Stuko dari Istana Borujerdi-ha, 1850-an, Kashan, Iran.

Stuko (stucco), adalah material yang terbuat dari tumbukan batu, pasir, dan air. Bahan stuko biasanya ditemukan di situs candi.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Patung stuko Seljuk

Patung Seljuk stuko adalah patung stuko yang ditemukan di area di mana Kesultanan Seljuk Raya berkuasa. Patung-patung tersebut diproduksi selama masa

Seni Sasaniyah

batu bata dianggap jelek, bangunan tersebut dilapisi dengan stuko. Di dalam dinding stuko ini, relief sering diukir dengan pola bunga, tetapi juga representasi

Peradaban Maya

struktur-struktur monumental, termasuk kuil besar dengan tampak depan yang terbuat dari stuko. Sistem tulisan hieroglif untuk pertama kalinya digunakan di wilayah Maya

Candi

Sumatra banyak menggunakan bata merah. Stuko (stucco), yaitu bahan semacam beton dari tumbukan batu dan pasir. Bahan stuko ditemukan di percandian Batu Jaya

Tikal

cekungan alami yang sudah kedap air. Alun-alun utamanya dilapisi dengan stuko dan dibangun dengan gradien yang telah diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga

Patung Dada Nefertiti

(44 pon). Patung dada ini terbuat dari batu kapur yang ditutupi dengan lapisan stuko berlukis. Wajahnya sangat simetris dan hampir utuh, kecuali pupil mata kiri

Arsitektur Mamluk

hiasan yang semakin rumit, yang awalnya mengikuti tradisi sebelumnya seperti stuko dan mosaik kaca, tetapi kemudian lebih mengutamakan pahatan batu dan panel

Donatello

pintu dan lunette (setengah bulan) menggambarkan para santo, serta delapan stuko tondo. Dari tahun 1438, ia mengerjakan patung kayu St Yohanes Penginjil