Kontrol akses berbasis atribut (bahasa Inggris: Attribute-based access control atau disingkat ABAC) adalah model kontrol akses yang menentukan hak akses berdasarkan atribut pengguna, sumber daya, dan lingkungan. Atribut ini mencakup informasi seperti peran, departemen, lokasi, waktu, atau tingkat sensitivitas data, memungkinkan kebijakan akses yang lebih fleksibel dan dinamis dibandingkan dengan model berbasis peran (RBAC).[1]

Konsep audit pihak ketiga untuk memverifikasi klaim telah lama diterapkan di sektor keuangan untuk meningkatkan kredibilitas organisasi dalam pelaporan keuangan. Praktik audit serupa juga digunakan di berbagai bidang lain yang memerlukan validasi kepatuhan terhadap standar tertentu.

Pada dunia komputasi, ketika definisi formal mengenai tolok ukur kinerja sistem mulai berkembang, muncul kebutuhan untuk sertifikasi independen terhadap hasil yang dipublikasikan. Dewan Kinerja Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Performance Council/TPC) menjadi konsorsium industri pertama yang mengadopsi persyaratan audit independen untuk hasil tolok ukur guna memastikan keakuratan dan keandalan klaim kinerja sistem.

Referensi

sunting
  1. ^ Sakr, Sherif; Zomaya, Albert Y., ed. (2019). Encyclopedia of Big Data Technologies (dalam bahasa Inggris). Cham: Springer International Publishing. doi:10.1007/978-3-319-77525-8. ISBN 978-3-319-77524-1.