Surus adalah nama gajah perang terakhir milik Hannibal Barca, jenderal pasukan Kartago di Italia. Beberapa penulis Romawi kuno memberi keterangan mengenai Surus. Diceritakan bahwa Surus kemungkinan adalah gajah Asia besar dengan satu gading. Menurut beberapa sumber, hewan ini adalah gajah terakhir dari 37 gajah perang yang dibawa oleh Hannibal dalam perjalanannya melewati pegunungan Alpen. Surus berperan sebagai platform bagi hannibal, yang sulit melihat medan tempur karena dia kehilangan satu mata karena infeksi.

Menurut Plautus, Surus memakai jubah merah, dan membawa perisai merah serta sebuah rengga.

Referensi

sunting

John M. Kistler, War Elephants (Westport, CT: Praeger, 2006), 122-123

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Baudouin I dari Yerusalem

salib dan orang-orang Armenia. Selama dua tahun ia menangkap Samosata dan Surus (Sarorgia) dari umat Islam, dan berhasil mengalahkan sebuah konspirasi oleh

Gajah perang

didukung oleh bukti yang menunjukkan bahwa gajah favorit Hannibal dinamai Surus (dari Suriah) dan kemungkinan berasal dari Suriah. Meskipun begitu, bukti

Daftar cognomina Romawi

Suilius, Sulinus, Sulla, Super, Superbus, Superstes, Sura, Surinus, Surius, Surus, Sylla, Sylvian, Sylvius, Symmachus, Symphorian, Sympronian, Synistor, Synnodus

Daftar gajah bersejarah

berdiri di Slater Park. Surus, Gajah perang milik Hannibal yang menyeberangi Alpen pada 218 SM, 37 gajah dalam Perang Punisia Kedua. Surus (dari Suriah) disebut