Stadion Sultan Agung
ꦱꦼꦠꦝꦶꦪꦺꦴꦤ꧀ꦱꦸꦭ꧀ꦠꦤ꧀ꦄꦒꦸꦁ
SSA
Peta
Informasi stadion
Nama lengkapStadion Sultan Agung
PemilikDinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul
Lokasi
LokasiJalan Sultan Agung, Ponggok II, Trimulyo, Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Koordinat7°52′30″S 110°22′49″E / 7.87501°S 110.38030°E / -7.87501; 110.38030
Konstruksi
Dibuat2004
Dibuka2007
Direnovasi2011
Data teknis
PermukaanRumput, tribun barat, dan lampu
Kapasitas+ 30.000
Pemakai
Persiba Bantul
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stadion Sultan Agung atau Stadion Pacar (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦝꦶꦪꦺꦴꦤ꧀ꦱꦸꦭ꧀ꦠꦤ꧀ꦄꦒꦸꦁ, translit. Setadhiyon Sultan Agung; kadang disingkat SSA) adalah sebuah stadion sepak bola di Kapanéwon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Stadion yang dibangun tahun 2004 ini memiliki kapasitas total sebanyak + 30.000 penonton dan merupakan markas klub sepak bola Persiba Bantul.

Sejarah

sunting

Stadion Sultan Agung diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bertepatan saat acara pembukaan PORDA DIY IX-Bantul tanggal 24 Juni 2007. Meskipun baru diresmikan pada tahun 2007, stadion ini sudah digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola, baik lokal Bantul maupun pertandingan Kompetisi Liga Indonesia sejak tahun 2005.

Pembangunan Stadion Sultan Agung dilakukan secara bertahap, pada tahun 2004 telah diselesaikan pembangunan lapangan dengan rumput berkualitas tinggi serta sebagian tribun terbuka sebelah timur.

Menjelang Kompetisi Divisi Utama, tahun 2008 pada bulan Juni telah diselesaikan pembangunan tribun terbuka yang melingkari 70% lapangan (utara, timur, selatan). Sementara, tribun sebelah barat lapangan belum direalisasikan pembangunannya.[1]

Fasilitas

sunting

Tribun barat Stadion Sultan Agung telah diberi fasilitas penunjang dan mulai beroperasi bulan November 2010. Jumlah penonton di tribun barat mencapai 5.000 orang. Meski belum semua area tribun tertutup atap, tetapi sudah ada area tamu VVIP. Stadion ini juga merupakan salah satu stadion yang mempunyai rumput kualitas Eropa.

Mulai Desember 2010, Stadion Sultan Agung mulai sudah dipasangi lampu di 4 titik. Dengan daya 1200 Luxs, penerangan di Stadion Sultan Agung sudah memenuhi syarat AFC. Hanya saja, loket stadion ini banyak mengalami kerusakan akibat ulah vandalisme dan tembok stadion dipenuhi oleh coretan cat semprot.

Fasilitas lain yang berada di kawasan stadion ini adalah lapangan bola, arena pacuan kuda, dan trek untuk balap sepatu roda.[2]

Stadion ini merupakan tempat berlangsungnya permainan sepakbola Liga 1Indonesia. Stadion Sultan Agung memiliki lapangan dengan standar FIFA yaitu dengan panjang 105 meter dan lebar 68 meter, ukuran tersebut merupakan ukuran tengah dari standar FIFA. Stadion Sultan Agung memiliki lapangan sepakbola yang dikelilingi lintasan atletik serta mempunyai satu tribun yang berada di bagian barat dengan kapasitas 5.000 penonton. Stadion Sultan Agung merupakan salah satu stadion yang menerapkan sistem drainase bawah permukaan (subsurface).

Kompleks Stadion Sultan Agung Bantul merupakan kompleks yang difungsikan sebagai tempat sarana berbagai jenis olahraga seperti sepak bola, atletik, tenis, basket, bulutangkis, pacuan kuda, sepatu roda, bersepeda, panjat tebing, dan memanah.

Stadion ini memiliki kapasitas tribun di bagian barat sebesar + 5.000 penonton dan kapasitas total sebesar + 30.000 penonton. Stadion tersebut menerapkan subsurface (sistem drainase bawah permukaan),[3] serta dilengkapi empat tiang lampu dengan daya cahaya lebih dari 800 lux.[4] Setiap tiang yang berisikan 36 lampu yang berkapasitas 72 ribu watt. Dengan demikian, seluruh lampu yang ada memiliki daya total 288.000 watt. Lampu tersebut didukung oleh genset berkapasitas 500 watt.[5]

Gelanggang pacuan kuda

sunting
Sebuah perlombaan pacuan kuda di Gelanggang Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, 2025

Di sebelah barat Stadion Sultan Agung, terdapat gelanggang pacuan kuda berstandar nasional seluas 8 hektare. Gelanggang ini memiliki panjang lintasan 1.200 meter dengan lebar 16 meter..[6]

Gelanggang Sultan Agung sering menjadi tuan rumah berbagai acara balap kuda bergengsi, seperti Indonesia Derby (balapan terakhir dalam rangkaian Tiga Mahkota Indonesia), Piala Pertiwi, Piala Raja Hamengkubuwono X, dan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi.[7]

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ Sutriono. "Sejarah Stadion Sultan Agung Bantul yang dikenal dengan Stadion Pacar". Harian Merapi. Diakses tanggal 2025-10-22.
  2. ^ Ari, Santo. "Pemkab Bantul Akan Lengkapi Sarana Stadion Sultan Agung". Tribunnews.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2022.
  3. ^ Anggriaswati & Sutopo (2022), hlm. 561
  4. ^ Persada, Gading. "Stadion Sultan Agung Berpeluang Besar Lolos Verifikasi - Suara Merdeka". Suara Merdeka Online. Diakses tanggal 15 Oktober 2022.
  5. ^ Widiyarso, Joko. "Lampu Stadion Sultan Agung Sudah Menyala". Tribunnews.com. Diakses tanggal 16 Oktober 2022.
  6. ^ "Sejarah Lapangan Pacu Sultan Agung: Dari Lahan Tebu hingga Ikon Pacuan Kuda Nasional". Sarga News. 1970-01-01. Diakses tanggal 2025-10-27.
  7. ^ Pertana, Pradito Rida. "Ratusan Kuda Berpacu di SSA Bantul, Bawa Pesan Khusus Jelang Hari Kartini". detikjogja. Diakses tanggal 2025-10-27.

Daftar pustaka

sunting

Jurnal

Arsip

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Krisis HKBP 1992–1998

perlawanan terhadap campur tangan pemerintah di bawah slogan Setia Sampai Akhir (SSA). Slogan ini diperkenalkan oleh Asmara Nababan (adik dari Pdt SAE Nababan)

Steroid anabolik

anabolik dan meningkatkan protein di dalam sel, khususnya dalam otot rangka. SSA juga memiliki beragam tingkat efek androgenik dan virilisasi, termasuk induksi

Oktreotida

tahun 2022. Pada Juni 2020, oktreotida adalah analog somatostatin oral (SSA) pertama yang disetujui oleh FDA. Obat ini ada dalam Daftar Obat Esensial

Paduan suara

kontratenor). Paduan suara anak, biasanya terdiri atas dua suara SA atau tiga suara SSA, atau kadang lebih dari itu. Pengkategorian lain untuk paduan suara adalah

Liga 2 (Indonesia) 2019

Yogyakarta akan memainkan pertandingan kandang mereka di Stadion Sultan Agung (SSA), Kota Bantul karena Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta sedang direnovasi

Kabupaten Bantul

Persatuan 94.2 FM dan lain-lain Stadion Sultan Agung atau yang biasa disebut SSA atau Stadion Pacar, stadion ini terletak di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul

Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi

Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi atau dikenal juga dengan nama Poltek SSA adalah Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan

Soerjadi Soedirdja

kepemimpinannya. Selain itu, Soerjadi juga memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) pada sejumlah ruas jalan. Untuk mendukung laju mobilitas penduduk Jakarta