Gang bang atau gangbang[1] adalah suatu kegiatan seksual di mana beberapa orang, biasanya lebih dari tiga, terlibat dalam aktivitas seksual dengan satu orang secara khusus, entah secara bergiliran atau sekaligus.[2] Orang tersebut menjadi fokus utama dari aktivitas seksual tersebut.[2] Istilah ini biasanya dikaitkan dengan industri pornografi dan biasanya digambarkan sebagai sebuah lakon yang dipersiapkan di mana seorang perempuan berhubungan seksual dengan beberapa laki-laki secara bergantian; ini merupakan aktivitas yang konsensual dan berbeda dengan pemerkosaan berkelompok. Bukkake adalah salah satu jenis gang bang yang berasal dari Jepang, yang berfokus di mana sekelompok orang melakukan ejakulasi secara bergantian ke satu orang sebagai penerima.

Praktik

sunting

Gang bang dengan jumlah peserta yang banyak umumnya diadakan (dan direkam) oleh perusahaan film pornografi, tetapi gang bang tidak jarang juga ditemukan pada komunitas swinger. Umumnya gang bang digambarkan terdiri dari banyak laki-laki dengan satu perempuan, sementara istilah buatan "reverse gang bang" (satu laki-laki dengan banyak perempuan),[3] dapat ditemukan dalam pornografi. Gang bang yang dilakukan hanya di antara laki-laki juga bisa dilakukan, dan bisa dibilang praktik ini dapat dilakukan oleh orang dari jenis kelamin atau gender apa saja.[4]

Gang bang tidak didefinisikan berdasarkan jumlah peserta tertentu, tetapi biasanya melibatkan lebih dari tiga orang dan mungkin dapat melibatkan belasan bahkan puluhan orang. Saat gang bang dirancang sedemikian rupa agar berakhir dengan ejakulasi berbarengan atau beruntun dari sekumpulan peserta laki-laki kepada satu laki-laki atau perempuan, maka ini dapat disebut dengan istilah bukkake.[2]

Sebagai pembeda, tiga orang beraktivitas seksual bersamaan disebut threesome, dan empat orang biasanya disebut foursome. Gang bang juga berbeda dengan seks berkelompok atau orgy, yang termasuk di antaranya threesome dan foursome, di mana dalam gang bang hampir atau semua aktivitas seksual berfokus atau berpusat hanya kepada satu orang saja. Walaupun peserta gang bang mungkin saling mengenal satu sama lain, spontanitas dan anonimitas dari para peserta sering kali juga menjadi bagian yang menyebabkan rasa tertarik. Tidak hanya itu, peserta lain umumnya tidak melakukan aktivitas seksual dengan satu sama lain, tetapi biasanya akan berdiri/menunggu dan bermasturbasi sambil menunggu kesempatan untuk dapat melakukan aktivitas seksual.[butuh rujukan]

Referensi

sunting
  1. ^ Kearifan 2: Kearifan yang Berserak. Erlangga. ISBN 978-979-781-603-2. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 2022-10-10.
  2. ^ a b c The New Partridge Dictionary of Slang and Unconventional English. 2005. hlm. 327, 995. ISBN 0415212588.
  3. ^ Daniel Stern (2013). Swingland: Between the Sheets of the Secretive, Sometimes Messy, but Always Adventurous Swinging Lifestyle. hlm. 296. ISBN 1476732531.
  4. ^ Donald F. Reuter (2006). Gay-2-Zee: A Dictionary of Sex, Subtext, and the Sublime. hlm. 86. ISBN 0312354274.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Injil

[Qur'an Al-Baqarah:285] Reynolds, Gabriel Said (2010). The Qur'an and Its Biblical Subtext. London: Routledge. ISBN 9780415778930. OCLC 436358419. Neuwirth, Angelika

Daftar orang gay, lesbian, atau biseksual/W-Z

"White out: Penulis-produser Mike White comes out dan discusses the gay subtext in his new comedy, Orange County". The Advocate. Diarsipkan dari asli tanggal

Amy Madigan

(February 19, 1990). "STAGE REVIEW: 'Stevie' Has Jazz and Drama, but Lacks a Subtext". Los Angeles Times. Diakses tanggal August 20, 2014. "'Dark Half' Not

New Place

Schoenbaum, Samuel (1989). Dotterer, Ronald (ed.). "Shakespeare: Text, Subtext and Context: All That is Known Concerning Shakespeare". Susquehanna University

Fifth Avenue

Inc. "Fifth Avenue The World's Most Expensive Shopping Street (PHOTOS) (Subtext: "For the 9th year in a row, Fifth Avenue between 49th and 60th Streets

Luz Noceda

"The Owl House: Disney Animated Series' LGBTQ+ Relationship is No Longer Subtext". Comic Book Resources. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Agustus

Queerbaiting

Do We Solve A Problem Like "Queerbaiting"?: On TV's Not-So-Subtle Gay Subtext". Autostraddle. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 22, 2014

Dybbuk

Folklore, Urim Publications, 1 Sep 2008. Fernando Peñalosa, The Dybbuk: Text, Subtext, and Context. Jan 2013. Fernando Peñalosa. Parodies of An-sky’s The Dybbuk