📑 Table of Contents

Umbuk,[1] atau kelentong atau helah keyakinan atau helah kepercayaan atau Trik konfidensi adalah upaya untuk melakukan penipuan setelah mendapatkan kepercayaan korban terlebih dahulu. Trik konfidensi mengeksploitasi korban menggunakan sifat mudah percaya, kenaifan, belas kasih, kesombongan, kepercayaan diri, tidak bertanggung jawab, dan keserakahan. Para peneliti telah mendefinisikan trik konfidensi sebagai "ciri khas dari perilaku penipuan [...] yang bertujuan melakukan pertukaran sukarela tetapi sebenarnya tidak saling menguntungkan", karena mereka "menguntungkan penipu dengan mengorbankan korban mereka.[2] Orang yang melakukan pengumbukan disebut pengumbuk (scammer).

Referensi

sunting
  1. ^ "Arti kata umbuk - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id. Diakses tanggal 2024-03-10.
  2. ^ Huang, Lindsey; Orbach, Barak (2018). "Con Men and Their Enablers: The Anatomy of Confidence Games". Social Research: An International Quarterly. 85 (4): 795–822.

Bacaan lanjutan

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Rara Jonggrang

usaha Bandawasa. Ia membangunkan perempuan-perempuan di kerajaannya untuk menumbuk padi dengan antan, serta membakar gundukan jerami di timur. Suara antan

Mappadendang

mappadendang berupa bunyi tumbukan alu ke lesung yang silih berganti sewaktu menumbuk padiKomponen utama dalam acara ini yaitu 6 perempuan, 3 pria, bilik Baruga

Kasepuhan Gelaralam

keluarga menunggu terlebih dahulu kedatangan sanak saudaranya. Kemudian menumbuk padi walaupun meninggalnya malam hari atah sore hari. Orang Gelaralam Kasepuhan

Komet

1994. Saat itu setidaknya 20 pecahan besar dari komet Shoemaker-Levy 9 menumbuk permukaan planet Jupiter dengan kecepatan 60 km/sekon, menimbulkan awan

Banten

balok yang ujungnya makin mengecil seperti batu yang digunakan untuk alas menumbuk beras. Rumah adat ini masih banyak ditemukan di daerah yang dihuni oleh

Teori kinetika gas

di dalam wadah yang mirip kubus bervolume V. Ketika sebuah molekul gas menumbuk dinding wadah yang tegak lurus terhadap sumbu koordinat x dan memantul

Budaya Sunda

(tanam jajar). Disebut juga géréndél atau gilinding. Lisung, alat untuk menumbuk padi, terbuat dari kayu, memiliki dua lubang yaitu lubang lingkaran dan

Sangkuriang (legenda)

itu ia pun berulang-ulang memukulkan alu ke lesung, seolah-olah sedang menumbuk padi. Para guriang makhluk halus anak buah Sangkuriang pun ketakutan karena