📑 Table of Contents

Tinilo adalah salah satu jenis pantun Gorontalo yang bersajak, berjumlah empat baris dalam setiap bait. Tinilo berisi sanjungan, hiburan, doa, sejarah, ajakan, dan lain-lain.[1] Syair Tinilo dilantunkan bersama-sama dalam upacara adat, yaitu upacara gunting rambut (aqikah), yang dalam bahasa Gorontalo disebut huntingo, upacara perkawinan atau nikah, upacara peringatan kematian yang keempat puluh hari yang dalam bahasa Gorontalo disebut tinilo pa’ita (syair yang digunakan untuk mengganti batu nisan).[2]

Jenis-jenis tinilo

sunting

Tinilo dapat dibagi menjadi 4 jenis sesuai pelaksanaanya dalam upacara atau prosesi adat yaitu:[3]

  1. Tinilo kola-kola, yaitu tinilo yang dipakai untuk mengiringi harta antaran dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan, berisi sanjungan kepada mempelai laki-laki.
  2. Tinilo talanggeda, yaitu tinilo yang dipakai untuk mengiringi arak-arakan penjemputan raja yang baru.
  3. Tinilo mopopi'ito, yaitu tinilo untuk menidurkan raja, berisi hiburan bagi raja.
  4. Tinilo pa’ita, yaitu tinilo untuk orang berduka, berisi hiburan dan doa bagi keluarga yang berduka.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Hinta, Ellyana G (2005). Tinilio Pai'ta,Naskah Puisi Gorontalo:Sebuah Kajian Filologis. Jakarta: Djambatan. ISBN 979-428-596-X.
  2. ^ Yudono, Jodhi, ed. (2011-08-10). "Gorontalo Punya Tradisi Literasi". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-09-30.
  3. ^ Tuloli, Nani (1991). Tanggomo, salah satu ragam sastra lisan Gorontalo (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Intermasa. hlm. 59–60. ISBN 978-979-8114-80-9. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Gorontalo

yang berisi nasihat soal kematian, kelahiran, dan persiapan untuk akhirat) Tinilo (Pantun Gorontalo yang berisi sanjungan, hiburan, doa, sejarah, serta ajakan

Lohidu

kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2020-09-25. Hinta, Elliyana G. (2005). Tinilo Pa'ita, Naskah Puisi Gorontalo: Sebuah Kajian Filosofis. Jakarta: Djambatan

Tradisi lisan Gorontalo

raja yang baru dilantik. Tinilo, adalah sejenis pantun yang bersajak, jumlah barisnya adalah empat dalam setiap bait. Tinilo berisi sanjungan, hiburan

Mohuntingo

dibedakan dengan penggunaan sastra lisan berbahasa daerah yang dikenal sebagai tinilo mohuntingo. Seni sastra ini berperan sebagai media ekspresi budaya daerah

Mala-mala

momala-mala, saya berseru bangima'o bangi, bukalah buka. Hinta, Ellyana G (2005). Tinilo Pa'Ita,Naskah Puisi Gorontalo: Sebuah Kajian Filologis. Jakarta: Djambatan

Lumadu

Gorontalo dikenal juga sastra lisan lainnya seperti Tanggomo, Tuja'i, Tinilo, Tinilo pa'ita, Leningo, Taleningo, Mala-mala, Palebohu, Bungga, Bunito, Wulito

Taleningo

sebelum lahir, sesudah lahir, dan sesudah mati. Hinta, Ellyana G (2005). Tinilo Pa'ita, Naskah Puisi Gorontalo : Sebuah Kajian Filologis. Jakarta: Djambatan

Wungguli

tanggal 2020-09-30.[pranala nonaktif permanen] Hinta, Ellyana G (2005). Tinilo Pa'ita, Naskah Puisi Gorontalo: Sebuah Kajian Fisiologis. Djambatan. hlm