Iron Voltage
Informasi latar belakang
AsalBandung, Jawa Barat, Indonesia
GenreThrash Metal
Tahun aktif2020 (2020)–present

Iron Voltage adalah grup musik thrash metal yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Band ini beranggotakan Edi Haryanto (vocal), Yowdi Santiar (gitar lead), Reyga Adi Glatira (gitar rythm), Eka Nurzaman (bass), dan Garry Yulianto (drum).[1] Mereka mulai dikenal oleh penikmat thrash metal saat merilis single pertama—(setelah EP Demo 2020)—yang berjudul “Immortal Crush” pada tahun 2021.[2] Sampai hari ini Iron Voltage sudah merilis EP Demo 2020, single Immortal Crush (2021), album Devastation (2022), dan yang terbaru Forsaken Reign (2025).[3]

Karier

sunting

Awal Mula Iron Voltage

sunting

Sebelum bernama Iron Voltage, grup musik ini menggunakan nama Unsect yang dibentuk oleh Yowdi dan Edi pada tahun 2016. Unsect yang mulanya merupakan trial and error band ini sempat melakukan rekaman sekali, kemudian berhenti. Tahun 2020 (saat pandemi) terbentuklah Iron Voltage yang kemudian menjadi “band matang”. Nama Iron Voltage sendiri merupakan gabungan dari nama “Iron Maiden” dan “High Voltage” (lagu AC/DC). Tidak ada alasan khusus dalam pemberian nama. Pemberian nama Iron Voltage hanya didasari pada “rasa cocok”.[2]

Berangkat dari keresahan Yowdi yang merasa bahwa genre thrash metal di Indonesia mulai terkikis, Yowdi memutuskan bahwa Iron Voltage akan menjadi band thrash metal tanpa merasa perlu mengulik-ulik genre lain terlebih dahulu. Hingga pada akhirnya mereka juga memiliki slogan “power, thrashing, mad”. Saat Iron terbentuk, mereka masih menggunakan formasi tetap. Di mana Edi sebagai vokalis, Yowdi sebagai gitaris, Fahmi (saat ini sudah mantan anggota) sebagai drummer, ditambah Eka sebagai bassist dan Rega sebagai gitaris yang sebelumnya juga berkecimpung di sebuah band bernama Gasm Crust.[4]

Rekaman pertama Iron Voltage diberi nama Demo 2020 yang terdiri atas tiga lagu: Power Mad, Enslave Warfare, dan Wasted to Death. Rekaman Demo dilakukan secara “home recording” dan untuk rekaman drum dilakukan di studio Twenty DB milik salah satu kenalan mereka. Demo ini kemudian dirilis dalam bentuk CD sebanyak 100 pcs untuk dibagikan secara gratis.[2]

Setelah merilis Demo, Fahmi memutuskan untuk tidak melanjutkan status keanggotaannya bersama Iron Voltage karena kewajiban pekerjaan lain. Saat Fahmi resmi keluar, posisinya digantikan oleh Geri yang sebelumnya juga merupakan anggota band Ayperos.[2]

Debut Album

sunting

Setelah merilis EP Demo 2020 dalam bentuk CD (cakram padat) yang kemudian juga diunggah di akun Spotify mereka pada Desember 2020 dan merilis single pada bulan Mei 2021 yang berjudul Immortal Crush, akhirnya Iron Voltage berhasil menyelesaikan album pertama mereka yang dinamai Devastation (2022) di bawah naungan Disaster Records.[5]

Devastation berisi 10 lagu: Devastation, Under the Lightning, Explosion, Levels of Carnage, Into the Wire, Dying Breath, Power Mad, Enslave Warfare, Wasted to Death (rekaman ulang EP Demo 2020), dan Immortal Crush yang merupakan single pertama mereka.[5]

Album Devastation secara garis besar mengangkat cerita tentang perang dunia kedua yang dibalut dalam bentuk kisah fiksi. Lagu-lagu Iron di dalam album ini menceritakan bagaimana hasrat pemimpin yang gila kuasa dengan menyodorkan pion-pionnya untuk turun ke medan perang. Prajurit yang turun dibekali dengan delusi nasionalisme, minim rasa iba dan kemanusiaan, serta memiliki satu prinsip di kepala “membunuh atau dibunuh”. Berbagai kisah kelam masa lampau yang dibalut dengan sentuhan fiksi itu berakhir pada kehancuran. Itulah mengapa album ini ditutup dengan lagu Dying Breath.[6]

Proses kreatif Devastation dikerjakan secara mandiri oleh Iron Voltage dengan memaksimalkan home recording dan rekaman drum yang dieksekusi di Funhouse Studio, Bandung. Album yang semula direncanakan akan rilis awal tahun, terpaksa diundur ke akhir tahun 2022 dikarenakan keseluruhan data rekaman tanpa sengaja terformat dan hanya menyisakan rekaman drum.[7]

Inspirasi Bermusik

sunting

Inspirasi utama dari gaya bermusik Iron Voltage datang dari Slayer, Metallica, Anthrax, dan Megadeth yang merupakan The Big 4 of Thrash Metal. Bahkan dalam EP Demo 2020 pun mereka menciptakan riff-riff yang tak lepas dari pengaruh thrash metal di era 1980-an, salah satunya Metallica.[6]

Namun, tidak menutup kemungkinan bagi personel untuk mencari inspirasi bermusik selain dari thrash metal dan memadu-padankannya sehingga membuat musik yang jauh lebih berwarna. Meskipun masing-masing personel memiliki kecenderungan minat pada genre yang berbeda, bagi mereka thrash metal tetap merupakan jati diri dari Iron Voltage.[7]

Dalam keseluruhan karyanya, Iron Voltage juga terinspirasi oleh band-band old school death metal, seperti Dismember, Entombed, hingga Obituary. Tak hanya itu, warna musik mereka juga sedikit banyaknya dipengaruhi oleh band beraliran hardcore punk dan heavy metal, seperti Cro-Mags dan Voivod. Nuansa old school juga terlihat pada single terbarunya, Forsaken Reign (2025). Single ini menggambarkan kekalutan dan berbagai tekanan dalam menghadapi kegilaan para penguasa dunia yang semakin ahli menindas.[6]

Pertunjukan Kolaborasi

sunting

· Amplifier Memanas bersama Seringai, The Animal That Terefore I Am, dan Amerta (2022)[8]

· Jogjarockarta Fest bersama Slank, Overkill, dan Sepultura (2023)[9]

· Origin Fest bersama Down for Life, The Jeblogs, dan DPMB (2025)[10][11]

Anggota

sunting

Anggota Aktif

sunting

· Edi Haryanto (vocal)

· Yowdi Santiar (gitar lead)

· Reyga Adi Glatira (gitar rythm)

· Eka Nurzaman (bass)

· Garry Yulianto (drum)

Mantan Anggota

sunting

· Fahmi (drum)

Manager

sunting

· Adriansyah Damanik Mukti (Menky)

Diskografi

sunting

Album

Judul Tahun Daftar Lagu
Devastation 2022
  • Devastation
  • Immortal Crush
  • Under the Lightning
  • Enslave Warfare
  • Explosion
  • Power Mad
  • Levels of Carnage
  • Into the Wire
  • Wasted to Death
  • Dying Breath

Mini Album (EP)

Judul Tahun Daftar Lagu
Demo 2020 2020
  • Power Mad
  • Enslave Warfare
  • Wasted to Death

Single

Judul Tahun
Immortal Crush 2021
Forsaken Reign 2025

Pranala luar

sunting

Spotify

Instagram

Bandcamp

Referensi

sunting
  1. ^ "Iron Voltage". Encyclopaedia Metallum. 15 Desember 2020. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
  2. ^ a b c d "IRON VOLTAGE". Jeurnals. 24 Juni 2022. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
  3. ^ "IRON VOLTAGE BANDCAMP". bandcamp. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
  4. ^ "Iron Voltage Lepas Album Mereka, Devastation". Superlive. 03 Januari 2023. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
  5. ^ a b Dewangkara, Raka (5 Desember 2022). "Iron Voltage Berkisah Tentang Kehancuran di Album Debut". Pophariini. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
  6. ^ a b c "IRON VOLTAGE Eksploitasi Thrash Metal Gaya Lama di "Devastation"". Musikkeras. 9 Desember 2022. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
  7. ^ a b "IRON VOLTAGE LEPAS ALBUM DEBUT MEREKA, DEVASTATION". SUPERLIVE. 3 Januari 2023. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
  8. ^ Sarana, PT Balarusa Mitra (2022-09-13). "Amplifier Memanas: Apresiasi Konsistensi Berkarya Seringai". Pophariini (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-22.
  9. ^ Program, Admin (2023-09-06). "Jogjarockarta 2023 (30 September 2023)". Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-22.
  10. ^ Mucklis, Khairul (2025-07-13). "Originfest 2025 Sleman: Festival Musik Rock 22 Band yang Mengguncang Stadion Maguwoharj". Event Fest ID (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-22.
  11. ^ Media, Harian Jogja Digital. "Festival Origin Fest Jadi Wadah Berkumpulnya Pecinta Musik Lintas Genre". Harianjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-22.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Rangkaian seri dan paralel

keempat lampu terhubung seri, maka arus yang melewati tiap lampu sama dan voltage drop turun 1.5 V setiap lampu, yang mungkin tidak cukup untuk menyalakan

Sayali (seri televisi)

Chaturthi special Mahasaptah episodes; says, "Audiences can expect high-voltage drama in the lives of Sachin and Sailee"". Bollywood Hungama (dalam bahasa

Chester Bennington

juga muncul sebagai kameo dalam beberapa film, seperti Crank, Crank: High Voltage, dan Saw 3D. Pada 20 Juli 2017, Chester Bennington ditemukan meninggal

Pokémon Horizons: The Series

Maret 2025, CoroCoro Comic merilis pandangan pertama di alur cerita "Mega Voltage", yang mencuplik lompatan waktu. Pada 14 Maret, The Pokémon Company mengumumkan

Daftar tegangan, frekuensi, dan colokan listrik menurut negara

2018-06-05. AS60038-2012 Standards Australia – Standard Voltages When voltage varies. Electrical connection (2012-10-22). Retrieved on 2014-05-24. Brasil

Internet

Yasuhisa; Mallik, Abhijit; Matsuo, Naoto (2017). MOS Devices for Low-Voltage and Low-Energy Applications. John Wiley & Sons. hlm. 53. ISBN 9781119107354

Ben 10: Protector of Earth

adalah sebuah permainan video petualangan aksi yang dikembangan oleh High Voltage Software dan diterbitkan oleh D3 Publisher dan didasarkan dari seri animasi

Kereta rel listrik ABB-Hyundai

Brown Boveri (ABB) Group dan Hyundai. KRL ini memakai teknologi Variable Voltage Variable Frequency–Gate Turn-Off (VVVF-GTO). ABB Group dan Hyundai memasok