📑 Table of Contents

Tak bernegara (bahasa Inggris: statelessness) adalah istilah hukum mengenai hilangnya kewarganegaraan, atau absennya hubungan pengakuan antara individu dan suatu negara. Orang yang tak bernegara secara de jure terkadang merupakan orang yang "tidak dianggap sebagai seorang warga negara oleh suatu negara dibawah operasi hukumnya".[1] Orang yang tak bernegara secara de facto adalah orang yang berada di luar negara dari kewarganegaraannya tidak jelas atau untuk alasan-alasan sah, tidak mendapatkan perlindungan dari negara tersebut.[2] Orang yang tak bernegara secara de facto dapat mengakibatkan penganiayaan atau berakibat pada retaknya hubungan diplomatik antara negara asalnya dan negara yang ditinggalinya.

Beberapa orang yang tak bernegara secara de jure juga merupakan pengungsi, meskipun tidak semua pencari suaka adalah orang yang tak bernegara secara de jure dan tidak semua orang yang tak bernegara secara de jure adalah pengungsi. Beberapa orang yang tak bernegara tidak pernah melintasi perbatasan internasional.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ "Convention relating to the Status of Stateless Persons, article 1(1)".
  2. ^ "The Concept of Stateless Persons under International Law". UNHCR.
  3. ^ Hovy, Bela (2011). Bhabha, Jacqueline (ed.). Human Rights and Citizenship: The Need for Better Data and What to Do about It. Cambridge, Massachusetts, United States: MIT Press. hlm. 90. ISBN 9780262015271. Diakses tanggal 11 Agustys 2014. People who reside in their country of birth, have never crossed a border, but have never had their birth registered by the state—the effectively stateless, in Jacqueline Bhabha's terminology—also resemble refugees in their relative rightlessness. ;

Bacaan tambahan

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kebangsaan

Publishers. hlm. 19–20. ISBN 90-04-22720-2. Weis, Paul. Nationality and Statelessness in International Law. BRILL; 1979 [cited 19 August 2012]. ISBN 978-90-286-0329-5

Pengepungan Yerusalem (63 SM)

Nadav (2017). Judea Under Roman Domination: The First Generation of Statelessness and Its Legacy. Early Judaism and its literature. Vol. 46. SBL Press

Rekayasa demografi

ISBN 9781838605063. Political naturalizations of tribesmen Claire Beaugrand. "Statelessness and Transnationalism in Northern Arabia: Biduns and State Building in

Suffri Jusuf

(United Nations Conference on the Elimination or Reduction of Future Statelessness) pada Agustus 1961. Kembali ke Tanah Air, ia ditunjuk sebagai Wakil

Protokol independen

bertanggung jawab untuk membersihkan kondisi ini dari server. Kelemahan dari statelessness adalah bahwa hal itu mungkin diperlukan untuk memasukkan informasi tambahan

Greg Acciaioli

Singh, S.J., Brunt, H., Fabinyi, M., Acciaioli, G., Clifton, J. (2014) 'Statelessness and conservation: Exploring the implications of an international governance