Ular tambang
Dendrelaphis pictus Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN172697 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoSquamata
FamiliColubridae
GenusDendrelaphis
SpesiesDendrelaphis pictus Suntingan nilai di Wikidata
Gmelin, 1789
Tata nama
Sinonim taksonAhaetulla picta
Dendrophis pictus

Ular tambang atau Ular tali picis adalah spesies ular pohon dari familia Colubridae. Nama-nama lokal ular ini diantaranya: "ulo tambang" atau "ulo tampar" (Bhs. Jawa), "olar kandilis" (Bhs. Madura) dan "duwata" atau "ule lewora" (Bhs. Toraja). Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah Painted bronzeback, sesuai dengan nama spesifiknya, pictus, yang artinya "berhias" (mengacu pada warna tubuhnya). Ular ini tersebar luas mulai dari India hingga kepulauan Nusantara.[1][2]

Deskripsi fisik

sunting

Panjang tubuh ular tambang mencapai 1.4 meter. Tubuh bagian atas berwarna kecokelatan, dengan warna perunggu pada puncak badannya. Pada sisi badannya, terdapat satu atau dua garis tipis berwarna kehitaman, yang keduanya dipisahkan oleh garis tebal berwarna krem atau kekuningan. Bagian bawah tubuhnya berwarna krem atau kuning pucat. Kepalanya berwarna sama dengan tubuh bagian atas, dengan corak berwarna hitam yang terdapat di depan dan belakang matanya.[1][2][3]

Penyebaran dan habitat

sunting

Ular tambang menyebar luas mulai dari India bagian timur, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Laos, Tiongkok (Yunan, Hong Kong, dan Hainan), Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia (Semenanjung, Serawak, dan Sabah), Indonesia (Sumatra, Pulau We, Nias, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Jawa, Bali, Pulau Lombok, Kalimantan, Kep. Sangihe, Pulau Seram, Ambon, Ternate, serta beberapa pulau di sekitarnya), Brunei Darussalam, dan Filipina (Pulau Palawan, Sulu, Kep. Calamian, Panay, dan Luzon).[1][2][4]

Habitat ular tambang bervariasi mulai dari hutan hujan hingga lahan perkebunan dan pertanian. Ular ini juga sering dijumpai di dekat pemukiman manusia.[1][2][3]

Perilaku, makanan, dan reproduksi

sunting

Ular tambang termasuk jenis ular tali yang paling sering dijumpai. Aktif pada siang hari dan biasanya berkeliaran di pepohonan, tanaman, atau semak-semak. Ular ini terkadang juga berkelana di tanah atau rerumputan. Seperti spesies ular tali lainnya, ular ini tidak berbisa dan memiliki tipe taring Aglypha yaitu susunan gigi yang sama rata tanpa ada taring bisa. Apabila merasa terancam, ular ini akan memipihkan lehernya, sehingga di kedua sisi lehernya akan terlihat tepian-tepian sisik yang berwarna kebiruan.[1][2][3]

Makanan utama ular tambang adalah jenis-jenis kadal, cecak, tokek, dan katak/kodok kecil.[1][2][3]

Ular tambang berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 2 sampai 10 butir. Setiap ular muda yang baru menetas berukuran panjang sekitar 25 cm.[1][2][3]

Galeri

sunting

Daftar Pustaka

sunting
  1. ^ a b c d e f g Stuebing, R.B. & R.F. Inger. 1999. A Field Guide to The Snakes of Borneo. Natural History Publications (Borneo). Kota Kinabalu. p. 140-141. ISBN 983-812-031-6
  2. ^ a b c d e f g Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya. The Singapore National Printers. Singapore. p.63.
  3. ^ a b c d e Ular Asli Indonesia: Ular Tambang (Dendrelaphis pictus)
  4. ^ Dendrelaphis pictus | The Reptile Database

  • Anderson, J., 1871. On some Indian reptiles. Proc. Zool. Soc. , London: 149-211
  • Das, I. 1999 Biogeography of the amphibians and reptiles of the Andaman and Nicobar Islands, India. In: Ota, H. (ed) Tropical Island Herpetofauna., Elsevier, pp. 43–77
  • Gmelin, Johann Friedrich (1789): [Description of Dendrelaphis pictus]. In: Systema Naturae per regna tria naturae secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonymis, locis (13th ed.) 1, part II. Georg Emanuel Beer, Lipsiae [Leipzig]
  • How R. A., Schmitt L. H., and Maharadatunkamsi. 1996. Geographical variation in the genus Dendrelaphis (Serpentes: Colubridae) within the islands of south-eastern Indonesia. J. Zool. (London) 238 (2): 351- 363.
  • Meise, Wilhelm & Hennig, Willi. 1932. Die Schlangengattung Dendrophis. Zool. Anz. 99 (11/12): 273-297
  • Stejneger, Leonhard. 1933. The ophidian generic names Ahaetulla and Dendrophis. Copeia 1933 (4): 199-203


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Perm

(Insecta: Odonatoida) and basic character states in pterygote wings. Can. J. Zool. 62; 1150-1160. Wikimedia Commons memiliki media mengenai Permian. University

Ular cincin-emas timur

multicinctus). Brongersma LD. 1934. "Contributions to Indo-Australian herpetology". Zool. Med. 17: 161-251. Das I. 2006. A Photographic Guide to Snakes and other

Kodok

4 (2): 52–60. JSTOR 4603978. "American Toad". psu.edu. Waldman B, Rice JE, Honeycutt RL. Kin recognition and incest avoidance in toads. Am. Zool. 1992

Nematocera

vi In [Wullerstorf-Urbair, B. von (in charge)], Reise der osterreichischen Fregatte Novara. Zool. 2(1)B. Wien: K. Gerold's Sohn. hlm. 388pp., 4 pls.

Daftar acara SCTV

Concert #BSINation (2020) Vroomiz (2020) Wadidaw (2020) Wow Magic (2023) Zool Babies (2020) "Mengenang 6 Anime yang Pernah Ditayangkan di SCTV". Liputan

Cipoh kacat

"Systematic notes on Asian birds. 34. A preliminary review of the Aegithinidae". Zool. Verh. Leiden. 344: 7–15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

Calliphora

vi In [Wullerstorf-Urbair, B. von (in charge)], Reise der osterreichischen Fregatte Novara. Zool. 2(1)B. Wien: K. Gerold's Sohn. hlm. 388pp., 4 pls.

Hiu paus

the Yucatan Peninsula, Mexico" (PDF). Zoology. 113: 199–212. doi:10.1016/j.zool.2009.12.001. Martin, R. Aidan. "Elasmo Research". ReefQuest. Diakses tanggal