Tabal

Sura?
Tidak diketahui–713 SM
Tabal di antara negara-negara Het Baru
Tabal di antara negara-negara Het Baru
Bahasa yang umum digunakanHieroglif Luwia
Agama
Agama Luwia
PemerintahanMonarki
Era SejarahZaman Besi
• Didirikan
Tidak diketahui
• Dibubarkan
713 SM
Didahului oleh
Digantikan oleh
ksrKekaisaran
Het
ksrKekaisaran
Asyur Baru
Sekarang bagian dari Turki
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Tabal (atau Tubal dalam Alkitab) adalah sebuah kerajaan Het Baru berbahasa Luwia di Anatolia Selatan. Menurut arkeolog Kurt Bittel, kerajaan Tabal mula-mula timbul usai keruntuhan Kerajaan Het.[1]

Daftar pustaka

sunting
  • Ivane Javakhishvili. Historical-Ethnological problems of Georgia, the Caucasus and the Near East. Tbilisi, 1950, pp. 130–135 (in Georgian)
  • Simon Janashia. Works, vol. III. Tbilisi, 1959, pp. 2–74 (in Georgian)
  • Nana Khazaradze. The Ethnopolitical entities of Eastern Asia Minor in the first half of the 1st millennium BC. Tbilisi, 1978, pp. 3–139 (in Georgian, Russian and English)

Referensi

sunting
  1. ^ Kurt Bittel, Hattusha: The Kingdom of the Hittites, (New York: Oxford University Press, 1970. p.133


Templat:Georgia-hist-stub

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Batu Tabal

Stasiun Batu Tabal (BTL) merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas II yang terletak di Batu Taba, Batipuh Selatan, Tanah Datar. Stasiun yang terletak

Jalur kereta api Padang Panjang–Sawahlunto

pegunungan dan memiliki gradien terekstrem pada segmen Padang Panjang–Batu Tabal yaitu 70 permil sehingga lokomotif biasa tidak mampu menanjak pada jalur

Muhammad V dari Kelantan

ke-15 dari Desember 2016 hingga pengunduran dirinya pada Januari 2019. Ia ditabalkan menjadi Sultan Kelantan pada 13 September 2010, menggantikan ayahnya,

Aji Muhammad Arifin

Salehuddin II yang meninggal dunia pada 5 Agustus 2018. Prosesi adat penabalan atau suksesi Sultan Kutai berlangsung di Keraton atau Museum Mulawarman

Kesultanan Aceh

kesultanan, melainkan tidak menyukai orang yang akan menduduki tahta batee tabal, yaitu Tuanku Ibrahim dan Tuanku Mahmud. Tuanku Ibrahim dianggap memiliki

Hassanal Ibrahim dari Pahang

Agong ke-16. Ia juga menjadi perwakilan negara bagiannya pada upacara penabalan ayahnya tanggal 30 Juli 2019. Pada saat penobatannya sebagai Wali Penguasa

Abdullah dari Pahang

2019 hingga kelulusan Tengku Hassanal pada 15 Desember 2019. Upacara penabalan Sultan Abdullah dilaksanakan di Balairung Seri Istana Negara pada tanggal

Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura

penobatan sang pewaris takhta yang dilangsungkan dua tahun kemudian, yaitu ditabalkannya Putra Mahkota Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat menjadi Sultan