Pemberian antiserum meningitis

Antiserum merupakan sebuah sediaan yang berisi antibodi dan antigen yang umumnya berupa mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dimatikan.[1] Antiserum biasanya diberikan pada saat imunisasi, yang dilakukan bila seseorang terkena penyakit infeksius yang berbahaya seperti rabies.[1] Antiserum menyediakan perlindungan yang cepat untuk melawan mikroorganisme infeksius ketika pembentukan imun sedang berkembang, sedangkan vaksinasi memerlukan proses yang lama untuk membentuk antibodi.[1][2] Antiserum tidak bisa diberikan sebelum seseorang terpapar oleh mikroorganisme infeksius.[1] Antiserum diharapkan dapat meningkatkan titer antibodi.[2]

Hal penting

sunting

Dalam penggunaan antiserum terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d (Inggris) Peters M. A-Z Family Medical Encyclopedia. British Medical Association.
  2. ^ a b c d e f (Inggris) Creighton TE. 1999. Encyclopedia of Molecular Biology. Vol ke- 1-4. New York: John Wiley&Sons.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Peternakan

yang dipelihara untuk tujuan khusus, misalnya menghasilkan vaksin dan antiserum (yang mengandung antibodi) untuk tujuan pengobatan. Peternakan potong

Mikrobiologi industri

beralkohol Makanan tambahan Bahan kimia farmasi Bahan hayati (vaksin atau antiserum) Bahan kimia industri Bakteri digunakan dalam skala industri untuk menghasilkan

Meningitis

sangat tinggi (lebih dari 90%) pada laporan-laporan awal. Pada 1906, antiserum diproduksi di kuda; hal ini dikembangkan lebih lanjut oleh seorang ilmuwan

Antibisa

Antibisa; atau yang juga dikenal sebagai antivenin, antiserum bisa, dan imunoglobulin antibisa; adalah sebuah pengobatan spesifik untuk envenomasi. Antibisa

Bio Farma

Akasya (Direktur Utama) Tugas Ratmono (Komisaris Utama) Produk Vaksin Antiserum Diagnostik Merek Immunicare Jasa Penelitian dan pengembangan produk ilmu

Tecoma stans

dalam pengobatan tradisional Pakistan. Terbukti lebih efektif daripada antiserum; pasta daun tanaman ini dioleskan secara topikal pada gigitan ular sendok

Kesehatan hewan di Indonesia

dikelompokkan menjadi empat, yaitu sediaan biologik (contoh: vaksin, serum, antiserum, dan bahan diagnostik), sediaan farmasetik (contoh: vitamin, hormon, enzim

Pengembangan obat untuk Covid-19

COVID-19. Argentina, Brazil, Kosta Rika, dan Meksiko telah mengembangkan antiserum. Pada pertengahan 2020, Brasil mulai mengembangkan serum hiperimun kuda