Subversi (bahasa Belanda: subversie, bahasa Inggris: subversion) merujuk kepada salah satu upaya pemberontakan dalam merobohkan struktur kekuasaan termasuk negara. Dalam bahasa Latin berarti, asal, awalnya tersebut berlaku untuk beragam aktivitas sebagai kemenangan secara militer dalam perebutan kekuasaan negara.

Pada awal abad ke 14, subversi digunakan dalam bahasa Inggris dalam kaitannya dengan pembentukanan perundang-undangan kemudian pada abad 15 pernah digunakan terhadap kekuasaan kerajaan. kata subversi diambil alih dari kata 'hasutan' sebagai nama untuk pemberontakan yang dilakukan secara tersembunyi atau terselubung, walaupun konotasi dari dua kata yang agak berbeda, karena, subversi dilakukan secara terbuka atau terang-terangan dengan menyatakan serangan kepada objek lembaga atau kekuasaan dasar hukum negara sedangkan hasutan lebih pada tindakan penghancuran target objek pada sasaran secara tersembunyi dan dengan melakukan penghancuran yang dilakukan secara tersamar dari dalam, seperti tindakan pemberontakan pada dasar hukum negara atau asas hukum dalam sebuah negara atau pengaturan terhadap masyarakat lain. Dalam peperangan Subversi adalah bagian penting dari propaganda.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hamka

diserang oleh organisasi kebudayaan Lekra. Tuduhan melakukan gerakan subversif membuat Hamka diciduk dari rumahnya ke tahanan Sukabumi pada 1964. Dalam

Tan Malaka

mulai mengajar hanya pada bulan Januari 1920. Ia menghasilkan propaganda subversif untuk kuli, yang dikenal sebagai Deli Spoor, dan mulai belajar tentang

Sri Bintang Pamungkas

pernah ditahan dengan tuduhan makar. Dia dianggap subversif dan melanggar Undang-undang Anti Subversif dengan membentuk Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI)

Sutomo

ia ditangkap dan dipenjara selama setahun atas tuduhan melakukan aksi subversif. Sekeluar dari penjara Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk bersikap

John Pieter Nazar

dibentuk Peradin dan LBH Jakarta terhadap perkara pidana politik atau subversif, seperti kasus Ir. Sanusi dan kawan-kawan dalam kasus peledakan bom BCA

Teuku Rifnu Wikana

Melati (2012) Azab Penjual Bensin Oplosan (2014) Nyai Ontosoroh (2007) Subversif! (2015) Khatulistiwa (2016) Untuk Ibu: Kasih Anak Sepanjang Jalan, Kasih

Hari Buruh

Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi

Hukuman mati di Indonesia

Indonesia Subversif (politik, kasus 1965) Yohannes Surono (♂) Indonesia Subversif (politik, kasus 1965) Simon Petrus Soleiman (♂) Indonesia Subversif (politik