Es yang meleleh pada suhu ruangan merupakan contoh dari naiknya entropi,[note 1] dijelaskan pada tahun 1862 oleh Rudolf Clausius sebagai kenaikan disgregasi molekul air pada es.[1]
Entropi
Simbol umumS
Satuan SIjoule per kelvin (J⋅K−1)
Dalam satuan pokok SIkg⋅m2⋅s−2⋅K−1

Entropi adalah suatu besaran termodinamika yang merujuk pada tingkat ketidakteraturan atau keacakan dalam suatu sistem. Konsep ini digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari termodinamika klasik di mana konsep ini pertama kali dikenal, hingga fisika statistik dan teori informasi. Penerapannya luas mulai dari kimia, fisika, dalam sistem biologis dan kehidupan, kosmologi, ekonomika, dan sistem informasi termasuk bagaimana transmisi informasi diterapkan dalam telekomunikasi.[2]

Entropi menjadi pusat dalam hukum kedua termodinamika yang menyatakan bahwa entropi suatu sistem yang terisolasi yang dibiarkan berevolusi secara spontan tidak dapat berkurang seiring waktu. Sehingga sistem yang terisolasi tersebut akan bervolusi menuju kesetimbangan termodinamika di mana entropi mencapai titik tertingginya. Entropi tinggi bermakna energi semakin tidak beraturan dan semakin tersebar, sedangkan entropi rendah bermakna energi lebih beraturan dan terpusat. Konsekuensi dari hukum kedua trmodinamika ini adalah proses tertentu dapat dikatakan takterbalikkan.

Konsep termodinamika ini disebutkan oleh ilmuwan dan insinyur Skotlandia William Rankine, di tahun 1850 dengan nama "fungsi termodinamika" dan "potensial panas".[3] Di tahun 1865, fisikawan Jerman Rudolf Clausius, salah satu pelopor bidang ilmu termodinamika, mendefinisikannya sebagai hasil bagi sejumlah panas yang teramat sangat kecil dengan temperatur sesaat. Ia awalnya mendeskripsikannya sebagai "konten transformasi" (Verwandlungsinhalt dalam bahasa Jerman), dan lalu menggunakan entropi, dari bahasa Yunani Kuno, εντροπία [entropía], yang bermakna "transformasi" atau "perubahan".[4][5]

Fisikawan Austria Ludwig Boltzmann menjelaskan entropi sebagai ukuran jumlah kemungkinan susunan mikroskopis atau keadaan atom dan molekul individual dalam suatu sistem yang sesuai dengan kondisi makroskopis sistem tersebut. Dengan demikian, ia memperkenalkan konsep ketidakteraturan statistik dan distribusi probabilitas ke dalam bidang ilmu termodinamika baru, yang disebut mekanika statistik, dan menemukan hubungan antara interaksi mikroskopis, yang berfluktuasi di sekitar konfigurasi rataan, dengan perilaku yang dapat diamati secara makroskopis, dalam bentuk hukum logaritma sederhana, dengan konstanta proporsionalitas, yaitu konstanta Boltzmann, yang telah menjadi salah satu konstanta universal yang menentukan Sistem Satuan Internasional modern.[6]

Catatan

sunting
  1. ^ In complex systems of molecules, such as at the critical point of water or when salt is added to an ice-water mixture, entropy can either increase or decrease depending on system parameters, such as temperature and pressure. For example, if the spontaneous crystallization of a supercooled liquid takes place under adiabatic conditions the entropy of the resulting crystal will be greater than that of the supercooled liquid (Denbigh, K. (1982). The Principles of Chemical Equilibrium, 4th Ed.). In general, however, when ice melts the entropy of the adjoined hot and cold bodies increases. Some further tutorials: Ice-melting (example by Journal of Chemical Education—subscription required); Ice-melting and Entropy Change (example by The American Heritage Book of English Usage—archive.org copy); Ice-melting and Entropy Change (discussion by Western Washington University—archive.org copy)

Referensi

sunting
  1. ^ Clausius, Rudolf (1862). Communicated to the Naturforschende Gesellschaft of Zurich, January 27, 1862; published in the Vierteljahrschrift of this Society, vol. vii. p. 48; in Poggendorff’s Annalen, May 1862, vol. cxvi. p. 73; in the Philosophical Magazine, S. 4. vol. xxiv. pp. 81, 201; and in the Journal des Mathematiques of Paris, S. 2. vol. vii. p. 209.
  2. ^ Wehrl, Alfred (1 April 1978). "General properties of entropy". Reviews of Modern Physics. 50 (2): 221–260. Bibcode:1978RvMP...50..221W. doi:10.1103/RevModPhys.50.221.
  3. ^ Truesdell, C. (1980). The Tragicomical History of Thermodynamics, 1822–1854. New York: Springer-Verlag. hlm. 215. ISBN 0387904034 – via Internet Archive.
  4. ^ Brush, S.G. (1976). The Kind of Motion We Call Heat: a History of the Kinetic Theory of Gases in the 19th Century, Book 2, Statistical Physics and Irreversible Processes, Elsevier, Amsterdam, ISBN 0-444-87009-1, pp. 576–577.
  5. ^ "Entropy". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 2008-08-05.
  6. ^ Jagannathan, Kannan (2019). "Anxiety and the Equation: Understanding Boltzmann's Entropy". American Journal of Physics. 87 (9): 765. Bibcode:2019AmJPh..87..765J. doi:10.1119/1.5116583.

Bacaan lebih lanjut

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Penyintesis

memiliki media mengenai Synthesizers. (Inggris) Sound Synthesis Theory wikibook (Inggris) Principles of Sound Synthesis Diarsipkan 2016-01-20 di Wayback

Bahasa Arab

juga mempunyai edisi Bahasa Arab Wikibooks memiliki buku di: Bahasa Arab WikiBook: Arabic (Inggris) Daftar bahasa Alih aksara Arab-Latin Abjad Arab Kesusastraan

Geologi Indonesia

Basins Diarsipkan 2016-11-06 di Wayback Machine. The Geology of Indonesia: Wikibook Edition (online) IAGI, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (the Indonesian Association

Film independen

"sinema seni" Film eksploitasi Studio film besar The Movie Making Manual wikibook Film uji coba Daftar topik video Video Kunci kroma Sejarah sinema Daftar

LaTeX

2010-08-21 di Wayback Machine. (Inggris) Grup pengguna TeX (Inggris) LaTeX Wikibook (Inggris) Panduan Kerja untuk LaTeX Diarsipkan 2011-08-11 di Wayback Machine

Bahasa Arab Baku Modern

2016-08-17 di Wayback Machine. Online Classical Arabic Reader Learn Arabic WikiBook Yamli Editor - The Smart Arabic Keyboard (with automatic conversions and

Pandangan dunia

Apostel, Leo and Van der Veken, Jan. (1991) Wereldbeelden, DNB/Pelckmans. Wikibook:The scientific world view Wiki Worldview Themes: A Structure for Characterizing

Kata kerja modal

dinegasikan dengan penambahan not setelah kata kerja. Verbs in English Grammar, wikibook modal auxiliaries Diarsipkan 2017-08-02 di Wayback Machine. Website/Project