Syeba (bahasa Ibrani: שבעה‎, syiḇ·‘āh dari kata שָׁבַע,syaba yang berarti "sumpah", atau שֶׁבַע, syeba yang berarti "tujuh"; bahasa Inggris: Shibah)[1][2][3][4] adalah nama sumur di daerah lembah Gerar yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Sekarang ini terletak di kota Bersyeba.

Catatan Alkitab

sunting

Di dalam Kitab Kejadian tercatat bahwa Ishak pernah tinggal di Gerar. Ketika ia menjadi makmur dan banyak hartanya, Abimelekh (raja Gerar) berkata kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa daripada kami."[5] Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ.[6] Waktu itu segala sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayah Ishak, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.[7] Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dua sumur pertama di mana mereka bertengkar masing-masing dinamai Ishak Esek dan Sitna.[8] Di sumur ketiga mereka tidak bertengkar sehingga Ishak menamai sumur itu Rehobot.[9] Selanjutnya Ishak berangkat ke Bersyeba. Sementara hamba-hambanya menggali sumur, datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. Mereka berkata kepada Ishak: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN." Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum. Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah (bahasa Ibrani: וישבעו‎, wa·yi·syā·ḇə·‘ū) mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai. Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: "Kami telah mendapat air." Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba.[10]

Syeba lainnya dalam Alkitab

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Hitchcock, Roswell D. Hitchcock's Bible Names Dictionary.
  2. ^ Smith, William. Smith's Bible Dictionary.
  3. ^ Easton, Matthew George. "Easton's Bible Dictionary" (juga dikenal sebagai "Illustrated Bible Dictionary"). 1897.
  4. ^ Nave, Orville James. "Nave's Topical Bible". 1896.
  5. ^ Kejadian 26:16
  6. ^ Kejadian 26:17
  7. ^ Kejadian 26:15
  8. ^ Kejadian 26:18–21
  9. ^ Kejadian 26:22
  10. ^ Kejadian 26:23–33

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ratu Saba

Ratu Saba, (Bahasa Arab Malikat sabaa ملكة سبأ, Nigist Saba Bahasa Amharik: ንግት ሳባ), mengacu pada Perjanjian Lama, Al Qur'an, dan sejarah Ethiopia, adalah

Sulaiman

menyebutkan nama dari perempuan pemimpin negeri Saba' (Syeba) tersebut dan hanya menyebutnya "Ratu Syeba" (Ibrani: מַלְכַּת־ שְׁבָא, malkat-šəḇā). Disebutkan

Namrud

Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan. Kush memperanakkan Namrud; dialah yang mula-mula sekali orang

Daftar genealogi dalam Alkitab

Uzal, bin Yoktan. Dikla bin Yoktan. Obal, bin Yoktan. Abimael, bin Yoktan. Syeba, bin Yoktan. Ofir, bin Yoktan. Havilah, bin Yoktan. Yobab, bin Yoktan. Lud

Bersyeba

Beersheba atau Bersyeba (bahasa Ibrani: בְּאֶר שֶׁבַע, 'bus staion; bahasa Arab: بِئْرْ اَلْسَبْعْ Biʼr as-Sabʻ) merupakan kota yang terletak di Israel

Menelik I dari Etiopia

Salomo dari Israel kuno dan Makeda, yang disebutkan dalam Alkitab. Ratu Syeba. Menurut buku Ethiopia abad pertengahan, Kebra Nagast, yang ditulis dalam

Daftar keturunan Nuh

daerah-daerah ini. Daftar ini nyatanya memuat sejumlah kesulitan: misalnya nama Syeba dan Hawilah dicatat dua kali, pertama sebagai keturunan Kush bin Ham (ayat

Al-Qur'an

Kunjungan Ratu Syeba ke Raja Salomo. Edward Poynter, 1890. Menurut Taurat, tujuh ratus istri dan tiga ratus selir menyesatkannya di masa tuanya dan menyuruhnya