Sufriyah (bahasa Arab: الصفرية aṣ-Ṣufriyya) adalah salah satu cabang kelompok Khawarij pada abad ketujuh dan kedelapan. Mereka membentuk Dinasti Midrariyah di Sijilmassa, sekarang di Maroko.

Di Tlemcen, Aljazair, Bani Ifran[1] adalah kelompok Sufri dari suku Berber yang melawan Umayyah, Abbasiyah, dan Fatimiyah. Perlawanan paling terkenal mereka ketika bersama-sama memberontak bersama Abu Qurra (abad kedelapan) dan Abu Yazid.[2]

Khawarij terbagi menjadi beberapa kelompok yang terpisah seperti Sufri, Azariqa, Bayhasiyya, Ajardi, Najdat, dan Ibadi. Sekte Sufri dan Ibadi adalah kelompok yang paling moderat dengan menolak pertumpahan darah untuk orang yang berlawanan dengan mereka. Dari kelompok-kelompok Khwarij, hanya Ibadi yang bertahan hingga hari ini.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ E.J. Brill's First Encyclopaedia of Islam 1913-1936. BRILL. 31 December 1987. ISBN 90-04-08265-4., page 265 ]
  2. ^ Julien, Charles André; le Tourneau, Roger Le Tourneau (1970). Histoire de L'Afrique du Nord. Praeger. ISBN 9780710066145., page 24

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Khawarij

sekte lainnya: Sufriyah dan Ibadiyah. Semua subkelompok Khawarij yang tidak dikategorikan lainnya biasanya dianggap cabang dari Sufriyah. Dalam skema pembagian

Pertempuran al-Asnam

Hanzhalah bin Shafwan al-Kalbi, dengan pasukan pemberontak Berber beraliran Sufriyah yang dipimpin Abdul Wahid bin Yazid al-Hawwari. Pasukan Umayyah berhasil

Pertempuran al-Qarn

Hanzhalah bin Shafwan al-Kalbi, dengan pasukan Khawarij Berber beraliran Sufriyah yang dipimpin Uqasyah bin Ayub al-Fezari. Umayyah berhasil menang dalam

Maisarah al-Matghari

Berber yang mau menerima para aktivis Khawarij puritan, terutama dari sekte Sufriyah, yang mulai berdatangan di Arab Maghrib, mengajarkan tatanan politik baru