Bumi Dilihat dari Apollo 17

Kesadaran planeter adalah gagasan bahwa umat manusia merupakan anggota dari masyarakat planet Bumi sama seperti mereka merupakan anggota dari negara, provinsi, distrik, pulau, kota, atau desa mereka masing-masing.

Sejarah

sunting

Dalam bukunya yang terbit pada tahun 1906, American Character, penulis Brander Matthews menyebutkan gagasan tentang "liga bangsa-bangsa" dan "kesadaran planetar", serta meyakini bahwa hal tersebut akan diwujudkan oleh para politikus Amerika pada abad-abad mendatang.[1] Peristiwa-peristiwa penting terkait kesadaran planetar pada abad ke-20 meliputi pembentukan Liga Bangsa-Bangsa, penandatanganan Pakta Kellogg-Briand, pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan penciptaan Sistem Bretton Woods. Tokoh pendukung globalisasi demokratis, Abhay Kumar, merujuk pada pemilihan dewan direksi International Corporation of Assigned Names and Numbers (ICANN) pada tahun 2000, yang diselenggarakan secara global, sebagai contoh pertama dari demokrasi global.[2] Pada bulan September 2001, Ervin László dan Dalai Lama menulis sebuah esai berjudul "Manifesto on Planetary Consciousness" (Manifesto Kesadaran Planetar), yang diadopsi dalam sebuah pertemuan di Akademi Ilmu Pengetahuan Hungaria di Budapest.[3] Bagian pengantarnya diawali dengan:

Pada tahun-tahun penutup abad kedua puluh, kita telah mencapai titik persimpangan yang krusial dalam sejarah kita. Kita berada di ambang tahap baru dalam evolusi sosial, spiritual, dan budaya, sebuah tahap yang sangat berbeda dari tahap di dekade-dekade awal abad ini, sama halnya dengan perbedaan antara padang rumput dan gua, serta desa yang menetap dan kehidupan dalam suku nomaden. Kita sedang berevolusi dari masyarakat industri berbasis nasional yang diciptakan pada awal revolusi industri pertama, dan bergerak menuju sistem sosial, ekonomi, dan budaya berbasis informasi yang saling terhubung yang melingkupi seluruh dunia.[3]

Andreas Bummel, CEO Komite untuk PBB yang Demokratis, mengatakan, "Langkah pertama menuju arah parlemen dunia adalah dengan membentuk Majelis Parlementer di Perserikatan Bangsa-Bangsa".[4]

Konsep

sunting

Advokasi terhadap gagasan kesadaran planetar didasarkan pada kemajuan teknologi yang dicapai oleh umat manusia di bidang transportasi dan telekomunikasi selama abad ke-20 dan pada dekade pertama abad ke-21.[2] Kumar mengklaim bahwa kemajuan teknologi ini telah mengubah seluruh planet menjadi sebuah komunitas ekonomi, politik, dan komunikasi yang saling bergantung.[2] Ia secara khusus mengutip penemuan Internet dan telepon seluler sebagai pencapaian teknologi utama abad ke-20 yang membawa manusia ke dalam komunikasi yang saling terhubung secara lebih berkesinambungan.[2] Ia meyakini bahwa penemuan-penemuan ini akan mengarah pada Renaisans kedua dan demokrasi global, sama seperti Mesin cetak Gutenberg pada tahun 1439 yang memicu Renaisans pertama, Abad Pencerahan, dan Negara bangsa.[2] Bummel mendeskripsikan kesadaran planetar bersifat integral, asalkan hal tersebut tidak bertentangan dengan tingkat identitas sosial lainnya, melainkan merupakan sebuah sudut pandang holistik mengenai umat manusia dan planet ini secara keseluruhan.[4] Steven Kull menulis bahwa ketika negara bangsa enggan untuk bekerja secara kooperatif, individu tampaknya lebih bersedia.[5]

Penulis Shashi Tharoor berpendapat bahwa Lagu Kebangsaan Bumi yang dinyanyikan oleh orang-orang di seluruh dunia dapat menginspirasi kesadaran planetar dan kewarganegaraan global di antara umat manusia.[6]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Matthews, Brander (September 1906). American Character. Thomas Y. Crowell & Co. hlm. 187. League of Nations planetary consciousness -wikipedia.
  2. ^ a b c d e K, Abhay (21 January 2011). "Birth of Global Democracy". The Times of India. Diarsipkan dari asli tanggal 11 August 2011. Diakses tanggal 13 August 2012.
  3. ^ a b László, Ervin; Dalai Lama (15 September 2001). "Manifesto on Planetary Consciousness". WorldShift International. Diarsipkan dari asli tanggal 28 August 2012. Diakses tanggal 13 August 2012.
  4. ^ a b Bummel, Andreas (11 April 2012). "Social Evolution, Global Governance and a World Parliament". Cadmus. Diakses tanggal 13 August 2012.
  5. ^ Kull, Steven (2010). "Listening to the Voice of Humanity". Kosmos Journal (Spring/Summer): 26–29.
  6. ^ Indian diplomat pens anthem for earth The New Indian Express 5 June 2013