Pemilihan tanpa syarat adalah ajaran Calvinis bahwa sebelum Allah menciptakan dunia, Ia telah memilih untuk menyelamatkan beberapa orang sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya tidak berdasarkan kondisi yang berkaitan dengan orang-orang.[1] Pemilihan tanpa syarat diambil dari doktrin keselamatan yang diadopsi oleh Agustinus dari Hippo[rujukan?] , yang pertama kali dikodifikasi pada Pengakuan Belgic (1561),[2] ditegaskan kembali dalam Pasal-pasal Dordrecht (1619),[3] yang berasal dari Kontroversi Quinquarticular, dan direpsentasikan dalam berbagai pengakuan iman Reformed seperti Standar Westminster (1646).[4] Pemilihan tanpa syarat merupakan salah satu dari lima poin Calvinisme dan sering dikaitkan dengan predestinasi.

Lihat pula

sunting

Lima poin Calvinisme:

Pasal-Pasal Ajaran Dordrecht, sumber dari kelima poin ini.

Referensi

sunting
  1. ^ Yohanes Kalvin (1559). "Of the Eternal Election (3.21.7)". Institutes of the Christian Religion. ;
  2. ^ Belgic Confession, article 16 ("The Doctrine of Election").
  3. ^ Canons of Dort, first head, chapter 1, article 7 ("Election Defined")
  4. ^ Westminster Confession of Faith, Bab III, paragraf 1-7 dan Bab X, paragraf 1-4


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Lima Pokok Calvinisme

diringkas dengan akrostik TULIP: total depravity (kerusakan total), unconditional election (pemilihan tanpa syarat), limited atonement (penebusan terbatas)

Gereja Baptis

Calvinis, khususnya kelima butir doktrinnya: TULIP – Total depravity, Unconditional election, Limited atonement, Irresistible Grace, Perseverance of the Saints

Pasal-Pasal Ajaran Dordrecht

asal-usul Pasal-Pasal Dordt yang berasal dari Belanda. Total depravity Unconditional election Limited atonement Irresistible grace Perseverance of the saints

Anugerah yang tidak dapat ditolak

Kristus. Lima poin Calvinisme: Total depravity (Kerusakan total) Unconditional election (Pemilihan tanpa syarat) Limited atonement (Penebusan terbatas)

Ketekunan orang-orang kudus

Saved). Lima poin Calvinisme: Total depravity (Kerusakan total) Unconditional election (Pemilihan tanpa syarat) Limited atonement (Penebusan terbatas)

Calvinisme

Inggris menggunakan akrostik TULIP: Total depravity (Kerusakan total) Unconditional election (Pemilihan tanpa syarat) Limited atonement (Penebusan terbatas)

Norman Geisler

House, 2012). Geisler menolak konsep tradisional Kalvinis mengenai unconditional election ("pemilihan tanpa syarat"; sebaliknya berargumen bahwa tidak ada

Penebusan terbatas

pilihan. Lima poin Calvinisme: Total depravity (Kerusakan total) Unconditional election (Pemilihan tanpa syarat) Limited atonement (Penebusan terbatas)