Ula-ula segitiga
Ula-ula trapesium
Ula-ula ekor-walet berbentuk segitiga

Ula-ula, adalah bendera sempit panjang yang lebih besar pada bagian kerekan daripada pada bagian depan, yaitu. , bendera mulai mengecil saat menjauh dari tiang bendera, jika dilihat dari kiri ke kanan. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti segitiga, lancip (ekor persegi) atau segitiga ekor walet (ekor bercabang), dll. Ula-ula memiliki pengertian lebih sempit daripada umbul-umbul. Umbul-umbul dapat terbentuk dari berbagai rupa dan multifungsi, contohnya dapat berbentuk panjang utuh tanpa penyempitan dan dapat digunakan sebagi sarana iklan. Sedangkan ula-ula lebih sering digunakan sebagai tanda kehormatan, penghargaan atau apresiasi.

Bendera bergaya ula-ula adalah salah satu dari tiga jenis bendera utama yang dibawa selama Abad Pertengahan (dua lainnya adalah bendera spanduk dan bendera standar ). [1] Ula-ula adalah bendera yang bentuknya menyerupai guidon, tetapi ukurannya hanya setengah. Itu tidak mengandung lambang apa pun, tetapi hanya lambang, semboyan dan perangkat heraldik dan ornamen.

Keterangan

sunting

Ula-ula kadang-kadang runcing, tetapi umumnya bercabang dua atau berekor burung layang-layang di ujungnya. Pada abad ke-11, ula-ula umumnya berbentuk persegi, ujungnya dihiasi dengan tambahan lidah atau pita runcing, agak mirip dengan oriflamme. Pada masa pemerintahan Henry III, ula-ula memperoleh bentuk ekor burung layang-layang yang khas, atau bentuk runcing tunggal. Versi lain dari ula-ula berujung tunggal diperkenalkan pada abad ke-13. Bentuknya segitiga tak sama panjang, diperoleh dengan memotong spanduk lonjong vertikal secara diagonal.

Catatan

sunting
  1. ^ Swinburne 1911, hlm. 456.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Al-`Ula

Al-ʿUla (juga dikenal sebagai Al Ola, Bahasa Arab العلاcode: ar is deprecated al-ʿulā; juga Dedan), adalah sebuah kota sekitar 110 km sebelah barat daya

SDIT Mambaul-Ula

SDIT Mambaul-Ula atau nama lengkapnya Sekolah Dasar Islam Terpadu Mambaul-Ula merupakan sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu Swasta yang terletak di Kramat

Tari Ula-ula Lembing

Tari Ula-Ula Lembing merupakan tarian kreasi masyarakat daerah Aceh Tamiang. Tarian ini termasuk kelompok tari pergaulan yang dikenal juga sebagai tari

Badan Reserse Kriminal

Indonesia. Bareskrim melakukan penyelidikan terhadap berbagai tindak pidana, memulai penyidikan, mengidentifikasi tersangka, melakukan penangkapan, dan bertanggung

Pulau Ula

nama Pulau Ula dengan nama Pulau Ular Sikowai. Kata ula dalam pulau ini berasal dari Bahasa Minangkabau yang berarti ular. Kondisi umum Pulau Ula merupakan

Ula (permainan)

Permainan Ula merupakan permaian tradisional dari Lampung ula berarti gacou, maka main ula berarti bermain gacou. Permainan ini biasanya dimainkan anak

Halaman Utama

sagu yang disebut sinonggi yang biasanya dimakan tanpa dikunyah?" Arsip · Memulai artikel baru Kolaborasi artikel baru Wikipedia membutuhkan artikel-artikel

Ular kawat biasa

flowerpot snake, bootlace snake. Dalam bahasa Jawa ia juga dikenal sebagai ula duwel, sedang dalam bahasa Madura dikenal dengan nama olar kabâk. Ular kawat