Teknik Tenun Sutra Tradisional Tiongkok
Kain sutra yang digali dari Mawangdui
NegaraTiongkok
Referensi197
KawasanAsia-Pasifik
Sejarah Inskripsi
Inskripsi2009
Bermacam-macam kain sutra.

Sutra atau sutera adalah serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Sutra memiliki tekstur mulus, lembut, tetapi tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.

Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra.

"Sutra liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutra liar dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, tetapi skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan. Sutra liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus. Ini membuat sutra bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan.

Empat jenis ngengat sutra ternakan yang terpenting.

Sutra juga dihasilkan oleh beberapa jenis serangga lain, tetapi hanya jenis sutra dari ulat sutra yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Pernah juga dijalankan kajian terhadap sutra-sutra lain yang menampakkan perbedaan dari aspek molekul. Sutra dihasilkan terutama oleh larva serangga yang bermetamorfosis lengkap, tetapi juga dihasilkan oleh beberapa serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutra juga kerap dijumpai khususnya pada serangga ordo hymenoptera (lebah, tabuhan, dan semut), dan kadang kala digunakan untuk membuat sarang. Jenis-jenis arthropoda yang lain juga menghasilkan sutra, terutama arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutra dari jaring laba-laba atau disebut Qmonos (sarang laba-laba dalam bahasa Jepang) diklaim memiliki kekuatan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang biasa digunakan untuk rompi anti peluru) serta lima kali lebih kuat dari baja.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Alam Sutera

Sutera adalah sebuah kota terencana yang dikembangkan oleh Alam Sutera Realty di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. Alam Sutera

Sekolah Santa Laurensia

Santa Laurensia Alam Sutera di kota satelit Alam Sutera, dan kedua Sekolah Laurensia Suvarna Sutera di kota satelit Suvarna Sutera. Santa Laurensia berkomitmen

Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera

Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Alam Sutera. Gereja Santo Laurensius dinamai menurut Laurensius, seorang diakon dan

Jalur Sutra

Jalur Sutra (Hanzi tradisional: 絲綢之路; Hanzi sederhana: 丝绸之路; pinyin: sī chóu zhī lù, bahasa Persia راه ابریشم Râh-e Abrisham) adalah sebuah jalur perdagangan

Kota Tangerang Selatan

Ciputat-CSW Rute S22: Ciputat-Terminal Kampung Rambutan Rute S61 : Alam Sutera-Terminal Blok M Kota Tangerang Selatan memiliki 5 stasiun Commuter Line

Alam Sutera Realty

PT Alam Sutera Realty Tbk adalah sebuah perusahaan pengembang properti terkemuka di Indonesia yang berkantor pusat di Kota Tangerang, Banten. Perusahaan

Universitas Swiss German

(SGU) adalah universitas swasta yang berlokasi di Alam Sutera, sebuah komunitas di Alam Sutera, Tangerang, Banten, Indonesia. Swiss German University

Universitas Bina Nusantara

Kemanggisan, Jakarta Barat 11480. Kampus Alam Sutera Kampus ini terletak di Jl.Jalur Sutera Barat, Alam Sutera, Kota Tangerang 15143. Kampus JWC Kampus ini