Vasal (bahasa Latin: vassallus) adalah seseorang yang menjalin hubungan dengan monarki yang berkuasa—biasanya dalam bentuk dukungan militer, perlindungan bersama, atau pemberian upeti, dan menerima jaminan dan imbalan tertentu sebagai gantinya.[1][2] Sistem ini telah ada sebelum hingga berakhirnya feodalisme di Eropa pada abad pertengahan. Selain di Eropa, sistem yang hampir mirip juga ditemukan pada kekaisaran Mongolia, Jepang (Gokenin), dan lainnya.

Referensi

sunting
  1. ^ "vasal". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses tanggal 28 Juni 2021.
  2. ^ F. L. Ganshof, "Benefice and Vassalage in the Age of Charlemagne" Cambridge Historical Journal 6.2 (1939:147-75). (dalam bahasa Inggris)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Inthawichayanon dari Chiang Mai

sebagai negara vasal Kerajaan Siam, naik tahta pada tahun 1873. Selain itu, ia juga diangkat oleh istana Siam dengan gelar Raja negara vasal (14 Juli 1881

Kesultanan Utsmaniyah

abad ke-17, kesultanan ini terdiri dari 32 provinsi dan sejumlah negara vasal, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan

Salghurid

yang berasal dari suku Turkmen Salur yang memerintah Fars, pertama sebagai vasal Seljuk, kemudian untuk Khwarazm Shah pada abad ke-13. Dinasti Salghurid

Kadipatèn Mangkunagaran

kadipaten otonom di Pulau Jawa bagian tengah yang pernah menjadi negara vasal dependen dari Hindia Belanda, wilayah kadipaten ini berdiri sejak tahun

Kawilorot Suriyawong dari Chiang Mai

penguasa ke-6 kerajaan Chiang Mai dari dinasti Chet Ton sebagai negara vasal Kerajaan Siam, naik tahta pada tahun 1856. Dia adalah putra Raja Kawila

Kesultanan Mataram

inti mulai dari: kutagara, nagaragung, mancanagara, pasisiran dan sejumlah vasal, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan

Mahotaraprathet dari Chiang Mai

sebagai negara vasal Kerajaan Siam, naik tahta pada tahun 1846. Selain itu, ia juga diangkat oleh istana Siam dengan gelar Raja negara vasal (1853 – 1854)

Kesunanan Surakarta Hadiningrat

berasal dari hampir setengah wilayah Nagara Agung dengan status daerah vasal (dan secara tradisional tetap berada di bawah Kesunanan Surakarta), yang