Tagar (bahasa Inggris: hashtag) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu jenis label metadata yang digunakan pada media-media sosial. Label tersebut disebut "tagar" karena selalu diawali dengan tanda pagar (#),[1] yaitu kepanjangan dari akronim "tagar".[2] Tanda pagar harus dimasukkan pada awal kata (atau frasa tanpa spasi) sebagai penanda bahwa label tagar sedang digunakan.[3]

Saat ini, label tagar telah digunakan secara umum pada berbagai layanan jejaring sosial dan media-media sosial lainnya, termasuk Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok. Contoh penggunaannya adalah:

#Wikipedia merupakan sebuah #ensiklopedia_bebas yang dapat disunting siapa pun.

Label tagar digunakan untuk mempermudah pengelompokan pesan atau postingan, karena tagar tersebut digunakan sebagai label filter untuk kolom pencarian.

Referensi

sunting
  1. ^ Hashtags (sic) di Fan Wiki Twitter. Diakses pada tanggal 2 Juni 2009.
  2. ^ "Tagar". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. ^ Tags Diarsipkan 2013-02-23 di Wayback Machine. di dokumentasi identi.ca. Diakses pada tanggal 24 Juni 2009.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

KaburAjaDulu

#KaburAjaDulu adalah sebuah tagar fenomena sosial yang viral di media sosial Indonesia pada Februari 2025, terutama di platform X. Tagar ini digunakan oleh warganet

Twitter

mengeluh bahwa tagar ini bersifat ofensif.[butuh rujukan] Ada dugaan bahwa Twitter menghapus tagar #NaMOinHyd dari daftar tren dan menambahkan tagar yang disponsori

Nadiem Makarim

pulang kampung. Berlanjut sampai inisiatif BEM SI, kemudian menggerakkan tagar #NadiemManaMahasiswaMerana dan #MendikbudDicariMahasiswa di Twitter sejak

Femboy

melalui forum internet serta media sosial, seperti 4chan, Reddit, dan TikTok. Tagar seperti "#femboyfriday" pernah menarik perhatian media. Dalam kajian gender

Unjuk rasa RUU Pilkada 2024

sosial dengan slogan "PERINGATAN DARURAT" atau "DARURAT DEMOKRASI", serta tagar seperti "#KawalPutusanMK", "#TolakPolitikDinasti", dan #TolakPilkadaAkal2an

Permadi Arya

Sudjatna dan Lina Herlin (ibu). Menurut CV yang dimuat pertama kali oleh tagar.id, Permadi disebutkan pernah menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019

belakangan tagar ini mulai dipermasalahkan karena eksistensi dalam bentuk deklarasi di berbagai wilayah. Menyikapi tagar tersebut muncul tagar-tagar seperti

TikTok

menghadirkan peluang pemasaran baru seperti video bersponsor dan tantangan tagar. Pada Juli 2020, TikTok, tidak termasuk Douyin, melaporkan hampir 800 juta