1743
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun

1743 (MDCCXLIII) adalah tahun biasa yang diawali hari Selasa dalam kalender Gregorian dan tahun biasa yang diawali hari Sabtu dalam kalender Julian, tahun ke-1743 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-743 pada Milenium ke-2, tahun ke-43 pada Abad ke-18, dan tahun ke- 4 pada dekade 1740-an. Mulai awal tahun 1743, kalender Gregorian terhitung 11 hari setelah kalender Julian, yang tetap digunakan di sejumlah negara tertentu sampai tahun 1923.

Peristiwa

sunting
  • November: Susuhunan Pakubuwono II dari Mataram menandatangani suatu perjanjian dengan VOC. Dia dapat kembali ke tahtanya tetapi harus melepaskan Madura Barat, Surabaya, Rembang, Jepara dan Blambangan ke VOC.

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Perang Jawa (1741–1743)

Perang Jawa dari tahun 1741 hingga 1743 adalah konflik bersenjata antara gabungan tentara Tionghoa dengan Jawa melawan Vereenigde Oostindische Compagnie

Thomas Jefferson

Thomas Jefferson (13 April 1743 – 4 Juli 1826) adalah Presiden Amerika Serikat yang ketiga dengan masa jabatan dari tahun 1801 hingga 1809. Ia juga seorang

Antoine Lavoisier

Antoine-Laurent de Lavoisier (26 Agustus 1743 – 8 Mei 1794) adalah orang yang memberikan nama kepada oksigen pada tahun 1774. Perkataan oksigen terdiri

René Just Haüy

Just Haüy (pelafalan dalam bahasa Prancis: [aɥi]) FRS MWS FRSE (28 Februari 1743 – 1 Juni 1822) adalah seorang pastor dan mineralog Prancis, yang sering dijuluki

Keraton Surakarta Hadiningrat

Pakubuwana II sekitar tahun 1743-1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. Arsitektur dan tata letak

William Paley

William Paley (1743– 1805 M) adalah seorang filsuf di dunia Barat yang mendukung argumen teleologis. Ia merupakan seorang rohaniwan, apolog Kristen, filsuf

Indonesia

tragedi Geger Pacinan di Batavia pada tahun 1740 yang memicu Perang Jawa (1741–1743) dan Perang Kuning (1750); serta Perang Bayu di Blambangan yang pecah pada

Kesultanan Mataram

Blambangan. Hal tersebut dituangkan dalam bentuk Perjanjian Panaraga pada tahun 1743. Karena keraton Kartasura dirasa sudah tidak layak lagi, Pakubuwana II memutuskan