📑 Table of Contents
1644
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun

1644 (MDCXLIV) adalah tahun kabisat yang diawali hari Jumat dalam kalender Gregorian dan tahun kabisat yang diawali hari Senin dalam kalender Julian, tahun ke-1644 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-644 pada Milenium ke-2, tahun ke-44 pada Abad ke-17, dan tahun ke- 5 pada dekade 1640-an. Mulai awal tahun 1644, kalender Gregorian terhitung 10 hari setelah kalender Julian, yang tetap digunakan di sejumlah negara tertentu sampai tahun 1923.

Peristiwa

sunting

Kelahiran

sunting

Kematian

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nuruddin al-Raniri

ke Aceh, dan kemudian menjadi penasehat kesultanan di sana hingga tahun 1644. Ar Raniri memiliki pengetahuan luas yang meliputi sufisme, kalam, fikih

Teori Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Nusantara

teori ini bersumber dari berbagai kronik Tiongkok era Dinasti Ming (1368–1644) dan catatan lokal yang dikenal sebagai "Kronik Klenteng Sam Po Kong" di

Kaisar Chongzhen

6 Februari 1611-25 April 1644) adalah kaisar ke-16 dan terakhir dari Dinasti Ming. Dia bertahta dari tahun 1627 sampai 1644. Terlahir dengan nama Zhu

Konklaf 1644

Konklaf 1644 adalah konklaf para Kardinal yang diadakan setelah kematian Paus Urbanus VIII. Konklaf tersebut berlangsung dari 9 Agustus sampai 15 September

Makau

kepada Belanda (1641). Perdagangan maritim dengan Tiongkok dilarang pada 1644 di bawah kebijakan Haijin setelah berdirinya Dinasti Qing, kecuali dalam

Galdan Boshugtu Khan

Choros Erdeniin Galdan (1644-1697, bahasa Mongol: Галдан Бошигт хаанcode: mn is deprecated , Mongolia pengucapan: [kaltaŋ boʃɪxt xan], di dalam huruf mongolia:

Yusuf Al-Makassari

Tirtayasa), yang kelak menjadikannya mufti Kesultanan Banten. Pada tahun 1644, Syech Yusuf menunaikan ibadah haji dan tinggal di Mekkah untuk beberapa

Souw Beng Kong

Tong An, Fujian, Dinasti Ming, 1580 - meninggal di Batavia, Hindia Belanda, 1644), atau juga disebut sebagai Bencon di literatur tua Belanda, dulu adalah