Hubungan virtual adalah hubungan antara orang-orang yang berinteraksi secara online, dan dalam banyak kasus, hanya mengenal secara online.[1] Hubungan virtual serupa dalam banyak hal dengan hubungan sahabat pena. Hubungan ini dapat berupa romantis, platonik, atau bahkan urusan bisnis. Hubungan virtual umumnya berlangsung selama beberapa waktu sampai kemudian disebut sebuah hubungan, seperti halnya hubungan di dunia nyata. Perbedaan besar adalah bahwa hubungan virtual dilakukan melalui komputer atau platform online, dan individu yang menjalin hubungan bisa saja belum pernah bertemu secara langsung. Dalam aspek lain, istilah ini cukup luas dan dapat mencakup hubungan yang menggunakan teks, video, audio, atau bahkan karakter virtual. Hubungan ini dapat dijalin oleh orang-orang dari daerah yang berbeda, negara yang berbeda, belahan Bumi yang berbeda, atau bahkan orang yang tinggal di wilayah yang sama tetapi tidak berkomunikasi di dunia nyata.

Adiksi Hubungan Siber

sunting

Adiksi hubungan siber adalah salah satu bentuk adiksi internet yang ditandai dengan keterlibatan secara berlebihan dalam hubungan siber hingga dapat menimbulkan ketergantungan emosional.[2] Adiksi ini merupakan sebuah perilaku kompulsif yang mengacu pada ketergantungan antara satu atau lebih objek cinta secara daring yang terjadi di berbagai jenis situs jejaring sosial. Adiksi hubungan siber memiliki dampak buruk pada kehidupan sosial dan pribadi di antaranya hal-hal yang berkaitan dengan menjalin hubungan bersama seseorang seperti pernikahan atau pertemanan, kesehatan mental, dan lain sebagainya.[3]

Seseorang dengan adiksi ini dalam konteks platonik cenderung memiliki banyak teman di media sosial, sedangkan dalam konteks romantis, seseorang dengan adiksi ini akan sulit berhenti untuk berinteraksi atau memberi tahu urusan pribadinya kepada kekasih sibernya.[3] Motif hubungan siber memiliki peran yang sangat kuat terhadap kecanduan internet pada oraang dewasa. Motif hubungan siber berkontribusi sebesar 31,6% terhadap kecanduan internet.[2]

Jenis

sunting
  • Adiksi hubungan siber melalui teks (Aplikasi virtual dating)
  • Adiksi hubungan siber melalui karakter virtual (Permainan roleplay)
  • Adiksi hubungan siber melalui games online

Relevansi dengan Psikologi

sunting

Adiksi hubungan siber menjadi relevan dengan psikologi karena adiksi ini dapat memengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi psikologis seseorang yang mana kondisi-kondisi tersebut dipelajari dalam dunia psikologi. Adiksi internet yang termasuk adiksi hubungan siber memiliki keterkaitan dan memiliki pengaruh terhadap gangguan depresi, kecemasan, kesejahteraan mental, harga diri, agresivitas, dan perilaku bunuh diri.[4] Adiksi cinta (love addiction) yang termasuk adiksi hubungan siber didalamnya secara langsung tidak langsung disebabkan karena faktor-faktor seperti kurangnya kepercayaan diri sosial, ketergantungan emosional, dan penegasan terhadap kendali diri.[5]

Dampak

sunting

Adiksi hubungan siber memiliki beberapa dampak di antaranya dapat menyebabkan perubahan aktivitas seksual dengan pasangan di dunia nyata,[6] cenderung lebih rentan mengalami insomnia, serta memiliki kualitas tidur yang buruk.[7] Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan pada kesehatan psikologis dan dapat menghambat produktivitas serta kinerja akademis seseorang, umumnya pada remaja.[8]

Beberapa studi juga menemukan bahwa adiksi internet maupun adiksi hubungan siber dapat memicu stres serta berpotensi menimbulkan gejala depresi dan gangguan kecemasan. Salah satu alasan timbulnya masalah ini karena hubungan siber yang intens dapat membuat seseorang menggantungkan kestabilan emosinya pada respons digital (chat atau balasan pesan). Apabila respons tidak sesuai, hal ini dapat memicu perasaan cemas, penolakan, bahkan depresi.

Solusi

sunting
  • Pengaturan Waktu

Seseorang yang mengalami adiksi internet (termasuk adiksi hubungan siber didalamnya) dapat menetapkan batas waktu penggunaan gadget atau internet seperti tidak menggunakan gadget selama 30 menit sebelum tidur untuk mengurangi insomnia.Selain itu bisa juga menggunakan timer sebagai pengingat batas bermain gadget, meluangkan waktu untuk diri sendiri di rumah secara bebas tanpa gangguan apapun, bahkan jika sudah kecanduan akut sebaiknya penderita melakukan detoksifikasi terhadap media sosial.[9]

  • Teknik Relaksasi

Penderita adiksi hubungan siber umumnya mengalami kecemasan. Ada beberapa cara untuk meringankan kecemasan yaitu dengan melakukan meditasi, latihan pernapasan atau stretching ringan. Salah satu teknik relaksasi yang paling mudah yaitu dengan teknik pernapasan 4-7-8. Cara melakukan teknik ini yaitu dengan tarik napas selama 4 detik, tahan selama 7 detik, buang selama 8 detik. Ulangi teknik tersebut hingga merasa cukup tenang, lalu lakukan aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan gadget dan internet untuk mengganti fokus.

  • Intervensi Perilaku

Mengisi waktu dengan melakukan hobi di luar jaringan (luring), berolahraga, melakukan interaksi tatap muka dengan orang-orang, melakukan terapi, dan lain sebagainya, dinilai efektif dalam mengurangi adiksi internet (termasuk adiksi hubungan siber didalamnya).[10]

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Clift, Pamala (2013) Virgin's Handbook on Virtual Relationships (CreateSpace)ISBN 1463666993
  • Dwyer, Diana (2000) Interpersonal Relationships (Routledge Modular Psychology)
  • Englehardt, E.E. (2001), Ethical Issues in Interpersonal Communication: Friends, Intimates, Sexuality, Marriage, and Family, Hartcourt College Publishers, Fort Worth, TX,
  • Schnarch, D (1997). "Sex, intimacy, and the internet". Journal of Sex Education. 22 (1): 15–20. doi:10.1080/01614576.1997.11074166.
  • Christine Hine (8 July 2005). Virtual methods: issues in social research on the Internet. Berg. hlm. 22–. ISBN 978-1-84520-085-5. Diakses tanggal 19 March 2012.
  • Adam N. Joinson (17 May 2007). The Oxford handbook of Internet psychology. Oxford University Press. hlm. 217–. ISBN 978-0-19-856800-1. Diakses tanggal 19 March 2012.
  • Fred P. Piercy; Katherine M. Hertlein; Joseph L. Wetchler (28 December 2005). Handbook of the Clinical Treatment of Infidelity. Psychology Press. hlm. 178–. ISBN 978-0-7890-2995-9. Diakses tanggal 19 March 2012.
  • Aboujaoude, E. (2011). Virtually you: The dangerous powers of the e-personality. New York: W. W. Norton. ISBN 978-0-393-07064-4

Referensi

sunting
  1. ^ Quercia, Daniele; Bodaghi, Mansoureh; Crowcroft, Jon. "Loosing friends on https://bit.ly/2Exn2c8 (2019)facebook" (PDF). ACM Web Science Conference.
  2. ^ a b Majorsy, Ursa (2017-12-26). "CONTRIBUTION OF CYBER-RELATIONSHIP MOTIVE TO INTERNET ADDICTION IN ADULTS". ANALITIKA. 9 (2): 91. doi:10.31289/analitika.v9i2.1393. ISSN 2502-4590.
  3. ^ a b Naseri, Sousan. "Relationship between personality types and cyber love addiction among students in a Malaysian public university".
  4. ^ Soriano-Molina, Elena; Limiñana-Gras, Rosa; Patró-Hernández, Rosa; Rubio-Aparicio, María (2025-01-23). "The Association Between Internet Addiction and Adolescents' Mental Health: A Meta-Analytic Review". Behavioral Sciences (dalam bahasa Inggris). 15 (2): 116. doi:10.3390/bs15020116. ISSN 2076-328X. PMC 11851916. PMID 40001747. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. ^ Guan, Chongyuan; Wang, Junyang; Zhang, Luqing; Xu, Zhou; Zhang, Yuanyuan; Jiang, Baona (2025-04-03). "A longitudinal network analysis of the relationship between love addiction, insecure attachment patterns, and interpersonal dependence". BMC Psychology. 13 (1): 330. doi:10.1186/s40359-025-02605-3. ISSN 2050-7283. PMC 11966886. PMID 40181238. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. ^ Aulbach, Linda (2024-11-06). "5. Artificial Intelligence, ethics and empathy: How empathic AI applications impact humanity" (dalam bahasa English): 83–98. doi:10.11647/obp.0423.05. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. ^ Sari, Mustika Aldina; Suwanti, Iis (2024-10-31). "HUBUNGAN KECANDUAN GADGET DENGAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA SEKOLAH". Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan (dalam bahasa Inggris). 3 (5): 264–273. doi:10.56586/pipk.v3i5.398. ISSN 2830-4594.
  8. ^ Saikia, AnkuM; Das, Jahnabi; Barman, Pavel; Bharali, MintuD (2019). "Internet addiction and its relationships with depression, anxiety, and stress in urban adolescents of Kamrup District, Assam". Journal of Family and Community Medicine (dalam bahasa Inggris). 26 (2): 108. doi:10.4103/jfcm.JFCM_93_18. ISSN 2230-8229. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. ^ Devira, Clarisha Putri; Supartini, Yupi; Tambunan, Eviana Sumarti; Sulastri, Titi (2025-07-18). "Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja". Jurnal Keperawatan Terapan (dalam bahasa Inggris). 11 (1): 80–86. doi:10.31290/jkt.v11i1.5613. ISSN 2442-6873.
  10. ^ Zhu, Yuqiong; Chen, Haihan; Li, Junda; Mei, Xian; Wang, Wenjuan (2023-12-08). "Effects of different interventions on internet addiction: a systematic review and network meta-analysis". BMC Psychiatry. 23 (1): 921. doi:10.1186/s12888-023-05400-9. ISSN 1471-244X. PMC 10704804. PMID 38066462. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Artefak virtual

Real and Virtual Worlds. 6th ERCIM Workshop "User Interfaces for All" October 2000; Dmitry Sokolov, Dimitri Plemenos and Karim Tamine. Methods and data

MiHoYo

Provide Global Players With an Immersive Virtual World Experience | HoYoverse". www.hoyoverse.com. "Payment Methods Supported by Epic Games Store Now Available

Sosiologi internet

McGraw-Hill International, 2007, ISBN 0-335-21725-7 Christine Hine, Virtual Methods: Issues in Social Research on the Internet, Berg Publishers, 2005,

Elektrokardiografi

tanggal 2 Februari 2022. Meigas, K; Kaik, J; Anier, A (2008). "Device and methods for performing transesophageal stimulation at reduced pacing current threshold"

Pelatihan

(2023-01-05). "Peer mentoring for smoking cessation in public housing: A mixed-methods study". Frontiers in Public Health (dalam bahasa English). 10. doi:10.3389/fpubh

Kecanduan internet

(2019-10-31). "Internet Addiction among Secondary School Adolescents: A Mixed Methods Study". Journal of Nepal Medical Association. 57 (219). doi:10.31729/jnma

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung

(Software: Lifecycle, Management, Engineering Process, Engineering Tools and Methods), Programming (Programming Methodology and Paradigm), Data Engineering

Perangkat lunak antivirus

dari deteksi biasa, maka berkas tersebut dijalankan di sebuah lingkungan virtual. Semua perubahan yang dilakukan berkas bersifat seperti virus, maka pengguna