Pemolesan adalah proses menciptakan permukaan halus dan mengkilap dengan cara menggosoknya atau dengan memberikan perlakuan kimia, sehingga menghasilkan permukaan bersih dengan refleksi spekular yang signifikan (masih dibatasi oleh indeks bias material menurut persamaan Fresnel ).[1] Pada beberapa bahan (seperti logam, kaca, batu hitam atau transparan), pemolesan juga mampu mengurangi pantulan difus ke nilai minimal.

Bila permukaan yang belum dipoles diperbesar ribuan kali, biasanya akan tampak seperti rangkaian gunung dan lembah. Akibat abrasi yang berulang-ulang, "gunung-gunung" tersebut terkikis hingga menjadi datar atau hanya sekadar "bukit-bukit" kecil. Proses pemolesan dengan bahan abrasif dimulai dengan ukuran butiran kasar dan secara bertahap berlanjut ke ukuran butiran yang lebih halus untuk meratakan ketidaksempurnaan permukaan secara efisien dan memperoleh hasil optimal.

Sifat mekanik

sunting

Kekuatan produk yang dipoles dapat lebih tinggi daripada produk yang tidak dipoles karena hilangnya konsentrasi tegangan yang ada di permukaan kasar selama proses pemolesan. Konsentrasi ini mengambil bentuk sudut dan cacat lainnya, yang memperbesar tekanan lokal melebihi kekuatan bawaan material.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Floor Scrubber, diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-31, diakses tanggal 2008-01-04.
  2. ^ Zucuni, Camila Pauleski; Dapieve, Kiara Serafini; Rippe, Marília Pivetta; Pereira, Gabriel Kalil Rocha; Bottino, Marco Cícero; Valandro, Luiz Felipe (2019). "Influence of finishing/polishing on the fatigue strength, surface topography, and roughness of an yttrium-stabilized tetragonal zirconia polycrystals subjected to grinding". Journal of the Mechanical Behavior of Biomedical Materials. 93: 222–229. doi:10.1016/j.jmbbm.2019.02.013. PMID 30831358.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hisab dan rukyat

property of the Moon caused by the roughness of the lunar terrain preventing any direct sunlight striking the Moon's surface from being seen at smaller angles

Penglihatan mesin

2007.02.005. Luk, F; Huynh, V; North, W (1989-12). "Measurement of surface roughness by a machine vision system". Journal of Physics E: Scientific Instruments

Antarktika

tanggal 5 April 2009. Larter, Robert D. (2022-02-28). "Basal Melting, Roughness and Structural Integrity of Ice Shelves". Geophysical Research Letters

Nepenthes alata

Nepenthes wax crystals minimize insect attachment via microscopic surface roughness. Journal of Experimental Biology 213: 1115–1125. doi:10.1242/jeb.035618

Kuadran Diacria

nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link) "Slopes and Roughness on Mars". ssed.gsfc.nasa.gov. Diakses tanggal 2025-11-11.

Kuadran Casius

1029/2000je001455. ISSN 0148-0227. Kreslavsky, M., Head, J. 2000. Kilometer-scale roughness on Mars: Results from MOLA data analysis. J. Geophys. Res. 105 (E11),

Kilau matahari

Cox, Charles; Munk, Walter (1954-11-01). "Measurement of the Roughness of the Sea Surface from Photographs of the Sun's Glitter". JOSA (dalam bahasa Inggris)