📑 Table of Contents
Tulisan tangan di atas kertas; salah satu bahan tulis

Bahan tulis, atau disebut juga media tulis, ialah permukaan yang dapat ditulisi dengan instrumen yang sesuai, atau digunakan untuk membuat gambar-gambar simbolik dan representasional. Bahan bangunan yang menjadi tempat penulisan atau penggambaran tidak termasuk di dalamnya. Secara umum, bahan tulis diklasifikasikan berdasarkan bahan penyusun permukaannya (misalnya kertas) serta jumlah, ukuran, cara penggunaan, dan cara penyimpanan dari permukaan-permukaan tersebut (misalnya lembaran kertas) yang digabungkan menjadi satu kesatuan objek.

Media awal

sunting
Lukisan cadas di Libya

Karena menggambar mendahului kegiatan menulis, peninggalan tertua dari bahan tulis adalah dinding batu gua tempat lukisan gua dibuat. Pendahulu lainnya adalah tongkat hitungan yang digunakan untuk mencatat jumlah benda.

Fragmen papirus dari akhir Kerajaan Tengah Mesir

Kegiatan menulis tampaknya menjadi lebih luas setelah ditemukannya papirus di Mesir. Perkamen, yang terbuat dari kulit domba setelah bulunya diambil untuk dijadikan kain, kadang-kadang lebih murah daripada papirus yang harus diimpor dari luar Mesir. Untuk menghemat biaya papirus yang mahal, orang Mesir bahkan mencucinya dan menggunakannya kembali.[1]

Kain kemungkinan digunakan dengan cara serupa seperti kulit hewan. Tanah liat memperkenalkan perpaduan menarik antara kemudahan membuat tulisan dengan daya tahannya yang tinggi. Gerabah tanpa glasir dapat dengan mudah diberi tulisan bahkan setelah dibakar. Perpustakaan pertama di dunia terdiri atas arsip bentuk tulisan tertua, yakni lauh tanah liat bertulisan aksara paku yang ditemukan di Ebla (kini Suriah), serta di ruang-ruang kuil Sumeria (kini Irak).[2][3][4][5][6][7] Lilin menawarkan keunggulan baru: permukaan yang dapat digunakan kembali, mudah ditulis dan dihapus, serta dapat dipadukan dengan bahan lain seperti kayu untuk menambah ketahanannya. Tablet batu, tablet tanah liat dan kayu, serta tablet kayu berlapis lilin merupakan beberapa bentuk awal dari permukaan datar yang secara khusus dibuat untuk menulis.

Pecahan gerabah tanpa glasir digunakan hampir seperti kertas coretan, disebut ostraka, untuk tanda terima pajak, dan di Athena digunakan untuk mencatat nama-nama tokoh Yunani yang dicalonkan untuk ostrakisme.

Papirus pertama kali digunakan pada milenium ke-4 SM di Mesir. Pada abad ke-2 SM, bahan ini mulai digantikan di sebagian kawasan Mediterania oleh perkamen yang terbuat dari kulit hewan yang telah diolah. Perkamen dibuat dari kulit berbagai jenis hewan dan memiliki perbedaan mencolok dalam tekstur serta warnanya. Pada akhirnya, perkamen digantikan oleh kertas yang semakin mudah diperoleh.

Naskah daun lontar.

Di anak benua India, media tulis utama adalah bhurjapatra yang terbuat dari kulit kayu pohon dari genus betula, serta naskah daun lontar. Naskah daun lontar juga menjadi media utama untuk menulis dan melukis di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Nepal, Sri Lanka, Burma, Thailand, Indonesia, dan Kamboja.[8] Penggunaan kertas baru dimulai setelah abad ke-10.

Di Tiongkok, bahan tulis awal mencakup tulang hewan, kemudian sutra,[9] bilah bambu dan kayu,[10] hingga akhirnya kertas ditemukan pada abad ke-2 M. Penemuan kertas dikaitkan dengan seorang kasim istana bernama Cai Lun pada tahun 105 M.[9] Namun, kertas baru diperkenalkan ke Eropa sekitar seribu tahun kemudian, setelah pertempuran pada tahun 751 M di mana beberapa pembuat kertas ditawan. Dari sanalah teknologi ini menyebar dari Baghdad ke barat, dan akhirnya mencapai Spanyol pada abad ke-12.[butuh rujukan]

Referensi

sunting
  1. ^ Krutzsch, Myriam (2016). "Reading Papyrus as Writing Material" (PDF). The British Museum (23): 57–69.
  2. ^ Casson (2001), hlm. 3.
  3. ^ Krasner-Khait, Barbara (2001). "Survivor: The History of the Library". History Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Oktober 2023. Diakses tanggal 5 Maret 2012.
  4. ^ Maclay, Kathleen (6 Mei 2003). "Tablet tanah liat beraksara paku dari Mesopotamia kuno akan dipublikasikan secara daring". University of California, Berkeley. Diakses tanggal 5 Maret 2012.
  5. ^ Crawford, Sidnie White; Wassen, Cecilia (2015-10-14). The Dead Sea Scrolls at Qumran and the Concept of a Library (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-30506-9.
  6. ^ Viganò, Lorenzo; Pardee, Dennis (1984). "Sumber Sastra untuk Sejarah Palestina dan Suriah: Tablet Ebla". The Biblical Archaeologist. 47 (1): 6–16. doi:10.2307/3209872. ISSN 0006-0895. JSTOR 3209872.
  7. ^ Wellisch, Hans H. (1981). "Ebla: Perpustakaan Tertua di Dunia". The Journal of Library History. 16 (3): 488–500. ISSN 0275-3650.
  8. ^ Kumar, D. Udaya; Sreekumar, G.V.; Athvankar, U.A. (Juli 2009). "Sistem Penulisan Tradisional di India Selatan — Naskah Daun Lontar" (PDF). Design Thoughts: 1–7.
  9. ^ a b Lyons, Martyn (2011). Books: A Living History. Los Angeles: Getty. hlm. 18. ISBN 978-1-60606-083-4.
  10. ^ Dard, Hunter (1978). Papermaking: The History and Technique of an Ancient Craft (Edisi 2nd). New York: Dover Publications. hlm. 48. ISBN 0-486-23619-6.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Harris, Roy (1985) The Origin of Writing. La Salle, IL: Open Court.
  • Martin, Henri-Jean (1988) The History and Power of Writing, diterjemahkan oleh Lydia G. Cochrane. Chicago: University of Chicago Press, 1994.
  • Casson, Lionel (2001). Libraries in the ancient world. New Haven: Yale University Press. ISBN 9780300088090.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Perpustakaan Pergamon

Oxford University Press, USA. ISBN 978-0-19-513917-4. "parchment (writing material) -- Britannica Online Encyclopedia" (dalam bahasa Inggris). Diakses

The Beatles

menciptakan suara. Dan kata-katanya hampir tidak ada hubungannya" ("just writing songs à la Everly Brothers, à la Buddy Holly, pop songs with no more thought

Suku Dayak Iban

(1997), Chong Shin, dan James T. Collins (2019), serta penelitian budaya material oleh M. Heppell (2020), menunjukkan bahwa bahasa dan budaya Iban berakar

Pohon kehidupan (Kabbalah)

The order of the Planets is that of their apparent rate of motion. By writing them in their order round a heptagon [...]". J. H. Chajes, “Durchlässige

Purusa

dari realitas material yang dapat dilihat dan hukum-hukum dan prinsip-prinsip alam non-material yang tidak dapat dipahami. Realitas material (atau Prakerti

Evangelikalisme

Reference to John Wesley. Wipf and Stock Publishers. ISBN 9781498205047. Writing to Arthur Bedford on 4th August 1738, Wesley says: 'That assurance of which

American Prometheus

Sherwin Collection Relating to J. Robert Oppenheimer (Research material gathered for the writing of American Prometheus) at the Library of Congress

The Last Emperor

Menang - Best Picture Menang - Best Director Menang - Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium Menang - Best Art Direction-Set Decoration