1368
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun


1368 dalam kalender lain
Kalender Gregorian1368
MCCCLXVIII
Kalender Bahá'í−476 – −475
Kalender Bali1289–1290
Kalender Bengali775
Kalender Berber2318
Kalender Buddha1912
Kalender Burma730
Kalender Tionghoa丁未(Kambing Api)
4064 atau 1918
    — sampai —
戊申年 (Kera Tanah)
4065 atau 1919
Kalender Koptik1084–1085
Kalender Etiopia1360–1361
Kalender Ibrani5128–5129
Kalender Hindu
 - Vikram Samvat1424–1425
 - Shaka Samvat1290–1291
 - Kali Yuga4469–4470
Kalender Holosen11368
Kalender Iran746–747
Kalender Islam769–770
Kalender JepangJōji 7 / Ōan 1
(応安元年)
Kalender Jawa1281–1282
Kalender Julian1368
MCCCLXVIII
Kalender Korea3701
Kalender Nanakshahi−100
Suriyakhati1911

1368 (MCCCLXVIII) adalah tahun kabisat yang diawali hari Sabtu dalam kalender Julian, tahun ke-1368 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-368 pada Milenium ke-2, tahun ke-68 pada Abad ke-14, dan tahun ke- 9 pada dekade 1360-an. Mulai awal tahun 1368, kalender Gregorian terhitung 8 hari setelah kalender Julian, yang merupakan kalender dominan pada saat itu.

Peristiwa

sunting
  • Zhu Yuanzhang mengangkat diri sebagai kaisar pertama Dinasti Ming dengan gelar Kaisar Hongwu setelah berhasil mengusir Mongol dari Tiongkok, Tiongkok kembali dalam kekuasaan bangsa Han setelah seabad kurang dikuasai Mongol.

Kelahiran

sunting


Kematian

sunting

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pondok Pesantren Nurul Jadid

Indonesia Merdeka oleh Hadratussyaikh K.H. Zaini Mun'im. pada tahun 10 Muharam 1368 Hijriyah atau 12 November 1948 Masehi. dengan jumlah santri ± 20.000 (2017)

Kasepuhan Gelaralam

disebutkan di Kasepuhan Gelaralam ini hanya sejak 1368 saja ke saat ini, walaupun masih ada catatan sebelum tahun 1368, tetapi karena abad dan babad kehidupannya

Brunei Darussalam

dimulai dari Awang Alak Betatar, raja yang mula-mula memeluk agama Islam (1368) sampai kepada Sultan Muhammad Tajuddin (Sultan Brunei ke-19, memerintah

Kekaisaran Mongol

setelah Imperium Britania Raya Kekaisaran ini bertahan dari tahun 1206-1368, Kekaisaran Mongol terkenal dengan kavalerinya yang kuat dan gesit, terbukti

Teori Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Nusantara

utama teori ini bersumber dari berbagai kronik Tiongkok era Dinasti Ming (1368–1644) dan catatan lokal yang dikenal sebagai "Kronik Klenteng Sam Po Kong"

Kesultanan Samudera Pasai

l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345. Kesultanan Pasai

Kuil Salib, Fangshan

kemudian digunakan oleh umat Kristen pada masa Dinasti Yuan (1271–1368). Selama Dinasti Ming (1368–1644), kuil ini kembali digunakan oleh umat Buddha hingga akhirnya

Dinasti Yuan

Kekaisaran yuan dari klan Borjigin, dan bertahan dari tahun 1271 hingga 1368. Dalam Sejarah Tiongkok, Dinasti Yuan berdiri setelah Dinasti Song dan mendahului