Awan kumulonimbus yang dapat disertai Badai di Anna Bay, Australia

Badai[1] adalah keadaan apa pun yang terganggu pada lingkungan alam atau atmosfer suatu benda astronomi.[butuh rujukan] Hal ini dapat ditandai dengan gangguan signifikan terhadap kondisi normal seperti angin kencang, Angin puting beliung, hujan es, guntur, dan petir ( badai petir), presipitasi lebat (badai salju, hujan badai), hujan beku lebat (badai es), angin kencang (siklon tropis, badai angin), angin yang mengangkut beberapa zat melalui atmosfer seperti dalam badai debu, di antara bentuk-bentuk lain dari cuaca buruk.

Badai berpotensi membahayakan nyawa dan harta benda melalui gelombang badai, hujan lebat atau salju yang menyebabkan banjir atau jalan tidak dapat dilalui, petir, kebakaran hutan, dan geser angin vertikal dan horizontal. Sistem dengan curah hujan dan durasi yang signifikan membantu mengurangi kekeringan di tempat-tempat yang dilaluinya. Hujan salju lebat dapat memungkinkan kegiatan rekreasi khusus berlangsung yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya, seperti bermain ski dan mobil salju.

Kata dalam bahasa Inggris berasal dari Proto-Jermanik *sturmaz yang berarti "suara, keributan".[2]

Badai terbentuk ketika pusat tekanan rendah terbentuk dengan sistem tekanan tinggi di sekitarnya. Kombinasi kekuatan yang berlawanan ini dapat menciptakan angin dan mengakibatkan terbentuknya awan badai seperti awan kumulonimbus. Daerah bertekanan rendah yang kecil dan terlokalisasi dapat terbentuk dari udara panas yang naik dari tanah yang panas, sehingga mengakibatkan gangguan yang lebih kecil seperti pusaran debu dan angin puting beliung.

Etimologi

sunting

Kata "badai" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata "வாடை" (vāṭai/vadai) bahasa Tamil. Secara harfiah kata ini punya beberapa makna: angin utara; angin dingin; angin secara umum; asap atau aroma; dan api bawah laut.[3][4]

Penyebab Terjadinya Badai

sunting

Penyebab badai adalah tingginya suhu permukaan laut.[5] Perubahan di dalam energi atmosfer mengakibatkan petir dan badai.[6] Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan cepat mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis.[5] Pada saat terjadi angin ribut ini, tekanan udara sangat rendah disertai angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam.[5] Hal ini bisa terjadi di Indonesia maupun negara-negara lain.[5] Di dunia, ada tiga tempat pusat badai, yaitu di Samudera Atlantik, Samudra Hindia, dan Samudera Pasifik.[5]

Badai datang secara tiba-tiba

Referensi

sunting
  1. ^ "KBBI-V "badai"". kbbi.kemdikdasmen.go.id. Diakses tanggal 25 Maret 2026.
  2. ^ "Storm". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 5 Februari 2018.
  3. ^ "Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia" (PDF). Repositori Kemdikbud. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. hlm. 90. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 06 Agustus 2025. Diakses tanggal 09 Agustus 2025.
  4. ^ "Tamil Lexicon "வாடை". University of Madrash. Diarsipkan dari asli tanggal 09 Agustus 2025. Diakses tanggal 09 Agustus 2025.
  5. ^ a b c d e "Ayo Belejar", Kanisius, 9792118225, 9789792118223.
  6. ^ Masaru Emoto, "The hidden messages in water", Gramedia Pustaka Utama, 2006, 979222324X, 9789792223248.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Badai di Awal Bahagia

Badai di Awal Bahagia adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1 Februari 1982 dengan disutradarai oleh Muchlis Raya. Sekuel dari film Melodi

Hurikan Katrina

Raya) wilayah tenggara AS terpengaruh badai ini, termasuk Louisiana, Mississippi, Alabama, Florida, dan Georgia. Badai Katrina menewaskan 1.392 orang dan

Doadibadai Hollo

profesional sebagai Badai, adalah seorang musisi yang dikenal sebagai mantan pemain kibor dari grup band Kerispatih. Sekarang, Badai disibukkan dengan project

Badai Pasti Berlalu (album 1977)

penyanyi untuk film Badai Pasti Berlalu. Setelah produksi film Badai Pasti Berlalu selesai, Eros berinisiatif mengembangkan lagu tema Badai Pasti Berlalu menjadi

Badai Pasti Berlalu (film 2007)

dan Dewi Irawan. Badai Pasti Berlalu adalah soundtrack untuk film tahun 2007 yang berjudul sama. Album ini menampilkan lagu andalan Badai Pasti Berlalu dan

Bencana alam

gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, badai tropis, tornado, kebakaran hutan dan wabah penyakit

Tiongkok

Gobi. Sebab kemarau panjang dan barangkali pertanian yang rendah membuat badai debu telah menjadi biasa dalam musim semi di Tiongkok. Menurut Badan Perlindungan

Badai Tropis Vamei

Badai Tropis Vamei adalah sebuah badai tropis yang melanda Semenanjung Malaysia, Singapura dan Indonesia. Vamei juga merupakan sebuah siklon tropis Pasifik