Penjualan tekstil di Karachi, Pakistan.

Tekstil atau wastra adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara ''pressing''. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apa pun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan.

Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan.

Tekstil dikelompokan menurut jenisnya, yaitu

1. Berdasarkan jenis produk atau bentuknya: serat staple, serat filamen, dan benang kain produk jadi.

2. Berdasarkan jenis bahannya: serat alam, serat sintetis dan serat campuran.

3. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna, dan bermotif/bergambar. Dan

4. Berdasarkan jenis konstruksinya: tenun, rajut, renda, kempa, benang tunggal, dan benang gintir.

Penggolongan Desain Tekstil

sunting
  1. Desain Struktur (Structural Design) adalah desain dari konstruksi tekstil itu sendiri, baik yang berwujud tekstil polos maupun dalam bentuk tekstil bercorak. Pada tekstil bercorak pembuatan corak dilakukan bersamaan dengan proses pembuatan lembaran tekstil tersebut. Desain struktur meliputi seluruh metode pembuatan tekstil, yaitu meliputi tekstil yang dibuat dari benang, tekstil yang dibuat tidak dari benang dan tekstil yang dibuat tanpa serat benang maupun filamen. Contoh desain struktur diantaranya yaitu tenun, tapestri, dan makrame.
  2. Desain Permukaan (Surface Design) adalah desain yang dilakukan setelah proses pembuatan kain, umumnya dilakukan pada proses penyempurnaan lain. Mempelajari desain tekstil berarti mempelajari pembuatan kain tekstil dengan alat atau mesin yang diperlukan dan bahan yang sesuai. Teknik yang digunakan pada desain permukaan diantaranya: Teknik Printing, Teknik Hand Printing, Teknik Batik, Teknik Marbling, dan Teknik Trapunto.[1]

Bacaan lebih lanjut

sunting

Sebuah teksil tertua yang pernah ditemukan adalah linen yang berasal dari Mesir kuno. Diperkirakan teksil ini berusia lebih dari 4.000 tahun, dan merupakan bukti awal tentang keberadaan industri tekstil pada masa itu.

Linen merupakan salah satu jenis kain yang terbuat dari serat tanaman rami, dan telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu. Kain ini dikenal memiliki sifat yang kuat, tahan lama, dan tahan terhadap cuaca panas.

Teksil linen dari Mesir kuno ditemukan pada situs arkeologi dan terbuat dari serat rami yang diolah dengan teknik tradisional. Meskipun telah berusia ribuan tahun, kain tersebut masih terlihat relatif baik dan dapat memberikan informasi tentang teknik pembuatan kain pada masa lalu.[2]

 
Cari di Wikimedia Commons
Cari di Wikimedia Commons
 Wikimedia Commons memiliki media yang berhubungan dengan (kategori):
  • Fisher, Nora. Rio Grande Textiles (Edisi Paperbound). Museum of New Mexico Press.Templat:Year needed Introduction by Teresa Archuleta-Sagel. 196 pages with 125 black and white as well as color plates. Fisher is Curator Emirta, Textiles & Costumes of the Museum of International Folk Art.
  • Good, Irene (2006). "Textiles as a Medium of Exchange in Third Millennium B.C.E. Western Asia". Dalam Mair, Victor H. (ed.). Contact and Exchange in the Ancient World. Honolulu: University of Hawai'i Press. hlm. 191–214. ISBN 978-0-8248-2884-4. Pemeliharaan CS1: Postscript (link)

Referensi

sunting
  1. ^ Yuliawati, Dinar (2015). "Pengembangan Teknik Marbling dengan Pewarna Alam pada Produk Fashion". Open Library Telkom University: '9'.
  2. ^ "Tas Blacu Alifine Konveksi/Pabrik Grosir Tas Blacu Harga Murah". Tas Blacu Alifine (dalam bahasa American English). 2017-08-08. Diakses tanggal 2023-02-19.



📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Irwandi Jaswir

2010 di Kuala Lumpur, Malaysia dengan karya risetnya yang berjudul Nano-Structural Properties of Alternative Collagen for Halal Industry (Sifat Struktur-Nano

Othmar Ammann

for megaships. The New Yorker. Billington, David (2003). The Art of Structural Design. Princeton: Princeton University Art Museum. ISBN 0-300-09786-7. Kavanagh

Keruntuhan progresif

Leyendecker, E. V. (1978-03). "Approaches for Design against Progressive Collapse". Journal of the Structural Division (dalam bahasa Inggris). 104 (3): 413–423

Kubah

menduplikasi bawaan (link) Betts, Richard J. (March 1993). "Structural Innovation and Structural Design in Renaissance Architecture". Journal of the Society

Struktur

Online). Diakses tanggal 20 September 2019. Carpinteri, Alberto (2002). Structural Mechanics: A unified approach (dalam bahasa Inggris). CRC Press. ISBN 9780203474952

Museum Neues

Eisele, G. (1999). "The Berlin "Neues Museum" - structural analysis, stabilization and structural design for restoration" (PDF). Transactions on the Built

Wiratmaja

penelitian terkait Energy infrastructure, Design for Surface Facilities in Oil & Gas Industry, Renewable Energy, Design for Geothermal production facilities

Keruntuhan selasar Hyatt Regency

Petroski, Henry (1992). To Engineer Is Human: The Role of Failure in Structural Design. Vintage. ISBN 978-0-679-73416-1. National Bureau of Standards (May