono Jadi Saksi Nikah". detiknews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-25. Diakses tanggal 2026-03-13.
  8. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-02. Diakses tanggal 2021-07-10.
  9. ^ a b Briantika, Adi. "Abu Janda alias Permadi Arya dan Kasus-kasusnya yang Tak Rampung". tirto.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2021-05-29.
  10. ^ Indonesia, C. N. N. "Permadi Arya Dilaporkan ke Bareskrim soal Cuitan Islam Arogan". nasional. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-01. Diakses tanggal 2021-05-29.
  11. ^ antaranews.com (2021-02-09). "Proses hukum terhadap Abu Janda soal kasus rasis tetap berjalan". Antara News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-05. Diakses tanggal 2021-05-29.
  12. ^ RRI 2021, LPP. "Tuntaskan Kasus Hukum Permadi Arya". rri.co.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-02. Diakses tanggal 2021-05-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  13. ^ a b c d News, Tagar (2017-12-23). "Profil Permadi Arya, Status di Media Sosial Bukan untuk Menyulut SARA". TAGAR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-01. Diakses tanggal 2021-05-29.
  14. ^ Pratama, M. Rizki. "Ustaz Maaher Laporkan Balik Abu Janda Terkait Pencemaran Nama Baik". detiknews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-14. Diakses tanggal 2021-05-29.
  15. ^ "Perseteruan Tengku Zul vs Permadi memuncak, polisi diminta bertindak". Viral & Trending (dalam bahasa American English). 2021-01-27. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-02. Diakses tanggal 2021-05-29.
  16. ^ "JPNN". www.jpnn.com. 2021-02-08. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-16. Diakses tanggal 2021-05-29.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Buzzer (internet)

Buzzer (bahasa Indonesia: pendengungcode: id is deprecated ) adalah seseorang yang bekerja untuk mendengungkan (buzz) pesan atau pandangan tertentu mengenai

Buzzer

Buzzer adalah komponen elektronika yang digunakan untuk membunyikan sinyal. Buzzer juga bisa mengacu pada: Buzzer (internet), orang yang bekerja sebagai

Jerome Polin

Jerome mengaku menolak tawaran senilai Rp 150 juta untuk menjadi pendengung (buzzer) pemerintah. Ia juga mengungkapkan menerima banyak pesan langsung (DM) di

Cerdas cermat

lazimnya dimainkan menggunakan sistem bel terkunci (bahasa Inggris: lockout buzzer systemcode: en is deprecated ) yang diikuti setidaknya dua tim terdiri atas

Indonesia's Got Talent

merah atau istilah Red Buzzer dengan simbol "X", yang menandakan juri tersebut tidak menyukai aksi yang ditampilkan apabila Red Buzzer seluruhnya menyala

Immanuel Ebenezer

PDIP Anggap Komen Wamen Noel Ebenezer soal Tagar Kabur Aja Dulu Sekelas Buzzer". Tempo.co | Diakses pada 8 April 2025 Anggara, David Tomi. (19 Februari

Indonesia's Got Talent (musim 4)

Indonesia melawan Argentina. Keterangan Juri menekan tombol Buzzer Emas Juri menekan tombol Buzzer Merah   Lolos ke Semifinal |   Tidak Lolos Audisi Setelah

Pop Academy

sementara yang tidak lolos secara otomatis tereliminasi. Adanya pop buzzer, yaitu tombol buzzer yang dapat digunakan oleh juri untuk menyelamatkan akademia yang