📑 Table of Contents
Topeng mumi Tutankhamun

Uraeus (/jʊəˈrəs/;[1] jamak Uraei atau Uraeuses; dari kata Yunani οὐραῖος, ouraîos, "di ekornya"; dari kata Mesir jʿr.t (iaret)) adalah sebuah bentuk dari kobra Mesir yang dipakai sebagai simbol kedaulatan, keningratan, deitas dan otoritas ilahi di Mesir kuno.

Simbolisme

sunting

Uraeus adalah simbol untuk dewi Wadjet.[2] Ia adalah salah satu dewi Mesir terawal dan sering digambarkan sebagai kobra,, karena ia merupakan dewi ular.

Referensi

sunting
  1. ^ "Uraeus". Dictionary.com. 2012. Diakses tanggal July 13, 2012.
  2. ^ Egyptian-Gods

Sumber

sunting
  • Alchin, Linda. "The Uraeus." Egyptian Gods. Siteseen Ltd, n.d. Web.
  • Budge, Sir E. A. Wallis. An Egyptian Hieroglyphic Dictionary, in Two Volumes, (Dover Publications, Inc, New York), c 1920, Dover Edition, c 1978. (Large categorized listings of Hieroglyphs, Vol 1, pp xcvii–cxlvii (97–147, 50 pgs.)
  • Dunand, Françoise, and Christiane Zivie-Coche. "Cosmonogies, Creation, and Time: Order and Disorder in Creation." Gods and Men in Egypt: 3000 BCE to 395 CE. Ithaca: Cornell U, 2004. 347. Print.
  • "Egyptian Symbols: Uraeus." Egyptian Gods and Goddesses. Egyptian-Gods.org, n.d. Web.
  • Hagen, Rose-Marie & Rainer Hagen. Egypt; People, Gods, Pharaohs, (Barnes and Noble Books, New York), c 2003, (originally: Taschen, GmbH, Koln), c 2003, 1999, pg 202.
  • Hardwick, Tom. "The Iconography of the Blue Crown in the New Kingdom." The Journal of Egyptian Archaeology, vol. 89, 2003, pp. 117–141. JSTOR, www.jstor.org/stable/3822494.
  • Johnson, Sally J. (1990). The Cobra Goddess of Ancient Egypt: Predynastic, Early Dynastic, and Old Kingdom Periods. Kegan Paul International. ISBN 0-7103-0212-6
  • Reeves, Nicholas. Ancient Egypt, The Great Discoveries, a Year-by-Year Chronicle, (Thames and Hudson Ltd, London), c. 2000. See "1920, The Golden Uraeus of Sesostris II from el-Lahun", pg. 157.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Naja

untuk kobra Asia; Boulengerina untuk kobra hutan, air, dan penggali Afrika; Uraeus untuk kelompok kobra Mesir dan Tanjung; dan Afronaja untuk kobra penyembur

Sekhmet

sebagai aspek dari dewi Hathor dan Bast. Dia memakai cakram matahari dan Uraeus yang dengan demikian menghubungkannya dengan Wadjet dan kerajaan. Dengan

Eye of Ra

dan marah. Demi menenangkan mata kanan lamanya, Ra mengubahnya menjadi uraeus dan mengenakannya di dahi. Dalam mitolgi lain, Ra marah akan perlakuan manusia

Kleopatra

bahwa tonjolan pada puncak patung kepala pualam ini adalah bekas pahatan uraeus yang sudah patah, maka Curtius 1933, hlm. 187 menduganya sebagai bekas pahatan

Kobra mesir

1994: 91 Naja haje — BROADLEY 1998 Naja (Uraeus) haje — WALLACH et al. 2009 Naja haje legionis — LAITA 2013 Uraeus haje — WALLACH et al. 2014: 762 Naja haje

Wadjet

Seti I di Lembah Para Raja. Citra Wadjet dengan cakram matahari disebut uraeus, dan menjadi lambang pada mahkota para penguasa Mesir Hilir. Ia juga merupakan

Ular-sendok tanjung

Naja nivea Harding & Welch, 1980 Naja nivea Auerbach, 1987 Naja nivea Welch, 1994 Naja (Uraeus) nivea Wallach, 2009 Distribusi Peta sebaran kobra tanjung

Patung Dada Nefertiti

melingkar seperti pita horizontal dan bertemu di belakang mahkota, serta sebuah Uraeus (cobra) di atas alisnya–yang saat ini dalam keadaan rusak. Ia juga mengenakan